My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
32


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian ditaman itu Vian dan Stela belum pernah bertemu lagi. Mereka disibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing. Vian yang sibuk dengan pekerjaannya dan Stela yang sibuk dengan kuliahnya karena sebentar lagi ia akan magang ,namun ia tak mau manggang diperusahaan orang tuanya alasannya ia ingin mandiri dan juga tak mau nantinya ia diperlakukan istimewa.


Stela sedang mengajukan permohonan magang di perusahaan AR'GROUP yang tak lain adalah perusahaan Vian ia tak tau jika perusahaan itu milik Vian jika ia tau mungkin saja ia tak akan pernah mengajukan permohonan magang diperusahaan itu.


" Stel, kamu sudah menentukan dimana akan mengajukan permohonan magang?" tanya Kaila


Mereka saat ini sedang berada dicafe X setelah tadi pulang dari kampus. Tak jauh dari mereka Vian, Miko, dan Alfa sedang melaksanakan meeting kerjasama antara perusahaan Vian dan Miko, kenapa kok meeting dicafe? jawabannya karena taulah otak gila seorang Miko Atmaja.


Tempat duduk mereka hanya berjarak satu meja saja, Stela tak menyadari jika ada Vian disana karena duduk Stela membelakangi Vian, berbeda dengan Vian sejak Stela memasuki cafe dan duduk ia terus memperhatikannya sesekali mendengar apa yang dikatakan Miko.


" Hm, sudah aku mau mengajukan permohonanku diperusahaan AR'GROUP." Ucap Stela terdengar oleh Vian


' Oh jadi, gadisku mau magang diperusahaanku' Batin Vian tersenyum mendengar itu.


" Stel kamu serius? itu perusahaan nomor 1 seAsia loh" kata Kaila


" Apa salahnya kita coba dulu, kalau kita gagal ya tinggal kita ajukan keperusahaan lainnya kan bisa" jawab acuh Stela.


" Kenapa kamu tidak magang diperusahaan daddy kamu saja sih?" tanya Kaila


" Aku mau usaha dengan kemampuanku sendiri tanpa melibatkan orang tua " kata Stela


" Oh, gimana kalau aku ikut kamu ya mengajukan di perusahaan AR'GROUP ?" tanya Kaila


" Kita coba saja dulu, semoga ya berhasil" Ucap Stela


" Ish, enak ya kalian sudah mau magang" Seru Sasha


" Kenapa emang?" Tanya Stela


" Ya pasti akan menyenangkan tidak perlu repot memikirkan tugas-tugas kampus yang melelahkan dan memporak-porandakan pikiran " Celetuk Sasha asal seraya memelaskan mukanya.

__ADS_1


" Enak gundukmu, malah kita akan menguras otak" Seru Kaila


" Ya benar itu," ucap Stela membenarkan perkataan Kaila.


" Eh tapi ya Stel dengar-dengar dari orang CEO perusahaan itu dingin bat tau" ujar Kaila


" Masa bodohlah palingan juga kita akan jarang ketemu sama CEO perusahaan itu secara kan kita anak magang, belum tentu juga CEO kita nanti akan turun tangan langsung biasanya juga kalau lihat-lihat perusahaan lain yang turun tangan pasti orang kepercayaannya." Kata Stela


" Bisa jadi sih" Ucap Kaila


" Bentar deh tadi kalian mau magang dimana? "


"AR' GROUP" kata Stela dan Kaila


" What, jadi kalian ga tau siapa CEO AR'GROUP itu?" tanya Sasha tak percaya


" ga dan tak penting juga" Acuh Stela


" Apaan sih kamu Sha, kenal dan lihat orangnya juga ga pernah" ucap Stela


" Kamu beneran ga tau atau lupa sih stel?" tanya Sasha lagi


" Gatau"


" Udahlah lebih baik makan aja daripada bahas yang ga penting juga" Lanjut Stela saat melihat makanan yang mereka pesan sudah datang.


Dari meja sana Vian mendengar semua obrolan dari gadisnya dan temannya itu tersenyum sendiri mendengar bagaimana jawaban dari Stela saat ditanya tentang CEO Perusahaan AR'GROUP ia tak menyangka jika gadisnya itu tidak tahu siapa dirinya tapi ia juga senang jadi ia akan membuat kejutan untuk gadisnya nanti. Ia ingin melihat reaksi gadisnya pasti wajahnya akan sangat menggemaskan, membayangkan saja ia sudah senyum - senyum sendiri dan itu tak luput dari penglihatan Miko dan Alfa.


Miko melirik pada Alfa dan menanyakan lewat isyarat apa yang terjadi pada Vian, itulah arti dari isyarat Miko. Alfa hanya mengedikkan bahunya tanda tak tahu.


" Hei brother kamu jan gila dulu, tunggu dulu aku nikah" Celetuk Miko bergidik ngeri saat melihat Vian senyum -senyum sendiri.

__ADS_1


" Siapa yang gila?" tanya Vian menajamkan matanya


" Lah kamu terus tadi kenapa senyum-senyum sendiri?" Ucap Miko


Vian hanya menaikkan salah satu alisnya tanpa berniat menjawab pertanyaan yang dilontarkan Miko.Miko yang melihat itu hanya mendengus kesal tanpa protes karena ia sudah tau jika Vian seperti itu tandanya ia tak mengerti apa yang dikatakannya jadi lebih baik ia diam daripada harus meladeni Vian.


" Ah sudahlah aku mau ketoilet dulu" Kata Miko beranjak dari duduknya dan berjalan menuju toilet.


Saat ia akan keluar dari toilet tak sengaja ia menabrak seseorang.


"Aduhh..." ringis orang itu


" Maaf, anda tidak apa-apa nona?" Tanya Miko membantu orang itu berdiri.


" Kamu " Ucap mereka bebarengan


" Ehm, maaf nona saya sudah dua kali tak sengaja menabrak anda" Ucap Miko


" ah tidak apa-apa tuan"


" Ehm boleh saya tau nama anda nona, perkenalkan saya Miko" kata Miko mengulurkan tangannya.


" Saya Sasha" Ujar Sasha membalas uluran tangan dari Miko.


( Tadi ketika Miko ingin ketoilet bersamaan dengan itu Sasha juga ingin ketoilet. )


" Kalau begitu saya permisi tuan" Ucap Sasha tersenyum dengan manisnya.


" Ah iya, silahkan nona" Kata Miko


Miko masih memperhatikan punggung Sasha yang berjalan menjauhinya.

__ADS_1


" Sasha, nama yang cantik secantik orangnya apalagi senyumnya itu sangat manis" Gumam Miko seraya tersenyum dan melanjutkan jalannya.


__ADS_2