
Dilapangan basket, Lie melepaskan jasnya dan bersiap ke lapangan yang mana Kenzo sudah menunggunya ditengah lapangan tersebut.
"tuan Han, apa kau yakin bisa mengalahkannya?"tanya amelia cemas
"tidak masalah, jika aku kalah aku hanya perlu menyerahkanmu saja, kan"goda Lie"itu tidak terlalu merugikanku"lanjut Lie terus menggoda
"apa kau bilang? apa kau memang berencana menyerahkanku?!"seru amelia marah
"begitulah"sahut Lie santai dan berlalu kelapangan
"dasar brengsek"umpat amelia kesal.
"aku akan mengatakan peraturan pertandingannya, siapa yang terlebih dahulu memasukkan sepuluh bola, dia yang menang"seru Kenzo.
"aku setuju, ayo mulai"sahut Lie
Pertandingan basket pun dimulai, ada begitu banyak mahasiswa yang mnonton pertandingan itu. Di awal pertandingan Kenzo mengerahkan segala kemampuannya. Dia berhasil memasukkan bola lima lebih dulu.
"hehhh,,, hanya segini kemampuan CEO grub Han, sungguh mengecewakan"seru Kenzo menganggap remeh.
"wah, separtinya aku harus menyerahkanmu, sayang,"seru Lie menggoda amelia
"oh, tidak, bagaimana ini? apa dia benar-benar akan menyerahkanku"gumam amelia cemas sekaligus kesal pada Lie.
"Han Rue Lie jika kau sampai kalah, aku bersumpah akan menghajarmu"seru amelia marah
__ADS_1
"benarkah, sayang.? tapi, kalau aku menang kau harus menciumku didepan semua orang ini, yaa,,,,"tantang Lie dengan senyum jahatnya.
"hah, senyumannya itu,,,?! oohh, tidak! jangan-jangan dia memang sengaja mempermainkanku"gumam amelia mulai menyadari tingkah Lie
"heh,,, sudah cukup bermain-main,,, sekarang saatnya mengakhiri pertarungan"seru Lie langsung merebut bola dari Kenzo dengan gesitnya.
"apa? tidak mungkin!"seru Kenzo tak percaya bolanya direbut Lie.
Sebenarnya Lie tidak menunjukkan kemampuannya. Dia sengaja membuat Kenzo meremehkannya, dan saat Kenzo lengah dia baru menyerangnya balik.
dengan sekali lemparan Lie langsung mendapatkan three poin.
"oohh, tidak! dia,,, dia bisa sehebat itu! apa ini hanya kebetulan"gumam amelia.
Lie terus memasukkan bola ke ring, sekarang skornya adalah 7-5 untuk Lie.
"oohh, tidak! bodohnya aku, kenapa aku tidak menyadarinya dari awal, ternyata dia sengaja mengalah untuk membuatku menciumnya didepan semua orang, Han Rue Lie kau benar-benar licik,"gumam amelia kesal
"siall,,,! aku tidak menyangka dia begitu hebat, aku benar-benar salah menilainya"umpat Kenzo kesal.
Lie terus memasukkan bola dan saat dia berhasil memasukkan bola yang kesembilan, tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
amelia yang melihat Lie terjatuh langsung mengambil tongkatnya dan berlari menghampiri Lie.
"kau, kau baik-baik saja?"tanya amelia cemas.
__ADS_1
Lie yang melihat amelia menghampirinya, langsung bergegas memeluk amelia dan berkata"aku baik-baik saja, nyonya Han. kau bersiaplah untuk memberi ciuman kemenangan untukku"bisik Lie menggoda Amelia.
"kau, kau mempermainkanku lagi, dasar licik"umpat amelia kesal dan pergi meninggalkan Lie.
Lie kembali berdiri dan melanjutkan pertandingan.
"kurang ajar,, aku tidak akan membiarkanmu menang denagn semudah ini"seru Kenzo semakin kesal.
tetapi itu malah membuat seranvannya semakin buruk dan Lie bisa mengalahkankan dengan mudah.
"aku menang tuan Jin, aku harap kau menepati janjimu"seru Lie pada Kenzo.
Kenzo tidak mengatakan apapun saat Lie mengalahkannya, dia langsung pergi meninggalkan lapangan.
"sayang, kemari dan tepati janjimu"seru Lie pada amelia
mendengar perkataan Lie pipi amelia
mendadak merah.
"si,,, siapa yang berjanji akan menciummu, hmmffgh"seru amelia mencoba menghindar.
"sayang bukankah aku sudah memenangkan pertandingannya, kenapa kau tidak memberikan hadiah padaku"seru Lie terus mendekat pada amelia
"aku bilang tidak mau, yaaa tidsk mau"sahut amelia bersikukuh untuk menghindar
__ADS_1
"baiklah, kalau kau tidak mau menciumku lebih dulu, biar aku saja"seru Lie langsung menarik amelia kepelukannya dan menciumnya.
"uumm,,,, umm,,,.ummmmmm"