
"Apakah Arjun ada disini Hah??" Tanya seorang wanita dengan garang.
"Nggak ada, dia nggak ada disini" wanita yang menjadi lawan bicara wanita yang garang itu menjawab dengan gugup.
"Omong kosong!! Aku tau kamu menyembunyikan Arjun disini". Wanita yang garang itu tetap ngotot dan tidak percaya.
"Tampar dia, ayo tampar!!" Ayra yang menonton adegan sinetron itu terbawa suasana.
"Apa kamu tidak tau kalau Arjun sudah punya istri hahh?" Wanita yang garang itu semakin emosi.
"Dihhh...lama banget mau gampar aja", Ayra menjadi gregetan.
"Aku akan membuatmu menyesal!!!" Wanita yang garang itu mengangkat tangannya untuk menampar wanita pelakor, namun tiba-tiba Arjun yang merupakan suami wanita itu mencegahnya. "Kamu apa-apaan ma?".
Ayra berhenti memakan mi yang dinikmatinya karena tiba-tiba pemeran yang akan ditampar disinetron itu berubah menjadi dirinya, dan Arjun berubah menjadi "Gibran" laki-laki yang masih dicintainya walaupun dia ditinggal menikah, dan wanita yang garang itu berubah menjadi Salma.
"Kau mencintainya lebih dariku?" Ujar Salma dengan emosi.
"Ehh busyeett???" Ayra menjadi tertegun dan mengucek-ngucek matanya.
Di sinetron itu Gibran lebih memilih Ayra daripada istrinya, bahkan menampar Salma dengan keras. "Jangan pernah mengganggu Ayra lagi!!, karena aku akan segera menceraikan mu!!". "Oh, jadi kamu lebih memilih pelacur itu daripada aku?".Salma malah bertambah emosi.
Ayra melihat mi dihadapannya, dia merasa mi instan yang dimasaknya sudah kadaluarsa sehingga membuatnya berhalusinasi.
"Besok dia akan mendatangi warung didekat rumahnya yang menjual mi instant tersebut dan memarahi penjualnya". Ayra buru- buru mematikan tv nya dan membuang mi instan yang dimasaknya.
__ADS_1
Radio Casanova FM 10.75
"Bim..Bim, bangun. Paman Andri ninggalin pesan nih" Juna membangunkan Bimbim yang tertidur pulas.
"Aduhhh...Juna, Lu ngapain teriak-teriak begitu sih?" Bimbim menggerutu sambil mengelap ilernya. "Itu pesan memang untuk elu".
"Inikan tulisan lu Bim?, bukan tulisan paman Andri?". "Terus kenapa emangnya??,gue yang nulis saat dia mengatakannya kata perkata".
"Lakukan aja yang dia suruh, malah ganggu tidur gue". Bimbim kembali melanjutkan tidurnya walaupun siaran acara andalan mereka tinggal satu jam lagi. "Suka-suka lu dah Bim" Juna akhirnya dengan berat hati menjadi penyiar menggantikan paman Andri. Bos mereka yang harus mendadak pergi karena ada urusan bisnis keluar kota.
"Lagu lawas dari dewa 19 tadi mencerminkan kerinduan yang terpendam, masih enak untuk didengar didua dekade setelah peluncuran perdananya bukan?".ujar Juna memulai siarannya.Dia menikmati tugasnya sebagai seorang penyiar,walaupun hal ini jarang dilakukannya. Bimbim memilih daftar-daftar nama orang-orang yang meninggalkan nomor telfon mereka agar bisa ikut dalam acara "Ancur" (ajang Curhat). Acara favorit 6 bulan belakangan ini di Stasiun Radio mereka.
"Johaniah----wah ini mah statusnya meragukan" Bimbim berkata dalam hati, cari yang cewek aja deh biar seru, Nah ini keren nih namanya sexy "Tania" ujar Bimbim, dia lalu menelfon Tania.
Ayra yang baru saja akan terlelap menjadi terganggu dengan dering telfon dikamarnya, "siapa lagi nelfon malam-malam begini??".
Dengan berat hati dia mengangkat telfonnya.
"Ya, halo?"
"Selamat malam boleh saya berbicara dengan Tania?" Jawab Bimbim.
__ADS_1
"Dengan siapa saya bicara?"
Belum sempat Bimbim menjawab tiba-tiba gas didalam perutnya berontak ingin keluar dan membuatnya kebelet "BAB".
"Halo dengan siapa saya bicara?" Ayra bertanya dengan penasaran.
"Oy...owahhh, (brutt, brett) Bimbim dengan buru-buru menulis pesan dan menunjukkannya ke Juna, sexy "Tania". Dia lalu buru -buru pergi menuju toilet dibelakang.
Juna yang terkejut dengan pesan dari Bimbim membaca pesannya dengan bingung,
"Eee..begini mbak, bisa ceritakan pengalaman sexnya?". Juna menyadari kesalahan omongannya. Tapi terlambat, Ayra yang merasa dikerjai penelfon iseng balik ingin mengerjai dengan meladeni permintaan Juna.
"Oohh, ini layanan *** Phone gitu ya?, tau aja kalau aku lagi horny.Sekarang aku akan membuka seluruh bajuku, ah...ah...uh..ah.., Ayra mendesah dengan semangat dan berjingkrak -jingkrak diatas tempat tidurnya, seolah-olah sedang bergairah." Bagaimana Kang? Sudah horny lum?" Ujar Ayra dengan meleletkan lidah dan berekspresi muntah.
Juna yang mendengarkan menjadi bingung untuk menjawab."Kok diam sih kang?" Ayra bertanya dengan senyum kemenangan.Dia mengira telah berhasil mengerjai penelfon iseng
"Ee..mbak maaf, tapi mbak lagi siaran langsung diradio Casanova" akhirnya Juna mengatakan dengan jujur untuk mengakhiri siaran (cabul) yang tidak disengaja.
"Hah?? Kamu ngomong apa? Siaran bagaimana?". Ayra menjadi kaget dan segera menghidupkan tape dikamarnya dan mencari gelombang radio Casanova untuk memastikan perkataan penyiar tersebut.
"Kalau kamu membutuhkan layananku lagi aku..." omongan Ayra terhenti karena setelah mendapatkan frekwensi radio Casanova, dia mendengar suaranya di radio tersebut.
"Waaaaaaaaa" jeritannya yang histeris karena kaget bukan kepalang mengakhiri siaran (Cabul) tersebut.
__ADS_1