
Daddy dan mommy stela yang mendengar cerita anaknya itu tertawa keras.
"hahaha"
"ihh mommy sama daddy kok malah ketawa sih, gatau apa anaknya lagi kesel"celetuk stela
" jarang - jarang sayang yang bilang gitu kekamu, kan biasanya juga banyak tuh laki-laki yang ngejar kamu."seru daddy stela masih dengan sisa tawanya
"iya sayang benar kata daddy kamu, langka nih sayang"ujar mommy stela
" ah pokoknya aku tuh benci banget ama tuh orang, awas aja kalau ketemu" gemes stela
" hahaha, hati-hati sayang benci ama cinta beda tipis loh" ucap mommy stela menggoda anaknya.
" ish mommy apaan sih,au ah males aku sama kalian" rajuk stela bergegas menuju kamar tanpa menghiraukan tawa daddy dan mommynya.
Sedangkan di kediaman keluarga Fransisco sang putri kesayangan terus merengek pada papinya untuk menjodohkannya dengan Tuan Muda Aristide.
Memang setelah pertemuan tadi Aurel terus meminta sang papi untuk mendekatkannya kepada Vian.
" Papi pokoknya Aurel mau jadi Nyonya muda Aristide titik."Ucap Aurel
" Iya, sayang kamu harus sabar dulu kita butuh rencana yang matang untuk bisa masuk kekeluarga Aristide"ujar Frans sambil mengelus kepala putri kesayangannya itu.
" Papi, biasanya juga pakai cara kita yang biasa kok ini gak sih" tanya Aurel
__ADS_1
Yang dimaksud dengan cara biasa ialah menggoda para klien agar mau bekerja sama dengan perusahaan Frans' Entertaiment yaitu dengan menjual tubuh sang putri dan digantikan dengan tanda tangan kontrak bisa dibilang kerjasama
Jadi, Aurel bisa dibilang adalah seorang j*l*ng yang biasa menjajakan tubuhnya pada para klien papinya agar perusahaan papinya bisa mendapatkan investor.
" Tidak bisa sayang, karena Tuan Muda Aristide itu jarang bahkan mungkin bisa dibilang tidak pernah mau dekat dengan seorang wanita" jelas Frans
"Terus bagaimana caranya supaya aku bisa dekat dengannya?" tanya Aurel
" Kamu harus bisa menarik perhatiannya sayang, setelah dia simpati dengan kamu habis itu kita kuras hartanya" senyum miring tercetak dibibir Frans.
" aa, papi memang yang terbaik pokoknya" ucap Aurel seraya memeluk sang papi.
" Nanti kita pikirkan caranya sayang, sekarang lebih baik kamu puaskan papimu ini" ujar Frans seraya menggendong putrinya menuju kamar tidur.
Mami Aurel sudah meninggal 2th yang lalu karena serangan jantung, dan selama itu juga Papi Aurel menuntaskan birahinya dengan anaknya Aurel.Namun Aurel tidak marah ia juga menikmati hubungan sedarah dengan papinya itu.
"Vian, bagaimana kantor hari ini?" tanya papa Vian
" Aman pa"jawab santai Vian sambil terus mengunyah cemilan ditangannya.
"Vian, kapan kamu menikah ha? jan kerja mulu kamu pikirkan masa depan kamu!" seru mama Vian
" Ma Vian masih nyaman sendiri"ujar Vian
" Tapi, Vian umur kamu sekarang udah matang atau mau mama jodohin sama anak temen mama"ucap mama Vian.
__ADS_1
" Mama jan main jodoh-jodohin Vian, Vian gak mau lagi pula sekarang ada seorang gadis yang masih Vian kejar.
" Ha, kamu serius Vian emang siapa gadis itu pasti dia cantik sampai anak mama yang datar ini terpikat padanya"goda mama Vian.
" Pasti itu ma, dia itu tidak hanya cantik tapi juga pemberani" ucap Vian tersenyum simpul mengingat pertemuannya dengan Stela.
" Pemberani bagaimana?" penasaran mama Vian
" Ya dia yang berani bentak- bentak Vian didepan umum, cuma karena Vian gak sengaja nabrak dia"celetuk Vian mengingat awal pertemuan mereka
"Wah, ini langka sekali pa anak kita yang katanya tampan ini bisa juga ditolak wanita"ucap mama Vian
" Mama bukan ditolak tapi dianya aja yang gak sadar kalau Vian ini tampan"Ujar Vian dengan sombongnya.
" Ciee, anak mama yang pertama kali jatuh cinta tapi udah ditolak, hahaha" ejek mama Vian
Papa Vian hanya sebagai mendengar sambil menggelengkan kepala melihat perdebatan antara sang istri dan putra tercintanya itu.
" Udahlah, males debat sama mama lebih baik aku tidur" ucap Vian bergegas menuju kamar.
(Tuan Muda ARISTIDE)
__ADS_1
(Aurellia Denita Fransisco)