
Setelah kejadian diruangan dosen itu, mereka tidak saling berbicara satu sama lain. meskipun mereka duduk didalam mobil yang sama dan hanya berjarak beberapa sentimeter, tapi diantara mereka seperti ada garis pembatas yang memisahkan mereka satu sama lain. Han Rue Lie menyibukkan dirinya dengan beberapa berkas-berkasnya, sedangkan Amelia masih larut dalam lamunannya hingga mereka tiba diapartement.
"istirahatlah, aku akan pergi keruangan bacaku" seru Han Rue lie langsung berlalu menuju ruangannya.
Amelia hanya diam sambil menatap punggung Rue Lie yang swmakin menjauh hingga hilang dibalik pintu.
keesokan harinya amelia bangun dengan kantung mata diwajahnya dia menatap wajahnya dicermin seraya berguman"ach,,, kantung mataku besar sekali, ini pasti karna aku tidak bisa tidur dengan nyenyak radi malam, aku selalu terpikirkan perkataan Han Rue Lie kemaren.
Amelia masih mengingat betul perkataan Rue Lie yang berkata,
"aku tidak akan membiarkan orang lain mengganggu milikku, jika ada yang berani mengganggu, kupastikan dia tidak akan hidup tenang hingga menemui ajalnya". (dalam ingatan amelia)
"kata-katanya sungguh kejam, ditampah tatapan tajam matanya itu, bagaikan bisa membunuh seekor burung walau hanya dengan menatapnya saja"gumam amelia
setelah mencuci wajahnya amelia memutuskan keluar kamar dan melihat keadaan Han Rue Lie. tetapi dia tidak bisa menemukannya dkamar Rue Lie
"dia pergi kemana sepagi ini?"seru amelia sambil mencari-cari keberadaan Rue Lie.
"apa dia masih diruang bacanya, jangan-jangan,,,"seru amelia panik sambil berjalan menuju ruang baca Rue Lie.
"apa yang ingin kau lakukan?"seru Rue Lie saat amelia ingin.membuka pintu ruang bacanya.
"apa kau mengira aku akan menyiksa diri dengan mengurung diri diruang itu hanya demi dirimu, dasar bodoh"seru Rue Lie yang baru keluar dari kamar mandi.
"ahhhhhh,,,,, kau, kau kenapa kau keluar hanya memakai handuk"teriak amelia sambil menutup matanya.
"heyy,,,,.apa kau sengaja mau merusak gendang telingaku dengan teriakanmu itu, hah"seru Rue Lie"aku baru selesai mandi, tentu saja aku hanya memakai handuk, kau yang tiba-tiba masuk kekamarku"lanjur Rue lie lagi
"maaf, maafkan aku,,, aku lebih baik pergi sekarang"seru amelia dwngan wajah memeeah karna malu.
"siapa yang mengizinkanmu pergi"seru Rue Lie sambil memegang tangan amelia dan menjatuhkan amelia dikasurnya.
"apa yang kau lakukan"seru amelia ketakutan.
"bukankah kau sudah tau apa yang akan aku lakukan?"seru Rue Lie langsung mencium Amelia.
__ADS_1
"umm,,,um,,,ummm"(adegan ciuman kalian khayalin sendiri aja yaa)
"sial, dia menggigitku"gumam Rue Lie menghentikan ciumannya.
"sayang, apa begini caramu membalas ciuman dari suamimu"seru Rue Lie marah
"astaga matilah aku, dia terlihat semakin marah"gumam amelia ketakutan.
Han Rue Lie memejamkan matanya untuk menahan amarahnya. dan bangkit meninggalkan Amelia.
Amelia berangkat kekampus tapi pikirannya masih teringat akan ciuman Rue Lie tadi pagi padanya, ia merasakan ketakutan saat menatap mata kejam Rue Lie, dan membuatnya tidak fokus saat perkuliahan berlangsung. Selesai kuliah. ia berpikir untuk pergi kesuatu tempat untuk menenangkan diri. tetapi tiba-tiba ada seseorang yang membekapnya dari belakang hingga membuatnya jatuh pingsan.
Saat amelia sadar dan mulai membuka matanya, dia terkejut melihat dia sudah berada dikamar hotel dengmgan tangan terikat dan mendapati tubuhnya setengah telanjang. ia melihat sekeliling dan menyadari seseorang yang dia kenal sedang duduk memperhatikannya.
"ken, kenzo,,, apa yang kau lakukan,,? cepat lepaskan aku"seru amelia berusaha melepaskan ikatan
"amelia, kenapa aku harus melepaskanmu?!"sahut Kenzo sambil meminum segelas anggur
"Kenzo, cepat lepaskan aku, jika suamiku tau dia akan membuatmu menyesal"ancam amelia
"Kenzo, kau gila, kau gila Kenzo, kau tidak seperti Kenzo yang aku kenal"sahut amelia tidak percaya.
"iya, amelia. aku memang gila, aku karna aku mencintaimu"sahut Kenzo mulai mendekati amelia
"Kenzo, apa yamg kau lakukan"seru amelia semakin ketakutan.
"amelia, sebegitu cintanya suamimu? aku penasaran apa reaksi suamimu jika mengetahui kau telah tidur denganku?"tantang Kenzo sambil membelah wajah amelia
"Kenzo, kau bajingan, cepat lepaskan ak.......um,,ummm"seru amelia yang tiba-tiba terhenti karna Kenzo menciumnya.
"apa yang harus ku lakukan"gumam amelia"oh, iya"lanjut amelia bergumam sambil membalas ciuman Kenzo dan menggigitnya.
"ahhhh,,,,, amelia berani kau menggigitku!"seru Kenzo menghentikan ciumannya sembari membersihkan darah dibibirnya dengan tangan.
"baik, amelia kau yang minta jangan salahkan aku memulainya"seru Kenzo lagi dan menggigit leher amelia(lagi nyupang guys, hehehee)
__ADS_1
"arghh,,sakit,,, Kenzo kau brengsek"rintih amelia kesakitan.
Amelia berusaha keras melepaskan diri dari pelukan Kenzo dia menendang (kantong telur) kenzo dengan lututnya, yang langsung membuat Kenzo meringis kesakitan
"arrrggghhhhh,,,,"teriak kenzo sambil memegangi bagian bawah tubuhnya.
Melihat Kenzo mulai kesakitan dan menyingkir dari tubuhnya amelia berusaha bangkit dari tempat tidur dan langsung bergegas keluar kamar hotel.
"amelia, tunggu jangan lari kau,,, arrrgghh"seru Kenzo tapi tidak bisa mengejar amelia.
Amelia berusaha lari sekuat tenaga keluar dari hotel.
Disini laen Han Rue Lie sedang berada diruang baca apartementnya. tiba-tiba dia terkejut saar menerima pesan dari seseorang, yang mengiriminya foto amelia sedang tidur bersama seorang pria.
"kurang ajar, beraninya kau amelia"teriak Rue Lie langsung melempar ponselnya hingga berserakan dilantai.
Amelia terus berlari dan berhasil menemukan taksi, dia memustuskan untuk segera pulang kembali ke apartemen. sesampai di apartemen, amalia melihat Rue Lie yang sedang duduk disofa ruang tamu.
"dari mana saja kau"tanya Rue Lie.
"aku, aku tadi pergi bersama Mina"sahut amelia berbohong
"benarkah, telpon Mina sekarang aku ingin mendengar langsung darinya"seru Rue Lie
"celaka, bagaimana ini, apa dia tau aku sedang berbohong"gumam amelia
Han Rue Lie mulai mendekati amelia dan matanya melotot saat melihat noda bekas cupang dileher sebelah kanan amelia.
"apa kau pikir bisa membodohiku? kau benar-benar menunjukkan padaku kalau kau ini wanita murahan, amelia!"tanya amelia sambil menyibak rambut amelia kasar
"jika kau benar-benar ingin dipuaskan dengan sentuhan laki-laki, kenapa kau tidak memintanya padaku, jawab aku amelia?"seru Rue Lie emosi sambil mencengkram bahu ameliA
"apa kau sudah puas menghinaku? jiks aku berkata kalau aku dijebak, apa kau akan percaya padaku, hahhh?"teriak amelia tidak bisa menahan lagi amarahnya dan pergi meninggalkan Rue lie
"apa, apa dia bilang dia jebak?"gumam Rue Lie
__ADS_1
Amelia terus berlari meninggalkan Rue Lie diapartemennya. Terus teringat dikepalanya perkataan Rue Lie yang menyebutnya wanita murahan. Dan hatinya semakin sakit mengetahui Rue Lie tidak mempercayai dirinya. Dia terus berjalan tanpa tahu kemana arah untuk pergi.