My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
19


__ADS_3

Stela yang mendengar perkataan Sasha langsung mencari handphone dan mengetik nama Tuan Muda Aristide.


Setelah melihat siapa itu tuan muda Aristide kesal stela bertambah ya karena ini pria menyebalkan itu adalah akar masalah yang Stela alami hari ini.


(Ck, ternyata benar dia yang dimaksud wanita gila tadi ahhh awas aja ya tuh orang kalau ketemu lagi)Gerutu Stela dalam hati.


" Kak Stel, sudah liat orangny?" tanya Sasha


" Hm, udah kok sa" jawab Stela dengan senyum yang terkesan dipaksakan


" Seperti apa sih dia, coba liat aku" Ujar Kaila mengambil handphone Stela


" What the, Stel bukannya ini orang yang pernah nabrak kamu di kampus waktu itu ya?" tanya Kaila saat tau siapa tuan muda itu.


" Iya, Kai dia juga akar dari masalah ini awas aja ya kalau aku ketemu tuh orang, aku cincang-cincang biar jadi perkedel" Gemes Stela


" Lah kok bisa wanita tadi nuduh kalau kamu yang godain dia?"Kaila bertanya lagi


" Ya jadi gini nih, seminggu yang lalu waktu aku mau berangkat kekampus mobil aku mogok jadi aku mau pesen taksi dan ambil handphone aku ada dalam mobil nah pas aku mau ambil handphone aku mobil dia lewat dan ada genangan air jadi deh kene baju aku, dia mau anter aku kekampus tapi kita mampir dulu dibutik buat ganti baju aku, nah disana itu aku ketemu wanita gila tadi yang bikin kesalnya lagi tuan muda ini nih malah ngaku-ngaku pacarnya dan main rangkul seenaknya aja"Curhat Stela

__ADS_1


" Ohh...jadi gitu toh" Ucap Kaila manggut-manggut


" Yaudahlah mau gimana lagi udah terjadi lebih baik kita pulang saja, lagian udah basah semua aku"ajak Stela


" Ayoklah kalau gitu lain kali aja kita nongki-nongki santainya" Seru Kaila


Mereka segera membayar apa yang mereka pesan dan bergegas pergi dari cafe pelangi.


Di Negara A


Ruangan meeting yang ada didalam cabang perusahaan AR' GROUP suasananya kini terasa dingin.


Semua orang yang ada diruangan itu tidak ada yang berani menjawab Vian mereka hanya menundukan kepalanya.


" Jawab...!!!" teriak Vian


Suasana semakin mencekam namun tidak ada satu orang yang berani menjawab maupun mengangkat kepalanya.


" Saya sudah percayakan urusan semua yang ada disini kepada kalian, namun apa kalian malah membuat semua jadi kacau tidak ada yang becus sama sekali sebenarnya apa yang kalian kerjakan, apa kalian hanya makan gaji buta?" Kata Vian

__ADS_1


" Alfa, selidiki dan awasi semua orang-orang ini, fokuskan pengawasanmu pada Manager pemasaran itu" titah Vian seraya menatap tajam manager pemasaran


" Baik tuan" Ucap Alfa


" Ingat, saya tidak menerima kata maaf dan juga saya tidak akan membiarkan orang yang berani bermain-main dengan saya siapapun itu akan menerima akibatnya." Kata Vian penuh dengan penekanan


Setelah mengucapkan itu Vian bergegas keluar dari ruang meeting.


" Sebaiknya kalian mengaku saja pada Tuan Muda dari pada Tuan muda sendiri yang menemukan dan memaksamu untuk tunduk padanya akibatnya akan lebih fatal sebelum itu terjadi saya ingatkan, jan pernah coba-coba untuk bermain-main dengan tuan muda" Ucap Alfa tidak kalah dinginnya dengan Vian


Semua orang yang mendengar ucapan Alfa tadi hanya bisa menelan ludahnya, beda halnya dengan satu orang yang merasa takut jika perbuatannya diketahui oleh atasannya.



(Vian)



(Alfa)

__ADS_1


__ADS_2