
Setelah menerima panggilan dari Vian, Alfa yang berada dikamarnya segera bergegas menuju kamar yang ditempati Vian.
Sesampainya didepan kamar Vian, Alfa mengetuk pintu.
'Tok...tok...tok'
Vian yang berada didalam kamarnya tengah memikirkan apa yang terjadi dengan gadisnya, tersadar karena terdengar ketukan pintu dari luar. Dengan muka datarnya Vian berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Maaf ada apa tuan memanggil saya?" Kata Alfa menundukan kepalanya.
" Hm, masuklah!" titah Vian dingin
Vian dan Alfa memasukki kamar yang ditempati Vian, mereka berdua duduk disebuah sofa yang ada di dalam kamar.
Vian segera memberi tahu apa maksud dan tujuannya memanggil Alfa.
" Aku ada tugas buat kamu, dan segera mungkin kamu laporkan malam ini juga" ucap Vian tegas masih mempertahankan wajah datar n dinginnya.
" Maaf, kalau boleh tau tugas apa tuan?" Tanya Alfa
Vian memberikan sebuah foto kepada Alfa, foto itu adalah foto Stela yang Vian ambil secara diam-diam.
"Apa maksudnya ini Tuan?" tanya Alfa tidak paham mengapa Vian memperlihatkan sebuah foto kepadanya.
" Cari tau apa yang dilakukan gadis itu hari ini dan laporkan semuanya!" Tegas Vian
__ADS_1
" Maaf tuan tapi untuk apa?"
" Kamu tak perlu tau, tugasmu hanya menjalankan apa yang aku perintahkan!" sorot mata tajam memelototi Alfa yang membuat sang empu hanya mampu meneguk liurnya.
" Baik Tuan" Ucap Alfa
( Aneh tak biasanya dia ingin tau tentang seorang wanita, ckckck emang ya jatuh cinta bisa membuat orang gila) Batin Alfa
Sesudah apa yang disampaikan Vian, Alfa segera pergi menuju kamarnya untuk menjalankan tugas dari Tuannya.
Tak butuh waktu lama, Alfa sudah mendapatkan apa yang Tuannya inginkan. Sebelum melaporkan hasilnya pada tuannya Alfa lebih dulu mengecek hasilnya dan melihat dengan seksama, ia melebarkan matanya saat melihat sebuah kejadian yang mungkin akan membuat hati tuannya itu memanas, apalagi yang melakukan itu adalah orang yang paling dihindari oleh tuannya.
" Gila, besar juga nyali nih orang" kata Alfa
" Ck, malang nasibmu nona kenapa kamu harus bermain-main dengan tuan muda Aristide" ucap Alfa menggelengkan kepalanya heran.
'Tok...tok...tok...'
'Clek' Terlihat Vian yang membuka pintu dan menyilahkan Alfa untuk masuk.
" Bagaimana?" Tanya Vian
" Semuanya sudah selesai tuan, dan ini rekamannya" Kata Alfa seraya menyerahkan hasil rekaman pasa Vian.
Vian yang telah menerimanya langsung saja melihat apa yang dilakukan gadisnya, ia sangat serius sekali sekali-kali tersenyum dan Alfa menyadari itu.
__ADS_1
Namun, ketika sampai pada saat Stela berada dicafe dan terlihatlah apa yang dialami Stela saat itu wajah Vian yang tersenyum sekarang berubah menjadi merah, rahang mengeras, dan tangan mengepal melihat gadianya yang dipermalukan didepan umum ia tak tahan melihatnya.
'Prangggg...'
Vian melempar ponselnya kearah dinding
" Brengsek, dasar j*l*ng" umpat Vian menahan amarahnya.
" Alfa, siapkan semuanya besok aku akan pulang dulu kamu urus yang masih tersisa disini!" perintah tegas Vian
" Baik Tuan" Kata Alfa
" Dan ya, siapkan orang untuk menjaga gadisku dari jauh, pilih orang yang benar-benar terlatih"
" Laksanakan Tuan"
" Jan lupa katakan pada orangmu untuk melaporkan setiap hal yang dilakukan oleh gadisku, suruh orangmu untuk menjaganya dari jauh saja." Tegas Vian dengan nada dingin terlihat masih ada raut kemarahan diwajahnya.
" Baik tuan"
Alfa bergegas keluar dari kamarnya dan melaksanakan tugas dari tuannya untuk menjaga gadis yang kini sudah menjadi pujaan hati tuannya itu.
Sedangkan dikamarnya Vian masih saja kesal dengan apa yang ia lihat tadi.
" Dasar j*l*ng beraninya dia menyakiti gadisku, takkan ku biarkan kamu hidup tenang" Kesal Vian
__ADS_1
" Heh dan liat aja jika kamu masih berani kamu akan menerima akibatnya bukan hanya kamu tapi juga ayah tersayangmu itu, tunggu saja tanggal mainnya bicth" Seringa muncul di wajah Vian.