My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
44


__ADS_3

Setelah obrolan singkat yang terjadi tadi mereka semua segera kembali ke meja kerja masing-masing karena jam sudah menunjukkan waktu kerja dimulai.


Stela terlihat begitu serius dalam mengerjakan pekerjaannya ia tak ingin ada kesalahan dan mengakibatkan buruknya nilai yang akan dia peroleh dari hasil magang. Begitu pula dengan Kaila.


" ehem, serius kali Stel " celetuk Dika memecahkan keheningan didalam ruangan namun pandangan mata tetap fokus pada layar komputer didepannya sambil sesekali melirik kearah Stela.


" Ssssttt lu brisik banget sih, dik " balas Sella


" Ye... ngapain dih lu sewot amat wong aku nanya stela " sewot dika


" Haiss, kalian berdua nih ganggu orang lagi kerja aja bisa ga sih tu mulut direm dulu " kesal Lula, yang dibalas cengengesan oleh keduanya, sedangkan Stela hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis dan mereka kembali mengerjakan pekerjaan nya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan siang hari dan perut pun sudah berbunyi tanda waktunya perlu diisi.




Disisi lain Vian saat ini sedang bersiap untuk pergi kekantor sesuai dengan yang dia ucapkan tadi kepada kedua orang tuanya bahwa ia akan pergi kekantor waktu siang dengan dalih banyak perkerjaan yang harus ia selesaikan sekarang juga, namun itu hanyalah bualan semata dari mulutnya tidak dengan niatan hatinya yang sudah tak sabar untuk segera bertemu dengan gadis yang telah ia klaim sebagai miliknya itu.


" Hm, pakai dasi yang mana ya cocoknya " Ucap Vian kebingungan seraya memilih-milih dasi yang akan ia kenakan. Ini bukan seperti dirinya saja padahal biasanya ia tidak pernah sekalipun memikirkan penampilannya, namun kali ini ntah ada angin dari mana ia jadi ingin berpenampilan perfect walau setiap hari apa yang ia kenakan pasti akan terlihat cocok ditubuhnya.


" Hah ini, aja deh kayaknya lebih keren dan cocok " ucapnya lagi sambil memasak dasi dilehernya.


" Oke, siap "

__ADS_1


Vian yang telah selesai bersiap itu segera keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga, berlalu menuju garansi mobil.


Kok ga pamitan sih sama orang tuanya?


Eits... ada yang inget ga di episode sebelumnya aku udah kasih tau ya kalau kedua orang tua Vian ada janji sama kedua orang tua Stela jadi dah ngerti kan sekarang...


* Back To Topick


Setelah Vian memasukki mobil, ia segera menjalankan mobilnya menuju Perusahaan A'R Group, mobil melaju dengan kecepatan yang sedang mengingat padatnya kota Jakarta apalagi waktu jam makan siang.


Di Perusahaan kini Stela bersama keempat teman satu devisinya sedang berada di area kantin untuk menikmati makan siang, sesekali mereka tertawa, dan itu mengundang sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan tajam yang sulit diartikan, namun mereka tak menyadari itu.


" Hahaha... gila kamu " tawa Sella


" Enteng banget yah tuh mulut kalau ngomong "ketus Dika


" Huh, sungguh melelahkan kak, tapi okelah menyenangkan juga" jawab Stela seraya tersenyum


" Nanti kalau ada apa-apa yang engga kamu ngerti, kamu bisa tanyakan pada kita - kita ini. " tawar Lula


" Ho'oh bener banget apa kata Lula" Ucap Sella membenarkan ucapan Lula


" Iya stel, kamu jangan sungkan deh " kata Dika


" Hm, thanks kalian semua udah baik kepadaku, tapi untuk saat ini belum ada mungkin besok-besok " balas Stela.

__ADS_1




Sementara dibelahan bumi lain terlihat sepasang pasangan paruh baya sedang membicarakan masalah serius sesekali teriak-teriak jikalau mengenang masa-masa pitih abu.


" An, gimana nih kelanjutan perjodohan kita yang dulu jadi ? " tanya Elin


" Ya harus jadi dong Lin, masa ga jadi sih kamu tenang aja" jawab Anna


" Tapi , An gimana nanti dengan mereka apakah mereka setuju ya ? " tanya Elin lagi


" itu urusan belakangan yang penting sekarang kita lanjut senang - senang " ajak Anna


*


*


*


Hai apa kabarnya nih ?


Usahakan Like, Coment, and Share ya... biar aku semangat nulisnya.


Dan jangan lupakan tambahkan novel ini kedaftar favorit agar kalian tau kalau ada yg terbaru dalam novel ini.

__ADS_1



__ADS_2