
Aurel yang merasakan ada tangan yang menghalangi tangannya untuk memberi pelajaran gadis didepannya ini, ia pun melihat siapa yang sudah berani menghalangi niatnya.
" eelo, ha...tu-tuan mud-a Aris-tide" ucap Aurel terbata-bata saat melihat siapa yang sudah berani mencengkram tangannya.
Nah sudah tau kan siapa pemilik tangan kekar itu? kalau ga tau aku kasih tau nih dia tuh tuan muda Aristide yang tak lain dan tak bukan adalah VIAN.
Vian tak menjawab apa yang diucapkan oleh Aurel,ia hanya menatap tajam Aurel dan mencengkram kuat tangan Aurel dan jan lupakan wajah Vian yang sudah dipenuhi dengan api kemarahan itu.
Siapa sih ya ga marah, jika pujaan hatinya disakiti oleh orang lain?
" Berani sekali tangan kotormu itu mau menyentuh milikku." Ucap Vian sambil menguatkan cengkraman tangannya pada tangan Aurel. Sehingga mengakibatkan Aurel merintih kesakitan. Vian juga bisa melihat jika Aurel kesakitan, namun ia tidak peduli baik itu wanita maupun lelaki yang sudah berani menyentuh miliknya akan menanggung akibatnya.
" sssa-kitttt" desis Aurel kesakitan.
" Seinci saja aku melihat tangan kotormu menyentuk milikku tak akan segan-segan lagi aku mematahkan tanganmu, dan ingat nona jaga batasan anda, karena saya bisa melakukan apapun untuk menghancurkamu dan juga jaga mulutmu itu jan sekali-kali kamu berani menghina calon istriku dan mengatakan bahwa kau adalah tunanganku? Hah jan bermimpi nona, sampai kapanpun aku tak akan sudi bertunangan ataupun berhubungan denganmu, aku masih bisa menghargai anda sebagai klien saya tidak lebih dan ingat batasan-batasan anda nona, oh ya dan satu lagi ini bukan sebuab ancaman tapi peringatan." Tegas Vian
Setelah mengatakan itu semua Vian segera mungkin menarik pelan tangan Stela dan membawanya keluar dari restoran, Stela yang masih belum sadar hanya bisa pasrah mengikuti kemana Vian membawanya pergi.
Sesampainya didepan mobil, Vian segera membuka pintu mobil dan mempersilahkan Stela masuk, Stela hanya menurut saja karena ia saat ini sedang dalam mood buruk.
Setelah memastikan Stela masuk kedalam mobil Vian segera menuju tempat kemudi, namun sebelum sampai ada seseorang yang memanggil namanya.
"Hey, brother" sapa orang itu yang tak lain adalah Miko
" Hm, ada apa?" tanya Vian
" Mau kemana kamu? ayo kita nongkrong dulu" ajak Miko
" Lain kali saja, aku sekarang ada urusan" Kata Vian
" Urusan apa sih?" kepo Miko, mata Miko tak sengaja melihat ada seorang gadis berada didalam mobil Vian yang sedang memainkan telponnya.
" Wah...wah brother siapa gadis cantik itu, bolehlah kenalkan padamu?" goda Miko
" Jan, macam-macam kamu ya" sinis Vian
" Tenang brother aku cuma satu macam aja" tawa garing Miko
" Sudahlah ga penting" Kata Vian seraya memasuki Mobilnya.
Selepas kepergian Vian, Miko masih memandangi mobil Vian yang sudah melaju itu.
" Semoga kamu bisa menemukan orang yang tepat brother" Ucap Miko berlalu memasuki restoran.
__ADS_1
Sementara didalam mobil tak ada yang membuka percakapan hanya ada keheningan diantara keduanya, Stela yang fokus melihat kearah luar dan Vian yang fokus mengemudi.
Mobil Vian berhenti disebuah taman kota, lalu Vian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Stela.
Stela hanya mengikuti apa yang dilakukan Vian untuk dirinya. Kini mereka berdua sedang berada disebuah kursi panjang di tengah taman kota itu.
Suasana canggung masih menyelimuti mereka berdua hingga suara stela memecahkan keheningan itu.
" Ada apa tuan membawa saya kemari?" Kata Stela
" Apa yang sudah dilakukan wanita tadi padamu? apa dia menyakitimu?" tanya Vian
" Tidak juga, dia hanya menghina aku dengan mulutnya" ucap Stela datar
" Hey nona, ada apa dengan wajah datarmu itu?" Goda Vian
Stela yang mendengar itu langsung saja mengubah mimik mukanya menjadi kesal.
" Tuan muda yang terhormat, apa anda tidak merasa salah dengan apa yang sudah menimpa saya?" tanya Stela
" Lalu?" jawab cuek Vian
Stela yang mendengar jawaban dari Vian geram sendiri dengan tingkah pria yang ada disampingnya ini, bisa-bisanya dia bersikap seperti itu padahal ini juga karena dirinya, batin Stela
Vian yang mendengar itu hanya tersenyum samar, ia senang karena sudah bisa mengalihkan pikiran gadisnya itu dari apa yang dialaminya tadi.
Kok bisa sih Vian tau kalau Stela berada direstoran?
Jadi, itu...
*FLASBACK ON"
Vian yang tadi tertidur dikamar apartemennya terbangun dan merasakan lapar, ia segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya saat akan melangkah menuju kamar mandi tiba-tiba saja telephon Vian berbunyi dilihatnya dan tertera disana nama pengawal mata-mata gadisnya.
" Hallo tuan"suara dari sana
" Ada apa?" Tanya Vian
" Lapor tuan, saat ini nona sedang menuju restoran yang ada dijalan ***" Katanya
" Mau apa dia kesana?" tanya Vian lagi
" Maaf tuan untuk itu saya tidak tau" jawabnya
__ADS_1
" Dengan siapa dia kesana?"
" Nona seorang diri tuan"
" Baik kamu kawal terus dia jan sampai ada bahaya yang mengancam gadisku!" ucap Vian
" Laksanakan Tuan"
Vian yang berada dikamarnya bingung dengan gadisnya, apa yang akan dilakukan gadisnya itu dan siapa yang akan ditemui gadisnya itu?
" Mending aku mandi deh, dan aku susul dia kesana" kata Vian bergegas menuju kekamar mandi
Setelah bersiap diri Vian segera menuju tempat gadisnya berada.Sesampainya disana Vian segera memarkirkan mobilnya dan berjalan memasuki restoran, matanya mengelilingi setiap sudut restoran itu hanya satu tujuannya mencari gadisnya itu, pandangan matanya beralih disudut restoran dimana terlihat keributan disana karena penasaran Vian menghampiri dan melihat kejadian yang membuat darahnya mendidih dimana dia melihat gadisnya yang dihina oleh anak teman rekan kerjanya,ingin sekali Vian menghampiri namun ia urungkan karena ia ingin melihat apa yang akan dilakukan gadisnya.
Vian masih mengamati gadisnya dan ia mendengar cacian yang dilontarkan oleh anak rekan kerjanya itu, namun ia mencoba menahan emosinya, tapi lama-kelamaan ia tak tahan mendengar cacian yang ditujukan pada gadisnya, belum sempat ia menghampiri tiba-tiba saja ia mendengar jawaban dari gadisnya yang membuat ia tersenyum bangga, ia tak menyangka gadisnya bisa mengembalikan keadaan.
Vian yang melihat jika anak rekan kerjanya sedang menahan emosinya dan bersiap untuk menampar gadisnya dengan segera Vian berjalan menghampiri gadisnya dan ia langsung mencengkram tangan anak rekan kerjanya yang akan melukai gadisnya.
Nah sampai disini taukan, dari mana Vian tau jika gadisnya berada direstoran***?
*FLASBACK OFF*
~ Back to Vian & Stela
" Tuan, mendingan anda jauh-jauh dari saya, saya tidak ingin terkena masalah lagi karena saya bisa dekat dengan anda?" Kata Stela
" Tidak, dan tidak akan pernah" Tegas Vian
"Tuan apakah anda tidak melihat tadi bahwa tunangan anda berniat mempermalukan saya didepan umum?
" Dia bukan tunanganku" Tegas Vian
" Terserah apa kata anda tuan yang jel- "
Apa kejadian selanjutnya?
Pantau terus ya...
ARISTIDE KEANO FAVIAN
__ADS_1
MIKO ATMAJA