
Hallo guys aku mau comeback nih!!!
Nih ya aku mau sedikit cerita, sebenarnya tuh aku udah ada niatan mau nulis lagi dari bulan lalu tapi, aku masih bingung mau dibawa kemana alur cerita ini hehehe... Maapkan aku ya udah membuat kalian semua menunggu.
Mobil yang dikendarai oleh pemuda tampan nan gagah itu melaju membelah keramaian siang hari dikota Jakarta. Sang pemilik yang sudah tak sabar untuk segera sampai tempat tujuan, sampai sesekali ia harus mengumpat karena lamanya perjalanan ini dikarenakan padatnya Jalan raya di Jakarta.
" Sial " umpat Vian sembari menahan kekesalannya seraya memukul setir mobil.
Niat hati ingin segera sampai perusahaan dan bertemu dengan pujaan hati eh malah terjebak dengan kemacetan. Hihihi kasihan lu Vian.
Setelah setengah jam lamanya Vian terjebak didalam kemacetan dan panasnya kota Jakarta kini ia bisa melajukan mobilnya dengan cepat dan aman. Dibalik kemudinya Vian tak henti-hentinya menggerutu soal kemacetan tadi, karena bagi Vian waktu adalah uang jadi jangan pernah sekali kali menyia-nyiakan waktu yang berharga itu.
" Lah ginikan enak dari tadi, ga kepanasan"gerutu Vian
"Hm, apa aku harus bangun jalan raya lagi kali ya biar ga pada berebut?" fikir Vian dengan seenaknya
15menit perjalanan kini Vian telah sampai di parkiran khusus CEO, dan itu hanya untuk petinggi-petinggi perusahaan saja.
Vian bergegas keluar dari dalam mobilnya dan berjalan memasuki perusahaan dengan langkah tegapnya, eitss jangan lupakan auranya yang bisa membuat para kaum hawa meneteskan air liur apalagi dengan kacamata yang bertengger manis dihidungnya menambah kesan kadar ketampanan yang berkali-kali lipat. (Heleh lebay amat lu thor)
" Selamat siang Tuan " sapa karyawan ketika melihat Vian berjaln memasuki perusahaan. Ucapan itulah sedari tadi yang didengar Vian sesaat dia memasuki perusahaan, namun itu sebua tak diindahkan oleh Vian dan hanya dianggap angin lalu saja.
Vian berjalan memasuki lift khusus CEO dan menuju keruangannya dilantai paling atas.
'cklek'
Vian membuka pintu dan bergegas masuk keruangannya sesegera mungkin ia membuka komputernya bukan untuk memulai pekerjaannya sih, tapi untuk mengecek Cctv diruangan sang pujaan hati. Dia ingin melihat bagaimana pujaan hatinya itu dalam berkerja.
__ADS_1
" Coba lihat dia sangan fokus sekali, dan kenapa juga dia harus cantik gitu sih, ck! " decih Vian yang tak suka melihat gadisnya begitu cantik karena itu akan menarik perhatian kaum adam.
"Awas saja kau gadis nakal beraninya kau berpenampilan seperti itu, tak berpikirkah kau itu akan menarik mata-mata jelek yang memandangmu." gerutu Vian
Sedangkan yang sedang dibicarakan masih tetap fokus dengan pekerjaannya bukan apa-apa karena ini sudah tanggungjawabnya sebagai karyawan magang dan ia tak mau nilainya buruk.
" Eh guys dengar-dengar nih pak CEO kita udah balik loh dari luar negeri " celetuk Sella tiba tiba ditengah keseriusan dalam ruangan ini.
"Wah beneran lu Sell? lagian tumben banget iya Pak CEO cepat pulang dari luar negeri?" tanga dika penasaran
"Eh tapi aku dengar tadi anak-anak yang lain ada ya bilang kalau CEO kita lagi tidak sama asistennya itu" seru Sella
"Masak sih kok tumben banget ya" ujar dika dan Sella hanya mengedikan kedua bahunya tidak tau.
" Emang kenapa sih kalau CEO kita tidak sama asistennya? " tanya Stela
"betul tuh, kita semua juga tau kalau CEO sama asistennya tuh udah kayak pasangan kekasih aja kemana mana selalu berdua" ucap Sella dengan mata masih fokus kepekerjaannya.
" Hus jangan sembarangan ngomong kamu Sell, kamu kira CEO kita pecinta sesama jenis apa, ati-ati nanti kedengeran pak bos tamat kamu " seru Lula yang sedari tadi diam menyimak.
"Udahlah kenapa jadi bahas CEO kita segala sih, lebih baik nih kita selesaikan tugas kita dulu" pinta Stela
" Bener tuh Stela " ucap Lula
Merekapun kembali mengerjakan pekerjaan masing-masing yang sempat tertunda gara-gara obrolan tak berpaedah tersebut.
Sementara Vian yang sedari tadi diruangannya masih fokus pada layar komputernya yang terus memantau tingkah laku gadisnya ia tidak tau saja bahwa tadi dijadikan topik pengghibahan.
__ADS_1
" Seru banget sih kayaknya, lagi ngomongin apa udah tau waktunya kerja bukan pada kerja malah ngobrol terus " ucap Vian pelan dengan mata masih fokus melihat gadisnya berada itu tiba tiba di buyarkan dengan dering telponnya diatas meja.
'dddrrrtt'
"Hais mengganggu saja " ujar Vian mengambil telponnya dan terlihat disana nama asisten Alfa.
"Hm"
"...."
"Kau urus semuanya dengan baik "
"...."
"aku percayakan semua padamu"
"...."
"Hm"
*
*
*
__ADS_1