
" terserah apa kata anda tuan yang jel- emhh...ehmm" ucap Stela terpotong karena merasakan benda kenyal yang menyentuh bibirnya.
Stela yang mendapatkan serangan dadakan dari Vian hanya bisa memelototkan matanya pada Vian dan mencoba untuk melepaskan diri namun tenaganya kalah kuat dari Vian.
Vian yang sedari tadi memperhatikan bibir mungil Stela yang terus saja berbicara tanpa henti menjadi tidak tahan ingin merasakan manisnya bibir mungil itu.
Dirasa jika Stela sudah kehabisan napas Vian segera mengakhiri l*m*t*nnya.
" Manis" celetuk Vian
Stela yang masih belum sadar dengan apa yang terjadi seketika tersadar saat mendengar ucapan Vian.
" Huaa kyaaa, dasar mesum" Teriak Stela
" Tapi kamu menikmatinya kan sayang?" goda Vian
" Kamuu, itu my first kiss huaa kembalikan" Teriak Stel lagi
" Hiks mommy bibir anakmu sudah tidak prawan lagi" lanjut Stela.
Vian yang melihat tingkah Stela ingin sekali tertawa namun ia tahan.
" Jadi aku yang pertama nih? tenang saja kamu juga yang pertama kok" Kata Vian tersenyum manis
Stela yang mendengar perkataan Vian seketika merona, namun ia segera menetralkan rasa yang dia alami.
' Huh, Stela jan dengarkan lelaki mesum ini dia hanya menipumu saja, tapi kenapa tadi aku menikmatinya dasar Stela bodoh' Batin Stela meruntuki kebodohannya.
" Hey sayang, kenapa diam apa mau lagi?" goda Vian
" Dasar mesumm!!! " teriak Stela
" Hais, jan teriak-teriak sayang telingaku mau pecah " gerutu Vian
" Bodoamat" cuek stela.
Vian tak membalas lagi ucapan Stela ia hanya diam tanpa melepaskan tatapannya pada wajah cantik Stela dengan rambut berterbangan terkena angin malam.
Vian mengulurkan tangannya untuk menyentuh rambut Stela dan menyingkirkannya agar tidak menutupi wajah cantik Stela.
Stela yang merasakan sentuhan tangan Vian hanya diam berusaha menutupi jantungnya yang lagi lari maraton.
" Cantik" kata Vian pelan namun masih bisa didengar oleh Stela.
Stela yang dipandang Vian terus menjadi salah tingkah dan jan lupakan pipinya yang seperti tomat merah itu.
" Hahaha..." tawa Vian
__ADS_1
"Tuan, anda kenapa?" kata Stela heran melihat Vian tertawa tanpa sebab.
" Itu pipi kamu kenapa? blush on kamu merah bat " ledek Vian dengan sisa tawanya.
" Em... itu, em... aa-kku em...
" Apa sayang, mau alasan apa lagi hem?" Goda Vian
" Ish... udahlah aku mau pulang" Kata Stela seraya berdiri dari duduknya.
" Yaudah ayok" ajak Vian
" Ha, ayok kemana?" tanya Stela
" Lah itu tadi katanya mau pulang ayo aku anterin"
" Ga, gausah aku bisa pulang sendiri" ketus Stela
" Jan membatah nona, ini sudah malam saya tidak mau terjadi apa-apa nantinya" Ucap Vian dingin
Melihat nada bicara Vian yang kembali dingin, Stela bungkam dan menuruti kata Vian daripada harus merasakan hawa-hawa seperti dikutub utara.
»
»
»
" Em, tuan jika nanti tunangan anda tau kalau anda mengantarkan saya, apa dia takkan marah?" ucap Stela gugup
" Berapa kali sudah saya katakan, saya tidak punya tunangan maupun pacar dan saya tidak butuh itu yang saya butuh saat ini adalah KAMU nona STELA CHALONDRA. " Kata Vian yang diakhiri dengan penekanan
" Apa maksud kamu?" tatapan tajam stela tunjukan untuk Vian
" Apa kurang jelas yang aku katakan tadi? aku butuh kamu itu berarti yang aku mau itu kamu dan kamu adalah MILIKKU. Ingat itu " Tegas Vian
" Atas dasar apa kamu mengklaim bahwa aku adalah milikku?" tanya Stela
" Atas dasar ingin memilikimu dan rasa yang timbul saat pertama kali melihatmu saat itu juga aku sudah mengklaim kamu sebagai gadisku, hanya milikku dan aku tidak akan biarkan siapapun menyentuh milikku." Kata Vian
" Dasar gila" Ucap Stela
" Aku akan gila jika itu menyangkut apa yang sudah aku miliki" Kata Vian
Tak terasa mobil yang dikendarai Vian telah sampai dihalaman Mansion Chalondra.
Stela langsung saja membuka pintu mobil dan melangkah keluar namun sebelum itu, stela mengucapkan terimakasih kepada Vian.
__ADS_1
" Terima kasih tumpangannya dan saya harap kita tidak bertemu lagi" itu yang dikatakan Stela pada Vian.
Vian yang mendengar itu jelas tidak suka, ia hanya bisa menahan amarahnya tidak mungkinkan dia melukai gadisnya ya itu tidak mungkin dan tidak akan terjadi.
" Mau menjauh dariku nona, kita lihat apa yang akan aku lakukan" seringai kecil muncul diwajahnya.
' Drettt...dretttt...drettt...' ponsel Vian berdering
" Hallo,"
( ... )
" Aku sibuk"
( ... )
" Ck, oke dimana"
( ... )
"Hm"
'Tut...tut...tut '
Sementara dilain tempat tepatnya disebuah club malam terlihat seorang wanita yang sedang melampiaskan amarahnya bersama dengan kedua sahabatnya.
" Dasar j*l*ng, berani bat dia deketin Vian emang dia pikir dia siapa hah... hahaha..." Ucap wanita itu yang tak lain adalah Aurel bersama kedua temannya tadi.
Setelah dari restoran tadi, mereka langsung menuju club malam yang biasa mereka jadikan tempat untuk melampiaskan amarahnya untuk sekedar minum maupun menuntaskan birahi.
" Sudah rel, lo udah terlalu banyak minum gua ga mau nolongin lo nanti" kata Rina
" Ahh bacott" Kata Aurel dengan kesadaran yang semakin mengurang karena kebanyakan minum.
Tak lama itu terlihat empat orang pria mendekat kearah mereka.
" Hallo, girls mau kita temenin?"Kata salah satu dari mereka
" Eh hai, iya silahkan duduk" ucap Lisa
" Hai cantik, keliatannya kamu banyak pikiran ya? mau aku bantu?" Ucapnya pada Aurel.
" Hahaha siapa kamu? wow kamu lumayan ganteng juga hahaha..." tawa Aurel
Sedangkan, Lisa dan Rina yang melihat Aurel seperti itu hanya menggelengkan kepala saja karena mereka sudah tau pasti ujung-ujungnya berakhir diatas ranjang.
" Wah aku tersanjung dengan pujian kamu cantik, kalau begitu ayo" Ajak Pria tadi pada Aurel.
__ADS_1
" hahaha..." Hanya tawa yang Aurel berikan sebagai jawaban namun ia juga mengikuti langkah pria tadi,