my husband is psikopath

my husband is psikopath
Teman Baru 4


__ADS_3

Lie duduk didalam mobilnya dengan perasaan yang sangat kesal dan marah


"pak direktur, saya sudah mengetahui keberadaan nyonya"seru Mo, tetapi sebelum Mo menyelesaikan perkataannya, langsung disela oleh Lie.


"dimana dia sekarang?"tanya Lie menyela karena penasaran sekaligus marah


"sekarang nyonya berada di Soulth China Mall"sahut Mo sedikit ragu


"cepat kesana sekarang"seru Lie semakin marah.


"baik, tuan"sahut Bob


"apa? kenapa dia berbohong hanya karena sedang pergi ke Mall"gumam Lie


"apa dia pergi ke Mall sendirian?"tanya Lie pada Mo


"aduch,, apa aku harus mengatakan jika nyonya sedang bersama seorang pria di Mall"gumam Mo ragu


"kenapa kau tidak menjawab? apa ada yang kau sembunyikan dariku?"tanya Lie semakin marah


"anu, itu pak,, nyo,, nyonya bersama se,, seorang pria"jawab Mo terbata-bata.


"pria,,, kurang ajar,,, Bob, kemudikan mobil secepatnya"seru Lie marah sambil mengepalkan tangannya dengan keras


"ba, baik tuan,,, pegangan yang erat saya ngebut sekarang"sahut Bob langsung menginjak gas dan mengemudikan mobil secepatnya.


Empat puluh lima menit kemudian Lie tiba di Soulth China Mall.


Disisi lain amelia dan Fero masih memilih hadiah ulang tahun untuk teman Fero di sebuah toko perhiasan.


"amelia was haltet ihr von dieser Anhänger sieht sie gut aus?"seru Fero menunjuk sebuah liontin. (bagaimana menurutmu dengan lontin ini, apa ini terlihat bagus?)


"Ist das ein Geschenk für deine Freundin? Dieser Anhänger sieht gut aus? sieht gut aus?"sahut amelia (hadiah ini untuk teman wanitamu? aku rasa ini bagus)


"kami ingin lihat liontin ini"seru amelia pada pelayan toko perhiasan


"baik nona"sahut pelayan toko sembari mengambilkan liontin dan menunjukkan pada amelia dan Fero


"Das ist wirklich schön? Darf ich dir einen Moment den Hals ausleihen?"seru Fero meminta ijin pada amelia (apa ini bagus? boleh aku pinjam lehermu sebentar?)


"ehm"sahut amelia dan kemudian berbalik badan.

__ADS_1


Fero kemudian memakaikan liontin itu dileher amelia. namun tiba-tiba terhenti oleh seruan seseorang.


"sejak kapan Soulth China Mall berubah menjadi universitas?"seru Lie pada amelia dan Fero yang telah berdiri didepan mereka


amelia terkejut mendengar suara seruan itu, dan mengenal siapa pemilik suara itu, lalu seketika menoleh kearah suara.


"Lie, ka kamu disini?"seru amelia terkejut


"sayang, apa kau tidak akan memperkenalkanku pada Di-a?"seru Lie mendekati amelia sekaligus memberikan pada kata "dia".


"ehm, tentu saja"sahut amelia mengangguk pada Lie


"Fero, stell dir vor, dieser Mann ist mein Ehemann. Der Name ist Han Rue Lie"seru amelia memperkenalkan Lie dengan canggung (Fero, perkenalkan dia adlah suamiku? namanya Han Rue Lie)


"oh ja, ich bin Fero Adriant Klassenkameradin Amelia, schön Sie kennenzulernen, Mr. Han"seru Fero pada Lie sembari mengulurkan tangan ingin berjabat tangan dengan Lie (oh. ya.aku Fero Adriant, teman sekelas amelia, senang berkenalan denganmu tuan Han)


"Ja, ich kenne Sie, Mr. Adriant"sahut Lie menjabat tangan Fero dengan Keras. (ya, senang berkenalan denganmu, tuan Adriant)


Fero mencoba menahan sakit ditangannya akibat genggaman keras tangan Lie.


Setelah merasa sedikit puas menggenggam tangan Fero dengan keras, Lie kemudian melepaskan jabatan tangannya.


"tolong perlihatkan padaku beberapa set perhiasan berlian edisi terbaru ditoko ini"seru Lie pada prlayan toko.


"ini tuan"seru pelayan toko mrletakkan perhiasan.


Tanpa melihat perhiasan itu Lie langsung berseru pada pelayan toko


"bungkus semua perhiasan itu, termasuk liontin yang dikenakan nona ini"perintah Lie pada pelayan toko.


amelia yang melihat tindakan Lie itu pun langsung angkat suara.


"Lie, untuk apa kau membeli semua perhiasan itu"tanya amelia


"sayang, aku lihat koleksi perhiasanmu sudah kuno sekarang, jadi aku membelikannya untukmu"sahut Lie kemudian mencoba melepaskan liontin yang dipakaikan Fero pada amelia dan memakaikan salah satu kalung yang dibelinya pada amelia.


"kalung ini memang sangat cocok dilehermu, sayang"seru Lie, dan belum sempat amelia berseru Lie langsung mencium bibir amelia.


"um,,, mmm,,ummm"(ciuman guys,,😁)


"oh, tidak. kenapa Lie menciumku seperti ini, aku tidak bisa bernapas"gumam Amelia.

__ADS_1


Fero yang melihat Lie mencium amelia itu, merasakan sakit pada hatinya.


Disisi lain para pelayan toko yang juga melihat Lie mencium amelia itu pun ikut berkomentar sambil berbisik.


"wah, wanita itu sangat beruntung memiliki suami yang perhatian dan sangat tampan, terlebih lagi pria itu juga terlihat kaya raya, bikin iri saja"seru pelayan toko mengagumi Lie seraya berbisik pada temannya


"iya,, kau benar,, pria itu sangat kaya, dia membeli semua set perhiasan edisi terbaru toko kita dengan begitu santai untuk istrinya"seru pelayan toko yang lain juga berbisik


"benarkah? dunia orang kaya memang luar biasa, irinya"seru pelayan toko semakin kagum


Setelah pelayan toko selesai membungkus semua perhiasan dan memberikan pada Lie.


"bayar pake ini yaa"seru Lie menyodorkan kartu kredit pada pelayan toko


"Gold Kreditkarte ohne Limit, gibt es nicht nur 5 Menschen auf der Welt, dieser Mann ist kein Mann fürsorglich"gumam Fero saat melihat kartu kredit Lie (kartu kredit Gold card tanpa batas limit, bukankah ini hanya ada 5 orang yang memiliki didunia, rupanya pria ini bukan pria sembarangan)


"wah, Gold Card. pria ini sangat kaya"gumam pelayan toko. dan 2 menit kemudian kembali menyerahkan kartu kredit pada Lie.


"terima kasih telah berbelanja ditoko kami tuan"seru pelayan toko


"ehm"sahut Lie dingin


"Ich gebe Ihnen dieses Geschenk, Mr. Adriant, stellen Sie es sich als ein Einführungsgeschenk von mir vor"seru Lie pada Fero dan langsung mengajak amelia beranjak pergi meninggal Fero.


(ini kuberikan untukmu tuan Adriant, anggap saja sebagai hadiah perkenalan dariku)


"Vielen Dank, Herr Han"sahut Fero (terima kasih, tuan Han)


Lie tidak memperdulikan ucapan terima kasih dari Fero, dia terus menggandeng amelia keluar dari Mall.


Fero merasa sangat kesal dengan tindakan Lie, sambil mengepalkan tangannya dan beranjak pergi.


"tuan, ini barang anda"seru pelayan toko menyadari Fero meninggalkan liontin yang telah diberikan oleh Lie.


"buang saja"seru Fero terus pergi.


"eh, liontin semahal ini mau dibuang begitu saja, beginikah dunia orang kaya"gumam pelayan toko


"tapi, tuan"sahut pelayan toko lagi.


"kalau kau mau ambil saja"seru Fero lagi

__ADS_1


"terima kasih banyak, tuan" ucap pelayan toko sangat senang


__ADS_2