my husband is psikopath

my husband is psikopath
meminta restu


__ADS_3

Rue Lie turun dari ring dan berjalan mendekati amelia dan berbisik


"nyonya Han sayang, apakah kau harus sekagum itu melihat kehebatan suamimu ini, aku bahkan belum menunjukkan padamu bagaimana hebatnya aku ranjang"goda Rue Lie mencoba memeluk.


"kurang ajar kau, dasar mesum,, siapa yang kagum padamu,,, menjauh dariku"sahut amelia dan pergi menjauh.


Rue lie menatap punggung amelia yang terus menjauh sembari tersenyum puas bisa menggoda gadis itu.


"ibu pulang"seru seorang wanita digerbang rumah.


"selamat datang bibi"sahut Rue Lie menyambutnya dengan sopan.


"ech, siapa kau anak muda? apa kau murid baru disini?"sambung wanita itu.


"aku calon suami putrimu bibi"seru Rue Lie sembari tersenyum


disisi lain amelia mendengar kedatanagn ibunya, inya bergegas berlari menemui ibunya, karna ia berharap bisa memprovokasi ibunya untuk tidak menyetujui Rue Lie.


"ibu, ibu sudah pulang, ayo bu ikut aku kedalam, ada yang mau aku bicarakan padamu"seru amelia sambil mengajak ibunya masuk dan didalam hatinya berharap ibunya bisa membantunya lepas dari pria mesum itu.


"amelia siapa pria tampan diluar itu, sayang"tanya ibunya penasaran.


"bu, dia itu datang kesini untuk meminta restu darimu untuk menikahiku"jawab amelia"apa ibu akan langsung merestuinya"lanjut amelia penuh harap


"oh, jadi dia itu pacarmu, sayang, kalau kau sudah memutuskan ibu hanya bisa merestuimu"jawab ibunya tersenyum


"apa,,,, apa ibu akan langsung merestuinya begitu saja, bukankah itu tidak seru, ibu"sahut amelia memprovokasi


"dasar anak nakal, apa kau mencoba mengguji calon suamimu melaluiku,,?"canda ibu amelia


"hmmm,,, tepat sekali,,!! ibu kumohon bantulah aku"pinta amelia dengan mata memelasnya.


"jika kau ingin seperti itu, baiklah ibu tidak akan memberikan restu ibu dengan mudah"seru ibu amelia dengan senyum liciknya


"ohhh,, aku mencintaimu ibu,,, kau yang terbaik"seru amelia gembira


"ayo, kita temui dia"ajak ibu amelia.


mereka berdua berjalan menemui Rue Lie yang sedang duduk diteras rumah.

__ADS_1


"apa kau benar-benar ingin menikahi putriku anak muda?"tanya ibu amelia tegas


"iya, bu, aku bersungguh-sungguh"jawab Rue Lie yang langsung berdiri melihat ibu dan amelia datang mendekatinya.


"anak muda kau terlalu cepat memanggilku ibu, aku bukan orang yang mudah untuk memberikan restuku"sahut ibu Amelia sinis.


amelia tersenyum senang karna ia bisa menyaksikan Rue Lie dikerjai ibunya.


"lalu apa yang kau ingin aku lakukan untuk meyakinkanmu, ibu?"tanya Rue Lie sopan


"aku ingin kau pergi kehalaman belakang dan mengisi semua gentong air disana dengan air yang diambil dari gunung Yin, kau harus sudah selesai melakukannya sebelum matahari terbenam"perintah ibu amelia.


"baik, bu"jawab Rue lie patuh


amelia tak mampu menahan kebahagiannya karna merasa berhasil mengerjai Rue lie. dia bisa membayangkan bahwa lelaki mesum itu tidak mungkin sanggup mengisi 20 buah gentong air yang kapasitas tiap gentongnya adalah 100 liter dalam kurun waktu 4 jam ditambah lagi waktu perjalanan menuju gunung Yin harus ditempuh berjalan kaki sekitar 2 jam pulang pergi. dia merasa puas karna bisa memberi pelajaran pada Han Rue Lie.


"ehmmm,,,, aku lelah sekali, lebih baik aku tidur"ucap amelia


sore hari ibu amelia sedang duduk diteras menunggu Han Rue Lie menyelesaikan tugas darinya, ia melihat kearah jam yang sudah menunjukkan pukul 6 sore. ibu amelia terkejut melihat kedatangan Rue Lie digerbang depan.


"bu, aku sudah mengisi semua gentong air dihalaman belakang"seru Rue lie


"apa, bagaimana mungkin"sahut ibu amelia tak percaya.


ibu amelia bergegas pergi memastikan, betapa terkejutnya iya melihat semua gentong air itu telah terisi penuh karna dibantu oleh para murid perguruan Chen.


"apa ini,,, kau curang,,,, kenapa kau tidak mengisi gentong sendiri"seru ibu amelia kesal


"bu, bukankan kau memerintahkan untuk mengisi air, tapi kau tidak mengatakan kalau aku harus mengisinya sendiri, bukan? benar begitu ayah"sahut Rue Lie sembari meminta pembelaan dari ayah amelia


"kau benar, nak,,, kau emang orang yang cerdik"jawab ayah amelia"istriku akui saja kalau dia lulus tes ini"pinta ayah amelia


ibu amelia menghela napas dan terpaksa memutuskan Rue Lie lulus ujian.


disisi lain amelia yang bermaksud berjalan-jalan sore, ia terkejut mendengar suara ibunya yang sedang marah dihalaman belakang. ia bergegas kehalaman belakang dan matanya terbelalak seketika melihat semua gentong sudah terisi penuh air.


"aku tidak menyangka dia bisa melakukannya"gumam amelia kecewa.


"baiklah kau lulus, tapi ini baru tes pertama, masih ada tes yang kedua"seru ibu amelia tak mau kalah

__ADS_1


"baik, bu,,, apa lagi yang kau ingin aku lakukan"jawab Rue Lie patuh


"dia pandai sekali berakting, benar-benar terlihat seperti seorang menantu yang patuh dasar rubah licik"lanjut amelia masih bergumam


"aku ingin kau pergi kedapur, dan memasak sendiri makan malam untuk semua orang yang ada dirumah ini"perintah ibu amelia


"baik, bu sesuai perintahmu"sahut Rue Lie seraya berjalan menuju dapur.


"heehhhh,,,,ingin sekali aku menyumpal mulutnya yang pandai berakting itu"ucap amelia geram


didapur


"wah, tampan sekali anak muda ini"seru para juru masak keluarga Chen


"anak muda nyonya Chen meminta memasak semur daging dan rusa panggang.


"baiklah, aku akan segera memasaknya"sahut Rue Lie.


amelia penasaran apakah kali ini Han Rue Lie bisa menyelesaikan tesnya lagi atau tidak. dia pergi kedapur dan mendapati Rue Lie yang terlihat seperti sedang bingung untuk membedakan bumbu dan menahan tangis saat memotaong bawang.


"hahahahah,,,, lebih baik kau menyerah saja tuan Han"ejek amelia tepat disamping Rue lie


mendengar ejekan dari amelia Rue Lie langsung memeluk amelia erat.


"dasar mesum beraninya kau memelukku"ronta amelia


"nyonya Han, awalnya aku berpikir untuk menyerah, tapi setelah memelukmu aku jadi bersemangat lagi"bisik Rue lie menggoda dan melepaskan pelukannya,


"nyonya Han, kenapa kau masih disini? apa kau datang untuk menyemangatiku, hhmmm,,,?"lanjutnya lagi.


"huhhh,, siapa yang menyemangatimu"sahut amelia kesal dan pergi meninggalkan dapur.


Han Rue Lue tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku amelia.


Malam harinya makan malam sudah terhidang dimeja makan. semua keluarga inti Chen sudah siap menikmati masakan buatan Han Rue Lie, yang tak terduga rasa makanannya sangat lezat.


"ehmm,,, ini benar-benar lezat, nak! aku tidak tau kemampuan memasakmu juga sangat hebat, seharusnya kau membuka restoran saja"seru ayah amelia memuji "istriku, bukankah anak ini sudah membuktikan kemampuannya, aku yakin tidak ada lelaki lain yang sesempurnanya untuk menjadi menantu keluarga Chen"lanjutnya lagi.


"terima kasih pujiannya ayah"sahut Rue Lie tersenyum

__ADS_1


"baiklah, aku merestuimu nak"seru ibu amelia mengalah.


Han Rue Lie merasa puas dan dia memberi isyarat kepada amelia bahwa dia tak bisa terkalahkan dengan kedipan mata, yang membuat amelia kesal dan hanya bisa menangis dalam batinnya menerima nasibnya.


__ADS_2