My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
15


__ADS_3

Stela menuruti omongan Vian. Mereka berjalan memasuk butik. Dengan Stela yang berjalan dibelakang Vian.


'Duk' Vian menghentikan langkahnya yang mengakibatkan Stela menabrak punggungnya.


" Auh, ih kalau berhenti itu bilang-bilang" ucap Stela sambil mengusap -usap keningnya.


"Jalan disamping ku" perintah Vian.


" Iya,iya bisa ga sih kalau ngomong tuh jangan datar-datar amat" ucap stela yang hanya dibalas dengan tatapan tajam Vian.


Mereka melanjutka jalannya memasuki butik.


"Selamat pagi tuan, ada yang bisa dibantu?" sapa karyawan butik tersebut.


" Ya, carikan baju yang cocok untuk dia!" ucap Vian menunjuk Stela.


" Baik, mari nona" ajak karyawan butik


" Tunggu-tunggu kok aku?" tanya Stela menunjuk dirinya sendiri.


" Kamu mau kekampus menggunakan baju yang basah itu?"tanya Vian melihat baju stela.


"Eh, iya juga sih" ucap stela menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


Stelapun akhirnya mengikuti karyawan butik tadi.Vian menunggu stela di sofa tempat duduk yang ada dibutik itu.


Vian yang sedang duduk itu mendengar ada yang memanggilnya ia mencari suara tersebut.

__ADS_1


" Tuan Muda Aristide"Ucap wanita itu


Vian yang melihat siapa yang memanggilnya itu hanya menatap dengan tatapan datarnya.


" Tuan, sedang apa disini? apa tuan lagi cari baju, hm mau saya bantu cari? tanya Aurel ya wanita tadi adalah Aurel anak dari Fransisco.


" Tidak" jawab singkat Vian tanpa melihat lawan bicaranya.


Saat Aurel mau bicara lagi, Stela nampak keluar dari ruang ganti yang terlihat sangat cantik dan anggun. Vian yang melihat itupun hanya bisa menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.


"Perfect"batin Vian terus memandangi Stela


" Gimana?" tanya Stela saat sudah keluar


" Hm, bagus" Jawab Vian


" Ayo sayang kita pulang" Ucap Vian sambil merangkul mesra pinggang stela.


" Eh" kaget Stela.


Vian dan Stela bergegas pergi meninggalkan Aurel yang tersulut emosi saat Vian mengabaikannya dan ditambah lagi melihat Vian merangkul mesra seorang wanita.


" Sial, awas saja kamu nanti" Ucap Aurel dengan tangan mengepal.


Aurel yang masih merasa emosi itu segera keluar dari butik dan bergegas menuju perusahaan papanya untuk mengadu.


Sedangkan Stela dan Vian masih betah dengan posisi tadi dimana Vian dengan mesranya merangkul Stela.

__ADS_1


" Hey kau jan modus ya" ucap Stela melepaskan diri dari Vian


" Ssststs diamlah aku hanya reflek tadi, karena ada nenek lampir" Ujar Vian salah tingkah


" Ha, nenek lampir siapa?" tanya Stela kebingungan


" Wanita yang tadi ada didalam butik "jawab Vian datar.


" Bhuahahaha" tawa Stela meledak saat mendengar apa yang dikatakan Vian


" Kenapa kamu tertawa emang benerkan, dandanannya aja udah kaya kuntilanak gitu apalagi pakaiannya kekurangan bahan kali ya, hii" Vian bergidik ngeri membayangkannya.


" Astaga, kau ga bisa liat itu kan seksi"goda Stela


" Bagiku kamu yang paling cantik dan seksi" ucap Vian memberanikan diri menatap iris mata indah Stela.


" Ihh apasih, udahlah ayo anterin aku ke kampus" kata Stela yang berjalan dulu meninggalkan Vian.


" Duhh dia kok ngomong gitu sih? akukan jadi gugup ah nih lagi pasti wajahku udah kaya kepiting rebus, ihh malu banget. " gerutu stela pelan


Vian yang berada di belakang stela mendengar gerutuan stela hanya bisa tersenyum geli melihat gadisnya itu salah tingkah.


Eh gadisnya, entah sejak kapan Vian mengakui Stela adalah gadisnya namun saat ini yang ia tau adalah stela sudah menjadi gadisnya dan ia tidak akan membiarkan siapapun mendekatinya.


Vian sudah bertekad untuk mendapatkan hati Stela, walaupun saat bertemu mereka saling bertengkar namun Vian yakin ia bisa meluluhkan hati gadianya itu.


__ADS_1


__ADS_2