My Husband Is CEO Dingin

My Husband Is CEO Dingin
04


__ADS_3

Setelah memastikan nona mudanya masuk kedalam mobil mang jajang segera melajukan mobilnya menuju mansion keluarga Chalondra.


Didalam mobil hanya ada keheningan Stela terlalu fokus mengamati pemandangan dalam perjalanan


( semuanya sudah nampak berbeda, bangunannya juga sudah baru-baru" batin Stela)


" Ehm, mang bisa tidak nanti kita mampir dulu di restoran saya mau makan siang dulu"ucap Stela


" Baik Non" seru mang jajang


*Perusahaan AR'GROUP*


Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, namun Vian masih tetap fokus dengan pekerjaan nya sampai melupakan jam makan siang.


' Tok,tok,tok'


" Masuk..." jawab Vian masih terus fokus dengan berkas yang ada dihadapannya.


" Maaf Tuan, sekarang sudah jamnya makan siang, apa tuan mau makan dikantor?"Tanya Alfa


" Ehm, kita cari restoran saja!" jawab Vian tanpa mengalihkan padangannya dari berkas dihadapannya.


" Baik, mari Tuan kita makan siang dahulu," seru Alfa


" Hm"


Mereka segera bergegas keluar dari kantor tanpa memperdulikan pandangan mata yang menatap mereka dengan kagum.


Alfa segera bergegas mengambil mobil dari parkiran dan melajukannya menuju dimana tuannya berada.


Didalam mobil hanya ada keheningan Alfa yang fokus menyetir, sedangkan Vian yang terlalu asik memandang padatnya kota Jakarta


" Maaf Tuan, kita mau makan direstoran mana?" suara Alfa memecahkan keheningan didalam mobil itu.


" Kita kerestoran F'S saja" jawab Vian dengan nada datarnya

__ADS_1


" Baik Tuan,"


Alfa segera melajukan mobilnya menuju tempat yang di maksud oleh tuannya


Sekitar 30 menit perjalanan mereka sudah sampai menuju Restoran F'S. Alfa bergegas membukakan pintu untuk tuannya dan mereka berjalan memasuki restoran dengan tatapan dinginnya, namun mampu membius kaum hawa


'Brukk'


" Auhhh, ststt siapa sih yang naruh tembok disini?" ujar gadis yang mengaduh


" Makanya kalau jalan tuh pake mata!!" suara berat Pria


" Hah" wanita tadi melongo seketika dia mendongakkan wajahnya menatap orang yang berbicara dengannya


'Deg'


Tatapan mereka terkunci. Ya orang yang tabrakan tadi adalah Vian dan Stela.


Mereka saling menatap dengan tatapan yang sangat sulit diartikan


" Tampan" batin Stela


Mereka sama-sama mengagumi, hingga tak sadar banyak pasang mata yang menatapnya sampai suara Alfa menyadarkan mereka.


" ehm, maaf nona tidak apa-apa"tanya Alfa


" ehh, ya kau kalau jalan liat-liat dong!!" seru Stela dengan nada garangnya. Namun itu tidak tampak menyeramkan dimata Vian malah terlihat sangat menggemaskan.


" Lucu" batin Vian sambil tersenyum sangat tipis


" Maafkan Tuan, saya Nona" jawab Alfa


" Huh, bukan kau yang harus minta maaf tapi Dia", ujar Stela sambil mengalihkan pandangannya kepada Vian


" Aku?" tanya Vian (sambil menunjuk dirinya sendiri )

__ADS_1


" Iyalah siapa lagi yang nabrak saya kan kau bukan dia" seru Stela sambil melotot


" Lah kamu nya aja jalan ga pake mata"Jawab Vian tak kalah garang


" Ihhh, dimana mana jalan tuh pake kaki bukan mata" jawan stela tak mau kalah.


( Hah? Tuan tumben-tumbenan dia mau merespon seorang wanita" batin Alfa melongo melihat tuannya yang tidak seperti biasanya)


"Lah, kan kamu sendiri yang jalan tidak liat-liat"seru Vian


"Huh,menyebalkan"Stela bergegas pergi dengan menghentak-hentakan kakinya.


"hihihihi,gemes" batin Vian sambil terkekeh melihatnya


" Maaf Tuan, Anda kenapa?"tanya Alfa bingung karena melihat tuannya terkekeh.


" Hm, tidak apa-apa" jawab Vian dengan nada datarnya


Satu kata yang ada dibenak Alfa untuk tuannya.


" Aneh"


" Fa,..." panggil Vian


" Iya, tuan" jawab Alfa


" Saya ada tugas untukmu" seru Vian


" Apa itu tuan?" Tanya Alfa


"Selidiki gadis yang menabrak saya tadi!" perintah Vian


" Baik Tuan"


Alfa tidak mau bertanya lagi kenapa tuannya mau menyelidiki gadis tadi, bukannya dia tidak ingin tau tapi dia tau sifat tuannya yang sering bertindak ajaib.

__ADS_1



__ADS_2