My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
03


__ADS_3

(Suara gebrakan meja terdengar)


Siapa pelakunya?


(Tentu saja asisten CEO kita yang katanya tampan ini ,namun lebih tampan Vian sih)


"Apa kalian digaji hanya untuk bergosib?" Tanya Alfa dengan sorot mata tajam


" Ma-aaf paak"Jawab wanita tadi dengan nada takut


"Sekali lagi saya dengar kalian bergosib di kantor ini, silahkan kalian keluar dari kantor ini." Ancam Alfa dengan nada dingin


" I-iiya pak"seru karyawan wanita lainnya


" Bubarrrr"Perintah Alfa


*Flasback on*


Alfa, setelah menurunkan Tuannya dikoridor kantor dan dia langsung bergegas memarkirkan mobilnya keparkiran khusus CEO.


Dia berjalan dengan gagahnya memasuki kantor. Banyak karyawan yang menyapanya dan di balas anggukan saja oleh Alfa,iya Alfa masih menghargai seseorang yang menyapanya berbeda dengan Vian yang acuh terhadap sekitar.


Alfa terus berjalan dengan gagahnya, sampai di belakang karyawan wanita yang bergosib tadi Alfa masih berdiri dibelakang dan mendengarkan apa saja yang di bicarakan oleh karyawan wanita tadi.



(Bayangkan saja jika tatapan Alfa seperti itu)


*Flasback off*


*Back to Vian*

__ADS_1


Sesampainya Vian diruangan nya, ia sudah disuguhkan dengan banyak berkas yang menumpuk. Ia bergegas menuju kursi tempat duduknya.


"Hah, banyak sekali yang harus dikerjakan kalau gini harus lembur lagi nanti"Keluh Vian


Vian segera mengerjakan semua berkas-berkas tadi dengan sangat fokus.Fokus itu tiba-tiba hilang kala mendengar suara ketukan pintu.


'tok,tok,tok'( bunyi ketukan pintu)


"Masuk" Suara berat dari dalam ruangan


Masuklah Alfa membawa berkas yang akan ditandatangani Vian.


" Maaf Tuan, ini ada berkas yang harus Anda tanda tangani" (ucap Alfa, sambil menyerahkan berkas tadi kehadapan Vian)


" Ya," jawab singkat Vian


Setelah mendapatkan tanda tangan dari Vian, Alfa segera bergegas keluar dari ruangan tuannya, namun suara berat itu menghentikan langkah kakinya.


"Fa, bagaimana dengan sekretaris yang saya minta apa sudah ada?" Tanya Vian


(Bagaimana mau ada orang yang bekerja dengan Anda yang dingin ini tuan? lagi pula kriteria yang anda inginkan sangat sulit didapatkan" batin Alfa)


Kriteria sekretaris yang Vian inginkan memang sulit dan aneh contohnya wanita yang sekisar umur 21th, pandai dalam segala bidang, rajin, tidak centil, tentunya sopan dalam berpakaian tidak seperti tante girang.


" Ah, ya sudahlah"Jawab Vian


"Maaf Tuan, ada yang mau ditanyakan lagi? kalau tidak saya permisi" ujar Alfa sedikit menunduk karena takut dengan aura tuannya.


" Tunggu, nih kamu bawa sebagian berkas ini dan kerjakan !" perintah Alfa


" Baik Tuan"

__ADS_1


Alfa segera mengambil sebagian berkas tadi dan bergegas menuju ruangannya sambil menggerutu dalam hati


( Dasar bos sinting, kerjaan kerjaan dia kenapa harus aku lagi yang mengerjakan ga tau apa dia aku udah terbebani dengan kerjaan kemarin dari dia sekarang ditambah lagi, hah nasib orang ternistakan" Gerutu Alfa sambil berjalan menuju ruangannya.)


Setelah kepergian Alfa tadi Vian kembali fokus kepada berkas yang ia kerjakan.



(anggap saja Vian yang Fokus dalam bekerja)


Skippp


*Bandara Soekarno-Hatta*


Seorang gadis cantik yang baru saja turun dari pesawat sambil menggiring kopernya menuju mobil jemputannya.


"Huh, semuanya sudah nampak berbeda" Ucap gadis cantik itu


Ia pun segera berjalan menuju dimana mobil jemputannya berada.


"Apa kabar mang?" Tanya gadis itu pada sopir pribadi keluarganya yang sudah setia bekerja selama 20th


" Alhamdulillah baik non stela"


Stela gadis cantik yang baru saja tiba dari negara L dan akan melanjutkan studynya di Indonesia.



Mang jajang sopir pribadi keluarga Chalondra segera bergegas membukakan pintu untuk nona mudanya itu.


'Clek'

__ADS_1


"Silahkan Non Stela!!" seru mang jajang


" Terima kasih mang"jawab stela dengan senyum manis


__ADS_2