My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
31


__ADS_3

Suara dentum musik yang begitu keras terdengar ditelinga seorang pria gagah nan tampan itu, ia tampak sedang berjalan memasuki area terlarang bagi dirinya namun karena sahabatnya itu ia harus memasuki area terlarang yang tak lain adalah sebuah club malam terbesar dinegaranya.


Mata wanita-wanita yang berada diclub itu masih setia memandang pria yang tampan itu, iya siapa yang tak kenal dengan ARISTIDE KEANO FAVIAN pengusaha muda terkenal seasia bahkan dunia pewaris tunggal keluarga Aritide. Banyak sekali wanita yang ingin mendekatinya namun secara terang-terangan ia akan menolak bahkan mengusirnya secara tidak sopan.


Vian terlihat sedang mencari keberadaan sahabat satu-satunya itu, sembari mengusir wanita yang coba-coba mendekati dirinya.


' Huh dasar *****' gumam Vian


Tut...tut...tut...


" Hallo" Terdengar jawaban dari sana


" Kamu dimana?" tanya Vian


" Ruang VVIP"


tut...tut...tut...


tanpa menjawab Vian langsung mematikan panggilan telponnya dan bergegas menuju ruang VVIP


Sesampainya disana ia meliat sahabatnya itu sedang dikerubungi oleh para wanita-wanita seksi namun tidak baginya ia sungguh merasa muak dan risih.


" Hai brother" kata pria itu


"Hm, ada apa kamu menyuruhku kesini?" tanya Vian malas


" Tidak apa, hanya ingin bertemu saja" jawab pria itu acuh


" Kamu membuang waktuku yang berguna Miko" ucap Vian sambil meminum wine yang ada didepannya.


" Hahaha... ayolah sekali saja kita bersenang tanpa harus melihat banyaknya tulisan yang membuat mataku sakit melihatnya." Kata Miko, ya pria yang ditemui Vian adalah Miko Atmaja.


"Hm" Dehem Vian dengan terus meminum winenya.


Sebenarnya Vian adalah peminum minuman alkohol setiap kali ia merasa penat setidaknya satu botol ia akan meminumnya, namun bukan sembarang jenis wine yang akan ia minum tak segan-segan ia mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli minuman itu. Namun yang perlu diketahui Vian tidak pernah mau bermain dengan yang namanya wanita bukan tidak normal tapi dia hanya jijik dan takut dengan penyakit kelamin. Berbeda dengan Miko, ia hanya mendekati wanita namun bukan untuk ditiduri walaupun ia seorang playboy tapi ia juga tahu batasannya.


" Ngomong-ngomong siapa gadis cantik yang kamu bawa tadi?" tanya Miko penasaran

__ADS_1


" Kekasihku"ucap singkat Vian


" Whatt, itu beneran? wow gila kamu sudah selangkah kedepan dari ku"


" Bukannya dari dulu emang kamu dibawahku?" kata Vian dengan nada mengejek


" Sialan kamu, tapi beneran itu tadi?"


" Apa mukaku kelihatan bercanda?" ucap Vian


" Ck, siapa yang tau mukamu kan emang begitu dasarnya datar " ujar Miko


" Terserah" acuh Vian


Malam itu mereka menghabiskan waktunya untuk sekedar bercanda dan minum saja, kalian tanya dimana wanita yang tadi bersama Miko jawabannya ialah mereka sudah diusir oleh Miko saat mengetahui Vian sudah datang karena Miko tau bagaimana sifat sahabatnya itu.


Dilain tempat,


Stela saat ini sedang berada didalam kamarnya setelah tadi Vian mengantarkannya pulang ia belum melakukan apapun.


" Dasar gila, semoga aku tidak bertemu lagi dengan pria itu"


Stela berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, cuma butuh waktu 30 menit ia ia telah menyelesaikan mandinya. Stela keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju walk in closet untuk berpakaian. Stela yang telah siap dan rapi, segera membaringkan tubuhnya diranjang.


" Huaa... mommy bibir anakmu sudah ternoda hiks..." teriak stela saat mengingat kejadian ditaman tadi dengan Vian. Untung saja kamar Stela kedap suara kalau tidak sudah terdengar teriakan Stela sampai bawah.


" Bodoh kamu Stela ngapain tadi kamu juga menikmatinya, ahh kan malu" gerutu stela sambil menutup wajahnya menggunakan bantal.


Drtttdrtt... dering ponsel Stela.


" Kaila mau apa dia telpon?" gumam Stela


" Iya, hallo Kai" ucap Stela


( Stela, apa tugas kamu buat besok sudah selesai? )


"Ha? tugas yang mana, emang ada tugas ya kok aku ga tau sih?" kata stela menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal itu.

__ADS_1


(Astaga anak ini, coba kamu lihat dulu deh )


" Hais, iya-iya merepotkan kenapa harus ada tugas segala sih ga tau apa orang lagi capek" gerutu Stela


(Sudahlah itukan nasib lu suruh siapa lu ga ingat )


" Namanya juga ga ingat ya jelas lupa lah " ucap Stela


( sama aja ogeb )


" Bodo "


tut...tut...tut... panggilan terputus


" ahh Stela...stela kenapa juga sih kamu ga ingat kalo ada tugas kan gini nih jadinya"


" Gara-gara ketemu ama pria nyebelin tadi aku terus saja sial "


" Hiks... hais udahlah biar cepat selesai, semangat Stela"


Lain halnya dengan Stela, Aurel kini sedang melakukan aktivitas bersama dengan pria yang tidak ia kenali ntahlah mungkin ia sedang dibawah pengaruh alkohol atau memang sedang nafsu.


Dengan semangat Aurel terus menerus melakukan aktivitasnya tanpa henti, keringat sudah membasahi tubuh mereka, erangan yang keluar dari mulut mereka bagai musik yang mengalun mengiringi kegiatan yang mereka lakukan.


Ia tidak tau saja bahwa saat ini ia dan Vian berada dalam satu tempat yang sama, bisa saja ia melakukan hal untuk bisa menjebak Vian, namun ia begitu bodoh dan yang dipikirannya hanya meluapkan amarah dihatinya dengan berburu keringat mungkin itu sudah biasa ia lakukan.


Hallo guys, maaf nih ya baru update aku karena kemarin aku tidak enak badan selama 3 hari.


Dan juga aku sedang membuat karya baru, jadi pikiran aku lagi bercabang. Tunggu aja karya aku selanjutnya ya !!


Maapkan, kalau ceritanya ga jelas aku hanya mengikuti alurnya saja.🙏🙏🙏



( Vian)


__ADS_1


( Miko)


__ADS_2