
Kamu adalah TRAUMA yang harus aku lupakan,
tetapi sialnya rindu itu selalu datang
(~RS )
Hallo semua, gimana lanjut ga nih?
Huh sabar ya semua, aku baru pertama kali ini mencoba untuk buat nulis novel online, jadi harap maklum ya soalnya aku juga butuh inspirasi dari cerita ini.
Kita lanjut ga? lanjutlah masa engga
Awokawok
Saat ini di sebuah kamar seorang gadis terlihat sedang fokus dengan novel yang ada di tangannya dengan punggung yang bersandar pada ranjang sambil mendengarkan musik dihandphonenya.
Tiba-tiba saja ponselnya berdering dan itu mengganggu aktivitasnya. Diliatnya layar handphonenya terlihat sebuah nomor tanpa nama yang menelponnya.
" Ish... siapa sih kok ga ada namanya, udahlah biarin aja paling juga orang ga ada kerjaan." Kata Stela sambil melanjutkan membacanya.
Diseberang sana seorang pria nampak juga sedang kesal karena telponnya diabaikan oleh gadisnya.
" Awas saja kamu gadis nakal beraninya mengabaikan telponku." Ujar Vian
__ADS_1
Vian mencoba menghubungi lagi,lagi, dan lagi sampai telponnya diangkat. Setelah ketiga kalinya barulah telponnya diangkat oleh gadisnya.
" Hah... akhirnya kamu mengangkat telponku juga gadis nakal" kata Vian sesaat telponnya diangkat oleh gadisnya.
Sedangkan dikamarnya, Stela merasa kesal dengan handphonenya yang terus saja berbunyi karena kesabarannya sudah diambang batas ia pun mengangkat telpon dari orang yang tidak diketahui namanya itu.
"Hah... akhirnya kamu mengangkat telponku juga gadis nakal" terdengar suara dari seberang sana.
Stela yang mendengar itu hanya mengernyitkan dahinya tanda bingung dengan siapa yang menelponnya.
" Hallo ini siapa ya? kok nomor kamu gaada di handphoneku?" tanya Stela.
" Apakah kamu tidak mengenaliku gadis nakal?" tanya suara dari seberang sana.
" Hei... jan macam-macam ya kamu, emang siapa kamu sih aku beneran gatau"ucap Stela
" Coba kamu ingat-ingaf lagi sayank, apa kamu juga tidak mengenali suaraku?" tanya dia lagi
" Sayank palamu, eh tapi tunggu kayaknya aku pernah dengar suara kamu deh, ohhh kauu..." teriak stela saat mengetahui siapa yang menelponnya.
" Aduhh sayank jan teriak-teriak udah malam" seru Vian saat mendengar Stela berteriak.
" Kau dari mana kau dapat nomorku hah?" tanya Stela
__ADS_1
" Semua informasi yang ada pada dirimu sudah aku ketahui sayank" ucap Vian dengan nada yang terlihat lembut.
" Mau apa kau ha?" bentak Stela
" Ssstt tenang sayank, pelankan suaramu bisa rusak gendang telingaku ini mendengar suara cemprengmu itu" kata Vian mengejek
" Apa kau bilang tadi? dasar pria menyebalkan,.gaada waras- warasnya,dasar gila" gerutu Stela, namun Vian disana mendengar gerutuan Stela hanya biasa tersenyum dan membayangkan wajah kesal Stela.
"Tenang sayank aku hanya rindu padamu dan memastikan bahwa kamu baik-baik saja"kata Vian lembut.
" Aku akan baik-baik saja jika kau tidak mengrecoki hidupku, kau tau sejak aku dekat dengan kau hidupku jadi kacau sama saat seperti nenek lampir itu yang tiba-tiba menyiramku ini semua pasti gara-gara kauukan "omel Stela.
Vian yang mendengar Stela mengomel awalnya tersenyum namun saat Stela mengatakan nenek lampir, Vian mengeraskan rahangnya dan mendengarkan seksama cerita stela.
Stela yang berbicara panjang dan lebar, kini ia mulai kesal saat tak mendengar jawaban dari sang penelpon, Ia pun memutuskan panggilan sepihak.
Disana Vian yang menyadari jika telponnya terputus ia segera mencari tau apa yang terjadi pada gadisnya sehingga mengakibatkan gadisnya marah-marah.
Vian segera menyuruh Alfa untuk menyelidiki apa saja yang dilakukan gadisnya hari ini, tak perlu diragukan lagi kemampuan Alfa dalam merentas CCTV, sebenarnya Vian juga bisa tapi prinsip Vian buat apa susah-susah mengerjakan sendiri jika kita masih ada orang yang bisa kita suruh buat mengerjakan toh juga kita gaji. Itulah prinsip hidup Vian, jika orang yang disuruhnya sudah tidak bisa mengerjakan maka ia sendiri yang akan turun tangan. Biasalah Sultan Mah Bebas.
(Vian saat mendengar sang gadis mengomel)
__ADS_1
(Stela yang sedang kesal)