My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
23


__ADS_3

"Au... duh"ringis seseorang


" Eh aduh, maaf ya aku ga sengaja sini aku bantu"ucap Miko


" Duh... gimana sih kalau jalan tuh liat-liat kenapa sih, jan fokus handphone aja" sewot seseorang tadi.


" Iya, deh maaf ya" kata Miko sambil membantu orang tadi berdiri.


Orang yang ditabrak Miko tadi sudah berdiri dan masih membersihkan bajunya, Miko tidak bisa melihat wajahnya karena terhalang rambut, ya orang yang ditabrak Miko adalah seorang gadis.


Seketika orang itu mendongakkan kepalanya, tatapannya bertemu langsung dengan Miko sesaat mereka mengagumi satu sama lain.


" Imut" batin Miko


" Tampan" batin orang itu bersamaan dengan Miko


" Hem, eh maaf apa ada yang sakit?"tanya Miko mengakhiri kontak mata dengan gadis yang ada didepannya.


" Eh... udah gapapa kok kak" ucap gadis itu.


" Oh...ya kenalin aku Miko, dan maaf tadi udah nabrak kamu" Ujar Miko dengan senyum menawannya yang biasa ia gunakan untuk menarik gadis-gadis diluar sana.


" Aku Sasha kak" menyambut uluran tangan Miko.


" Ka-" Ucapan Miko terpotong karena ponselnya berdering, jadi mau tak mau Miko harus mengangkatnya dan tak menyadari jika gadis tadi sudah pergi.


Ya orang yang ditabrak Miko tadi tak lain dan tak bukan adalah Sasha adik dari Kaila sahabat Stela.

__ADS_1


Saat itu Sasha sedang ada janji dengan teman kuliahnya untuk mengerjakan tugas yang diberikan dosen dicafe yang sama dengan Miko.


Waktu Miko mengangkat telpon tadi Sasha mendapat pesan dari teman kuliahnya untuk segera datang, jadi niat Sasha mau berpamitan dengan Miko, ia melihat bahwa Miko sedang sibuk dengan handphonenya.


" Kam- lah kemana dia?" ucap Miko saat menyadari bahwa gadis yang ditabrak tadi sudah menghilang dari hadapannya.


" Ck, sial kan gagal aku kenalan ini semua gara-gara asisten ga ada akhlak itu" gerutu Miko


"Sasha...nama yang cantik secantik orangnya, semoga kita bisa bertemu lagi cantik" Ucap lirih Miko dan segera melanjutkan jalannya keluar dari cafe.


*Di Negara A


Vian telah selesai dengan pekerjaannya dan kini ia sudah berada dikamar apartemen. Saat ini ia sedang duduk sambil memandangi handphonenya berharap pujaan hatinya akan menelpon balik.


" Ck, kemana dia lebih baik aku mandi dulu mana tau nanti dia telpon balik" Ucap Vian


Hampir 1jam Vian berada di kamar mandi, ia pun keluar untuk memakai pakaiannya sekiranya sudah rapi Vian segera mengambil handphonenya dan melihat apakah ada telpon masuk dari gadisnya, namun itu hanya mimpinya terbukti bahwa tak ada sama sekali tanda-tanda sang gadis menelpon.


"argghh... bisa gila aku, lebih baik aku coba telpon lagi" Frustasi Vian dan ia akan mencoba untuk menelpon gadisnya, saat akan menekan tombol panggil terdengar pintunya diketuk dari luar.


" Ck,sial"umpat Vian berjalan membuka pintunya dan terlihatlah muka asistennya dengan tampang tanpa dosa, yang membuat Vian jadi sebal.


" Apa?" Ketus Vian


" Maaf tuan, ini sudah waktunya untuk makan malam" Ucap Alfa


" Ck, mengganggu saja" gerutu Vian yang masih kesal

__ADS_1


" Minggir" Bentak Vian


Alfa yang melihat tuannya berada dalam mood tidak baik hanya bisa mengerutkan keningnya merasa heran kenapa tuannya tiba-tiba jadi aneh begitu padahal tadi masih baik-baik saja dan anehnya lagi dia yang jadi korban pelampiasan kemarahaannya.


( Apa salah saya Tuhan? kenapa Engkau kasih hamba bos yang kadar kewarasaannya semakin lama semakin menurun) Batin Alfa sambil melihat tuannya yang berjalan lebih dulu.


Vian yang menyadari Alfa masih mematung ditempat menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


" Hei, asisten kaga ada otak apa kau masih mau berdiam diri disana?" teriak Vian masih kesal


Alfa yang mendengar teriakan tuannya segera berjalan menyusul tuannya.


"Maaf tuan" ucap Alfa setelah sampai dibelakang tuannya.


" Dasar lemot" ejek Vian dengan nada yang masih kesal.


Alfa yang mendengar itu hanya bisa mengelus dadanya mencoba untuk sabar.



( Miko Admaja)



(Vian yang sedang kesal)


__ADS_1


(Alfa dengan tatapan yang sulit diartikan)


__ADS_2