My Enemy My Sweet Heart

My Enemy My Sweet Heart
"My Enemy My Sweet Heart" Chapter 2 ( Elok ) Page : 11


__ADS_3

"Tiga hari kemudian"


Juna terlihat panik karena tidak menemukan kakeknya disekitar rumah. Dia lalu pergi kerumah Ayra, karena biasanya Kakek Darmo kalau tidak ada dirumah sering ditemui di rumah Ayra untuk sekedar mengobrol.


"Ay..Ayraa.." Juna mengetuk ngetuk pintu rumah Ayra.


"Ada apa Juna?" Tanya Ayra ketika membuka pintu dan melihat Juna dengan wajah yang bingung dan panik.


"Kakek ada main kesini?"


"Nggak ada kok"


"Waduh...kemana pulak perginya tuh orang tua?" Juna terlihat semakin panik.


"Apa Milo ada dirumahmu?" Tanya Ayra


"Nggak ada" jawab Juna.


"Nggak coba dihubungi melalui hpnya kakek?" Tanya Ayra.


"Kakek nggak bawa hpnya".


"Kemungkinan kakek membawa Milo jalan nih Na". Ujar Ayra.


"Kalau begitu aku mau nyari disekitar lingkungan sini, siapa tau mereka belum jalan terlalu jauh" ujar Juna.


"Aku ikut ya, sekalian nyari Milo" pinta Ayra


"Ya udah, ayok".


Juna lalu mengeluarkan mobilnya diikuti Ayra, yang ikut setelah membantu menutup pintu pagar Juna.


--------------------------------------------------------------------------


Area sekitar perumahan sudah mereka intari, jalanan yang kira-kira akan dilalui Kakek dan Milo juga sudah dicari namun kakek Darmo dan Milo tetap tidak terlihat juga.

__ADS_1


Sudah empat jam mereka mutar-mutar diarea yang terdekat bahkan sampai melewati jarak 20 kilometer hasilnya tetap nihil.


Juna lalu memutuskan untuk melapor kekantor polisi terdekat, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.


"Kantor polisi"


"Selamat siang pak, saya mau membuat laporan mengenai kakek saya yang pergi dari rumah".ujar Juna


"Saya juga pak, mau buat laporan anjing saya yang hilang".ujar Ayra


Polisi yang menerima laporan dari mereka terlihat bingung karena menerima dua laporan sekaligus tanpa jeda untuk bertanya.


"Umur kakek saya sekitar 70-an"


"Iya pak, anjing saya yang hilang itu umurnya sekitar 3 tahunan, setinggi ini"ujar Ayra


"Nggak ada ada anjing yang setinggi itu Ay". Jawab Juna protes karena Ayra memberi gerakan tentang Milo yang tingginya sama dengan tinggi manusia.


"Baik-baik, saya terima laporannya satu-satu ya" jawab Petugas polisi yang sedari tadi hanya diam mendengarkan perkataan Juna dan Ayra.


Mereka seperti sepasang kekasih yang akur tanpa pertengkaran.


--------------------------------------------------------------------------


Juna dan Ayra terbangun dari tidur mereka yang ketiduran diruang tunggu karena dibangunkan seorang petugas polisi yang menerima laporan mereka. "Pak...pak, kakeknya beserta anjing si ibu sudah ditemukan" ujar polisi tersebut.


"Sudah ketemu pak?"


"Iya...sudah ketemu"


"Dimana?"


"Dirumah bapak".


Ayra dan Juna saling berpandangan dengan tersenyum bingung. Setelah mengucapkan terimakasih kepada polisi tersebut mereka lalu bergegas pergi menuju rumah Juna.

__ADS_1


-----------------------------------------------------------------------------


"Kediaman Juna"


"Tadi Milo ngikutin kakek jalan-jalan Non Ay",ujar Kakek Darmo


"Dasar anjing nakal" ujar Ayra kepada Milo


"Nggak apa-apa Non,jangan galak-galak begitu.Anjing juga sama seperti manusia punya perasaan, mungkin dia merasa kesepian. Milo mungkin butuh teman untuk jalan-jalan karena Non Ayra jarang mengajaknya keluar untuk jalan-jalan".


Ayra hanya tersenyum dengan perkataan kakek Darmo yang ada benarnya juga.


"Milo ayok kita pulang" ajak Ayra.


Milo melihat kearah Ayra namun mengikuti Kakek Darmo yang masuk kedalam rumah dan tidak mau diajak pulang.


"Biarin dulu Milo disini Ay, mungkin dia masih pingin mainan dengan kakek"ujar Juna.


"Iya Na...nggak apa-apa" jawab Ayra.


"Eh..makasih ya, sudah mau nemenin aku nyari kakek".


"Nggak apa-apa kok, kan sekalian nyari Milo".


Juna lalu mengantar Ayra sampai didepan pintu pagarnya. "Mmm...Na, besok kalau kamu ada waktu datang kerumahku ya. Ntar aku masakin makan malam". Ayra menawarkan Juna untuk main kerumahnya.


"Lain waktu nggak apa-apakan?, besok aku harus nganterin kakek kedokter. Sudah Jadwal check-upnya".


"Ya udah, lain kali aja kalau begitu, aku pulang dulu".


Juna mengangguk dan tersenyum memperhatikan Ayra yang berlalu kembali kerumahnya.


Awal yang baik dan baru untuk Juna dan Ayra sebagai tetangga, karena tidak ada lagi pertengkaran diantara mereka.


__ADS_1


__ADS_2