
No :0221 -----Kediaman Ayra
"Ada keperluan apa sih nek? Sampe heboh banget nyuruh eike kesini?" "Tania" A.K.A. Tanson sewot dan penasaran karena Ayra memintanya datang kerumah dengan nada sewot. " Gara-gara Lu semalem gue jadi dipermalukan secara live" Ayra masih sewot dan kesal dengan sahabat dekatnya ini.
"Maksudnya gimana nek?" Tania masih nggak mudeng dengan kemarahan Ayra kepadanya.
"Ngapain ngasih nomer telfon rumah gue sama tuh radio? Mana namanya pake nama lu lagi!".
Ayra lalu menceritakan kejadian semalam dimana dia menjadi korban ketidak tauan dari niat baik Tania.
Tania tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita Ayra. Hal itu malah membuat Ayra semakin kesal. "Jadi begini Ay, eike tuh pingin yei bisa curhat gitu jadi paling nggak yei keluar uneg-uneg.Siapa tau ada yang ngasih solusi daripada ngarepin Gibran yang dah jadi suami orang, program "Ancur" di radio itu bagus kok. Supaya nggak ada yang tau kalau yei yang curhat makanya eike pake nama Tania yang cantik ini".
"Kenapa nggak bilang ke gue??".
"Lupa..nek, eike lupa.." ujar Tania yang tetap tersenyum walaupun Ayra masih terlihat kesal dengannya.
"Tapi kan yei sudah curhat kan?"
"Curhat bagaimana?, kan gue malah berakting horny?". Ayra menjadi bingung.
"Itu dia nek, berarti yei ngeluarin uneg-uneg kalau yei Jablay".
"Anjay". Ayra menjadi kesal kembali.
------------------------------------------------------------------------
Radio Casanova 10.75 FM
"Baiklah pendengar yang baik, Siaran semalam yang tidak terduga diacara Ancur menjadi isu terpanas diakhir tahun" ujar Bimbim dengan semangat. Hari ini gilirannya menjadi penyiar sedangkan Juna menjadi operatornya.
"Baiklah sudah ada penelfon lagi yang akan memvoting acara kesayangan kita ini, Selamat Malam yang disana".
"Aku ingin memilih!!"
__ADS_1
"Silahkan mbak, berikan penilaian tentang acara Ancur". Bimbim menjawab dengan tambah semangat karena penelfonnya kali ini adalah seorang wanita.
"Aku memilih kalau acara yang kalian punya adalah acara radio terburuk didunia!!!".
Bimbim dan Juna menjadi kaget dengan perkataan wanita ini. Juna membuat isyarat agar Bimbim segera menutup telfon dari wanita yang terdengar sangat marah tersebut.
"Maaf mbak, sekarang mbaknya lagi live nih. Jadi tema Ancur hari ini penilaian untuk hadiah di malam tahun baru" Bimbim tetap berusaha menenangkan penelfonnya.
"Menceritakan masalah pribadi di umum dan meminta solusi?? Acara yang menjijikkan!!".
Bimbim mengecilkan suara penelfon hingga tidak terdengar lagi, ekspresinya menjadi bingung dicampur panik.
"Halo..?? Heh?? Jangan tutup telfonku!!!". Ayra menjadi kesal karena suaranya tidak terdengar lagi diradio itu.
"Cewek gila!!" Bimbim mengumpat dan bergidik ngeri dengan penelfon yang galak itu.
Terdengar alunan musik instrument yang lembut untuk menormalkan siaran mereka.
Suara telfon kembali terdengar, dengan terpaksa Juna mengangkat telfon itu.
Juna menutup wajah dengan kelima jarinya
"Waduh, cewek galak ini lagi" batinnya dalam hati.
"Bukan begitu mbak, kami bukannya takut.Tapi marah-marahnya mbak tadi nggak bisa On air". Juna memberi pengertian.
"Oke, gue nggak mau ngomong sama lu. Bilang sama penyiar yang tadi kalau gue mau nyelesaiin masalah dengannya. Dia sudah buat gue malu semalam dengan pertanyaan menjebaknya" Ayra bersikeras untuk bisa memaki penyiar yang telah membuatnya malu.
"Maaf mbak tapi, mbak harus bicara denganku,aku Auriga penyiar yang mbak maksud, kemarin malam adalah giliranku menjadi penyiar".
"Aku tidak bermaksud menjebak dengan pertanyaanku mbak, aku sangat menyesal dan minta maaf". Juna berusaha meluruskan kesalahpahaman diantara mereka.
"Emang lu fikir segampang itu gue mau maafin hah?" Ayra tetap ngeyel dan masih merasa kesal.
__ADS_1
"Gini deh mbak, mbak kasih tau alamat mbak dimana. Aku akan pergi ketempat mbak untuk langsung minta maaf, 100-1000 kali pun nggak apa-apa. Aku benar-benar nggak ada maksud membikin mbak malu".
"Baiklah kalau begitu, lu harus janji untuk nggak membahas mengenai gue diacara kalian".suara Ayra agak melunak.
"Iya mbak aku janji".
"Bagus".
"Jadi aku sudah dimaafkan dan kita sudah baikan kan?"
"Siapa yang baikan dengan siapa??" Ayra kembali terdengar sewot.
"Eh..semprul masih aja diladenin tuh cewek??, siapin lagu-lagu selanjutnya". Bimbim mengingatkan Juna.
"Tunggu sebentar mbak" ujar Juna yang meletakkan telfon dan menyiapkan lagu-lagu yang akan diputar selanjutnya.
----------------------------------------------------------------------------
15 menit kemudian ( a few moment later )
"Maaf sudah menunggu lama mbak" Juna kembali melanjutkan telfonnya dengan Ayra.
"Lama banget sih?"
"Mbak bakalan marah-marah sepanjang tahun? Sudah waktunya hitungan mundur untuk pergantian tahun loh".Juna berusaha mencairkan suasana.
"Kita hitung mundur sama-sama ya".
"6,5,4,3,2"
"2,1" Ayra akhirnya mengikuti untuk menghitung mundur.
"Selamat tahun baru untukmu" ujar Juna
__ADS_1
"Iya terimakasih, selamat tahun baru juga untukmu" jawab Ayra, dia lalu menutup telfonnya. Dan menikmati langit Jakarta yang penuh dengan petasan warna-warni menyambut tahun baru 2017.