
Seminggu sudah sejak pertemuannya dengan Stela, kini Vian disibukkan dengan pekerjaannya yang mengharuskan ia terbang ke negara A.
Memang Vian sudah menyuruh Alfa untuk mengatasi masalah yang ada, namun Alfa sedikit kesusahan dan Vianlah yang akhirnya turun tangan.
Sudah satu minggu lebih dua hari Vian berada di Negara A dia sudah merasa bosan, ntahlah padahal dulu Vian tidak akan pernah protes jika disuruh terbanv kesana-kesini yang dia pikirkan hanyalah kerja, kerja, dan kerja, namun itu dulu sebelum dia bertemu dengan Stela gadis yang sudah berhasil memporak-porandakan hati seorang Tuan Muda Aristide.
" Fa, kapan masalah ini selesai?"tanya Vian
" Kalau perkiraan saya mungkin kurang lebih lima hari tuan" jawab Alfa masih tetap fokus menyetir.
" Huffft" Helaan nafas Vian terdengar
( Ada apa sebenarnya dengan tuan ini, kenapa dia aneh sekali biasanya juga kalau pergi untuk urusan bisnis dia tak pernah mengeluh tapi ini kok kayak bukan Tuan, wah wah wah ini pasti ada yang aku lewatkan nih " Batin Alfa)
" Hah, lama sekali aku sudah rindu dengan gadis kecilku itu" gumam Vian pelan namun Alfa masih bisa mendengar tapi tidak terlalu jelas
" Alfa, kita harus cepat selesaikan masalah ini sampai akar-akarnya" Perintah Vian dengan nada datar.
" Baik tuan akan saya usahakan" ujar Alfa
" Kalau bisa jangan sampai lima hari" perintah Vian lagi.
" Akan saya usahakan Tuan" Jawab Alfa.
( heh, enak aja emang gampang apa nyelesaiin masalah ini sendiri, lagi tadi dia bilang sampaj akar-akarnya, Tuan- tuan jika kamu bukan atasanku sudah aku buang kamu" gerutu Alfa dalam hati)
__ADS_1
"Jan menggerutu saya dalam hati" Ucap Vian memejamkan matanya
" Mana saya berani tuan" ucap Alfa cepat.
Percakapan selesai, sepanjang perjalanan yang ada kini hanya kesunyian ditemani dengan deru mobil.
Vian? jan ditanya lagi dia sedang sibuk memikirkan pujaan hatinya.
( Huh, gadis kecil aku rindu padamu kapan kita bisa bertemu lagi gadis kecil ) Batin Vian tersenyum sambil mengingat kejadian saat bersama Stela.
Dilain tempat, tepatnya di Universitas Andalanesia tiga gadis yang baru-baru ini bersahabat terlihat sedang berjalan keluar dari area kampus, karena jam mata pelajaran telah usai.
" Guys gimana kalau kita nongki dulu?" Tanya Stela.
" Hm, boleh juga ide kamu" Jawab Kaila manggut-manggut.
" Terus ,dimana tempat yang asik buat nongki?" tanya stela lagi.
" Gimana kalau kita ke cafe pelangi aja" usul sasha
" Cafe pelangi? itu dimana?" tanya stela.
" Setuju, kamu tenang saja, tinggal ikuti kita aja" seru kaila
" Oke , lets go" teriak stela bersemangat
__ADS_1
Mereka berjalan menuju mobil masing-masing dan melaju ke cafe pelangi.
Sesampainya disana mereka memilih tempat duduk dekat kaca agar bisa melihat pemandangan yang terlihat cantik.
" Mbak" panggil Kaila
" Iya, mau pesan apa?" kata mbaknya
" Kamu mau apa stel?"
" Hm, kau chocolate drink aja" ucap stela tersenyum manis
"Aku mau boba drink" seru Sasha
" Kalau aku samain aja sama dia" Kata Kaila menunjuk sasha
" Baik, mohon ditunggu ya dik" ucap mbaknya.
Saat sedang asik-asiknya bercanda tiba-tiba ada yang menyiram Stela dari belakang.
' Byur'
"Ahhhh," kaget Stela
" Stela" teriak Kaila dan Sasha
__ADS_1
Stela yang tidak tau apa-apa, dia pun berbalik badan untuk melihat siapa yang berani menyiramnya.
Dan.....