My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
42


__ADS_3

Hai, guys !!! Apa kabar nih ?


Masih ada yang setia ga ya nih nungguin aku buat update lagi? Ada ga nih? mana suaranya, silahkan komentarnya ya hehehe.....!!!!


Oh, iya aku mau ingatkan lagi karena aku sudah lama ga update pasti sudah pada lupakan alur ceritanya ?


Nah, untuk itu aku saranin buat baca episode sebelumnya dulu ya, biar kailan ingat jalan ceritanya lagi jadi ga bosen.


Sudahlah lanjut ga nihhh.....


*


*


*


Cuaca terasa sangat cerah pagi ini secerah hati pemuda yang baru saja turun dari jet pribadi milik keluarganya. Ntah apa yang membuat hatinya ingin cepat-cepat kembali ke negara lahirnya, padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti ini, jika ada masalah yang hanya di selesaikan olehnya segera mungkin ia selesaikan, namun kali ini berbeda ia hanya mengerjakan sebagian masalah yang lain dan yang lain ia percayakan kepada asistennya.


Pemuda yang baru saja turun dari jet pribadi milik keluarganya itu nampak seorang diri tanpa asistennya yang selalu setia di sampingnya, sang asisten masih berada di negara tetangga untuk membereskan masalah yang sudah mulai mereda dan kemungkinan lusa sang asisten bisa pulang kembali ke negara asal.

__ADS_1


" Selamat pagi tuan muda Vian " sambut sopir yang sudah stay sedari pagi buta untuk menjemputnya sembari membukaan pintu mobil untuk tuannya.


" Hm, langsung kembali Mansion utama " ucap Vian datar tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


" Baik tuan " balas sopir itu.


Mobil yang dikendarai Vian melaju keluar dari area airport menuju mansion utama keluarga Aristide. Hanya keheningan yang ada di dalam mobil, sang sopir yang fokus dengan jalan dan Vian yang sedari tadi tangan maupun matanya tak lepas dari ponsel, karena pagi jalanan masih sepi.


Sedangkan dilain tempat, nampak gadis cantik yang biasanya masih bergelung dengan selimutnya kini sudah rapi dengan pakaian kantornya, mungkin karena statusnya masih karyawan magang jadi ia tidak ingin telat dan mengakibatkan nilainya berkurang, tidak dan tidak. Tak lama itu pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang masih awet muda walaupun wajahnya sudah ada sedikit keriput namun itu tak membuat aura kecantikannya berkurang.


" Wah...wah...wah ada angin apa nih anak mommy jam segini sudah bangun " ucap mommy dengan senyum meremehkan.


" Haish, mom jangan memancing keributan dipagi hari ku yang indah ini ya mom " katanya


" Mom tuh harusnya bersyukur punya anak kayak Stela gini " seru Stela pada mommy nya.


" Kenapa bisa gitu ?" tanya mommy stele dengan mengerutkan dahinya.


" Iyalah, secara nih Stela udah cantik, pinter, baik hati, tidak sombong, jago masak ahhh pokoknya anak mommy ini +++ deh " jelas stela seraya tersenyum bangga.

__ADS_1


" Halah, ada loh yang kurang dan tadi tidak kamu sebutin " kata mommy stela


" Apa mom " ucap stela penasaran


" iya kurang kamu tuh satu, ga laku-laku " tawa mommy stela


" Hua mommy enak aja, gini-gini nih banyak yang ngejar-ngejar stela, aku kan bukan jajanan yang harus laku kalo dijual " ucap stela mencebikkan bibirnya kesal.


" mana coba buktinya masa dari dulu kamu jomblo terus atau jangan-jangan....


" jangan-jangan...? " tanya stela


" jangan-jangan kamu ga normal lagi " ledek mommy stela


" Astagfirullah, mommy ku yang cantik dan tidak sombong, anak mommy ini masih normal, masih suka lawan jenis " jelas stela dengan nada lembut


" Makanya cepet nikah biar mommy tahu " ucap mommy stela melenggang pergi.


Stela yang melihat mommy nya sudah berjalan mendahuluinya hanya bisa mengelus dada sabar melihat tingkah ajaib sang mommy.

__ADS_1



( Vian baru turun dari jer pribadi )


__ADS_2