My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
36


__ADS_3

Siang ini Vian dan Alfa baru saja tiba di restoran xxx tempat pertemuan nya dengan tuan Frans mungkin disana juga ada anak nya Aurel, Vian sudah sampai dimeja yang sudah disiapkan namun kedua klien nya belum ada yang datang.


" Alfa, dimana mereka?" Tanya Vian


" Mungkin mereka masih dijalan tuan" balas Alfa


" Hm "


Sambil menunggu, Vian sibuk dengan ponselnya dan Alfa jan diragukan lagi ia sibuk dengan pekerjaanya, namanya juga bawahan ya harus tunduk lah ya pada bosnya kalau tidak angka nol direkening terancam berkurang. ( Hiks... tega kali kau bos )


" Tuan, besok kita akan ada perjalanan bisnis diNegara J " celetuk Alfa


" Berapa hari?" tanya Vian


"Sekitar 3hari tuan " jawab Alfa


" Hm "


( Sial, aku harus menunggu selama 3 hari untuk bertemu dengan gadisku huh, tapi itu malah bagus aku bisa memberi kejutan padanya ) batin Vian


Setelah percakapan tadi, tak lama kemudian orang yang ditunggu pun tiba.


" Maaf tuan Vian, sudah membuat anda terlalu lama menunggu" ujar Frans


" Waktu saya berharga, jadi jan buang waktu saya hanya untuk menunggu orang yang tidak penting " ucap Vian datar.


" Maaf tuan, tadi sa- "


" Saya tidak butuh alasan apapun, jadi langsung saja pada intinya !" tegas Vian


Selesai dengan pembahasan mengenai pekerjaan, terlihat seorang pelayan restoran itu sedang berjalan untuk menghidangkan makanan tapi ada sebuah kaki yang menghalangi jalan pelayan tersebut, sehingga makanan yang di bawa tadi tumpah di jas yang dipakai oleh Vian.


'prangg '


" Ahh... maaafff tu-tuan " Kata pelayan tersebut terbata-bata.


" Lo kalau jalan gimana sih ? pake mata dong, kalau ga bisa kerja tuh gausah kerja " Bentak Aurel


" Ma-aaff no-na " Ucap pelayan tadi


Vian yang melihat itu hanya diam dengan muka datarnya, ia juga tahu bahwa itu sudah direncanakan oleh wanita jadi-jadian dihadapannya ini. Vian juga tau bahwa jalan pelayan tadi dihalangi oleh kaki Aurel.


" Aduhh, maaf ya tuan mari saya bantu bersihkan " Kata Aurel dengan senyum manisnya berharap Vian akan terpikat.


Aurel segera mengambil tisu dan mau memegang jas Vian.


" Jauhkan tanganmu !! " perintah Vian namun tak dihiraukan oleh Aurel, malah ia semakin berani memegang jas yang dipakai Vian.


" Jauhkan tangan kotormu itu !! " bentak Vian yang membuat Aurel terlonjak kaget dan segera menjauhkan tubuhnya dari Vian.


" Maaf tuan, saya berniat untuk membantu anda saja " ucap Aurel

__ADS_1


Vian tak menghiraukan apa yang diucapkan oleh Aurel, ia segera saja membuka jas yang ia kenakan dan langsung saja ia buang tepat dimeja yang mereka tempati, tanpa katapun Vian segera berlalu dari sana dengan mood yang begitu buruk. Alfa yang melihat tuannya pergi segera ia menyusul tuannya.


" Maaf tuan saya permisi dulu " Ujar Alfa pada Frans masih dengan sopan walau mukanya terkesan datar


" Iya, tuan Alfa maaf atas kejadian barusan " kata Frans


yang hanya dibalas anggukan oleh Alfa, sedangkan Aurel masih diam mematung ia tak menyangka reaksi yang akan diberikan Vian pada nya.


" Kamu nih bodoh apa gimana sih ha?" bentak Frans pada anaknya.


" Kok papi malah nyalahin aku sih, aku kan mau cari perhatiannya saja pi " Ucap Aurel


" Bodoh, papi kan sudah bilang kalau Vian itu tidak gampang untuk didekati " Ujar Frans


" Dimana salahnya sih pi, buat cari perhatian dia " sahut Aurel kesal pada papinya karena mengatai dirinya bodoh.


" Yang salah itu caramu, jan gunakan cara murahan bodoh " Bentak Frans berlalu pergi


" Hais, awas saja kamu Vian aku akan buat kamu ngemis-ngemis cinta padaku lihat aja nanti " Ucap Aurel.


Berbeda, ditempat lain setelah dari perusahaan AR'GRPUP tadi Stela dan Kaila saat ini berada di cafe pelangi hanya sekedar merilekskan pikirannya dari emosi akibat nenek lampir tadi, tak lupa juga Kaila telah menghubungi adik kesayangannya untuk ikut bergabung.


" Hah, benar-benar tuh ya nenek lampir bikin kesal orang aja " kata Kaila


" Sudahlah Kai, ngapain juga kamu tuh mikiran dia ga baik bagi kesehatan tau " sahut Stela


" Aku? ogah banget mikirin dia kayak ga ada kerjaan banget " Ucap Kaila


" Hah, stel ini tuh namanya emosi tau ga sih emosi " kata Kaila dengan penekanan.


" Ngomong-ngomong, Sasha mana ya kok ga datang-datang " Ucap Stela


"Alah udah deh kamu gausah mikirin Sasha dia udah gede udah tau jalan ga mungkin juga nyasar " kata Kaila cuek seraya meminum minumannya.


" Ck, dasar kaka durjanah " decih Stela namun Kaila nya cuek bebek.


Diluar cafe pelangi tepetnya diparkiran, Sasha baru saja sampai dan segera memarkirkab mobilnya. Setelah dipastikan mobilnya terparkir dengan rapi, ia bergegas keluar dari mobil untuk masuk kedalam cafe. Sasha berjalan tanpa memperhatikan jalannya, ia tak tau jika ada lubang didepannya sehingga ia hampir saja jatuh, namun ada tangan kekar yang memeganginya. Mata mereka bertemu dan jan lupakan jantung mereka seraya berlari maraton.


" Eh " sadar Sasha saat melihat siapa yang menolongnya.


" Em, makasih miko " Ucap Sasha grogi


" Ehm, lain kali hati-hati kalau jalan jan ceroboh aku sudah 3 kali melihat kamu kalau jalan tuh ceroboh " Kata miko, ya pemilih tangan tadi adalah Miko Atmaja ntah kebetulan atau jodoh mereka dipertemukan lagi.


" Ish, siapa juga yang ceroboh aku lagi buru-buru aja " ketus Sasha


" Itu namanya ceroboh bodoh " ucap Miko


" Taulah, aku mau masuk udah ada janji " kata Sasha


berlalu pergi dari hadapan Miko.

__ADS_1


" Kayaknya aku harus periksa kesehatan jantungku " Ujar Miko.


Sasha memasuki cafe dengan tangan memegangi dadanya karena jantungnya yang tiba-tiba berdetak hebat.


" Duh rasanya udah kayak lari maraton " gumam sasha seraya meneruskan jalannya.


*


Hallo, gimana nih kabarnya?


Maaf, banget ya kalau aku update nya lama soalnya aku bingung mau dibawa kemana nih cerita hihihi...


Dahlah ya pokoknya aku usahain deh tetap update !!!


*


Tenang, nih aku kasih vitamin penyegar mata !!


*


*


*



( Miko )



( Vian )



( Alfa )



( Stela )



( Kaila )



( Sasha )



( Aurel )

__ADS_1


__ADS_2