My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
16


__ADS_3

Didalam mobil tak ada yang membuka pembicaraan Vian hanya fokus menyetir sekali - kali melirik gadisnya itu, beberapa kali mata keduanya bertemu dengan segera Stela memalingkan wajahnya menatap pemandangan, Vian yang melihat itu hanya tersenyum geli.


" Ehm" Deheman Vian menyadarkan lamunan Stela.


" Apa" Jutek stela karena masih grogi dengan apa yang Vian katakan tadi di parkiran butik.


" Tidak ada" jawab datar Vian


"Ish ga jelas banget sih dasar muka datar"sinis Stela mencebikkan bibirnya.


" Apa? cuma kamu ya, yang bilang muka tampan aku ini muka datar emang kamu ga kenal aku heh nona STELA CHALONDRA?" Ucap Vian dengan menekan nama Stela.


" Hah, kok kau bisa tau namaku?" tanya Stela mendelikan matanya.


" Apa yang tidak aku ketahui tentang dirimu sayang,hm" seringai tipis muncul dibibir Vian.


" Sayang, sayang mata kau"ucap Stela.


" Iya sayang, kamu tau sayang jik-" ucap Vian dipotong oleh Stela


" Apa" garang stela.


Vian yang melihat itu hanya bisa tersenyum, Stela yang baru melihat senyum Vian sesaat dia terpana namun dengan segera dia membuang mukanya .

__ADS_1


"Kamu tau aku sudah berjanji pada diriku jika aku bisa bertemu denganmu lagi,maka kamu harus jadi milikku" kata Vian.


" Mimpi kau ketinggian Tuan" ucap Stela karena gugup Vian berkata seperti itu.


( Duh ini orang kok ngomong gitu sih, bikin jantung gua deg- degan aja.) Batin Stela menggigit bibir bawahnya.


" Ya, mimpi itu akan jadi kenyataan sayang dan aku akan berusaha mewujudkan itu"Ucap Vian penuh penekanan.


" Terserah anda tuan yang terhormat" ucap malas Stela.


" Sayang bisakah kamu memanggilku dengan namaku saja jan pakai tuan" seru Vian


" Kau ini kenapa coba tiba-tiba banyak bicara, tadi aja datar kayak jalan tol tuh muka, sekarang kok cerewetnya melebihi seorang wanita" sewot Stela.


" Itu karena kamu sayang, kamu yang sudah membuat aku terus kepikiran" Ucap Vian lagi membuat Stela makin salah tingkah.


Tak terasa mobil yang dikendarai Vian telah sampai di halaman Universitas Andalanesia. Stela bergegas keluar dari mobil tanpa mengucapkan satu patah katapun.


Setelah Stela keluar Vian segera melajukan mobilnya menuju perusahaan, didalam mobil Vian senyum-senyum sendiri seperti orang gila mengingat tingkah Stela yang nampak menggemaskan dimatanya.


Dilain tempat, Aurel kini sudah sampai diperusahaan sang papi ia segera berjalan menuju ruang papinya.


' Brak' Aurel membuka pinti dengan keras sehingga mengagetkan Frans. Frans ingin memarahi siapa yang berani masuk ruangannya tanpa ketuk pintu dulu, tapi setelah mengetahui jika itu putri kesayangannya marahnya seketika luntur.

__ADS_1


"Papi" Seru Aurel berlari memeluk papinya dengan hati yang masih menyimpan emosi.


" Loh sayang kenapa,ada apa hm?" tanya Frans mengelus pelan rambut putrinya. Dia bingung mengapa putrinya datang dengan wajah memerah.


" Papi, kata papi Tuan Muda Aristide tidak pernah dekat dengan wanita" ucap Aurel menatap manik mata papinya.


" Iya sayang, menurut gosib yang beredar begitu bahkan ada yang mengira jika Tuan Muda Aristide itu adalah seorang guy karena dia selalu bersama dengan Asistennya itu" Kata Frans


"Tapi pi, tadi Aurel bertemu dengannya di butik dan apa papi tau, dia bersama dengan seorang wanita" Adu Aurel manja.


" Apa yang kau katakan sayang?" tanya Frans sekali lagi untuk memastikan yang dia dengar benar.



(Senyum Vian yang menggoda Iman)


*Awokawok thor... thor matamu kalau liat orang tampan lewat beuhhh* Ledek Vian


* Apa lu sirik aja jadi orang*


* Ga ya thor, ngapain aku sirik ama situ aku aja tampan rupawan* Kata Vian


* Iyalah tampan kan lu gua yang nyiptain *

__ADS_1


* Lah gua yang buat iya mak, bapak gua lah thor bibit berkualitas nih* sombong Vian


*Serah lu dah*


__ADS_2