my husband is psikopath

my husband is psikopath
Istriku Jenius


__ADS_3

Malam hari Lie baru selasai membereskan berkas-berkasnya, dan memutuskan untuk mengajak amelia pulang. Tetapi Lie tersenyum sekaligus terharu melihat amelia yang tertidur dimeja kerjanya. Lie berjalan mendekat dan duduk disamping amelia.


"kelinci kecil kau sudah bekerja keras"gumam Lie mengusap kepala amelia lembut. Lie teringat saat amelia membantunya kemarin.


Flashback


"Lie, ada masalah? kenapa raut wajahmu frustasi seperti itu?"seru amelia saat menatap Lie


"sepertinya komputerku kena virus"seru Lie masih fokus pada komputernya


"sepertinya ada yang berusaha menyebarkan virus, aku harus segera menyelamatkan berkas penting Grub Han"seru Lie


"Lie, boleh kulihat, sepertinya aku bisa membantumu"seru amelia mendekati Lie


"benarkah? sayang, kau jangan bercanda disaat seperti ini"seru Lie sedikit tak percaya


"tolong percayakan ini padaku"seru amelia meyakinkan.


"baiklah, aku percaya padamu"seru Lie mempersilahkan amelia duduk


Amelia mulai mengutak-atik komputer Lie. Lie memperhatikan amelia dengan seksama. Dan dalam kurun waktu kurang dari 20 menit amelia selesai memulihkan kembali data-data yang terkena virus dikomputer Lie.


"akhirnya selesai, dan aku sudah mengganti kode sistem keamanan, untuk berjaga-jaga agar tidak mudah untuk diretas orang"seru amelia


Lie yang melihat amelia pun terheran-heran dibuatnya.


"sayang, bagaimana bisa kau melakukannya?"seru Lie masih tidak percaya


"hehehe,,, bagaimana? kau masih meragukanku?"sahut amelia sambil mengangkat sebelah alisnya berbicara dengan nada sombong.


"sayang, kau jenius. apa kau salah satu pemegang IQ 200?"tanya Lie memegang pundak amelia


"ehmm,,,begitulah"sahut amelia malu


"sayang,,, terima kasih"seru Lie langsung memeluk amelia


"oh, yaa,,, bagaimana kalau mulai besok kau menjadi asisten pribadiku"seru Lie lagi.

__ADS_1


"berapa kau akan menggajiku, tuan Han?"tantang amelia


"bagaimana kalau satu juta dolar per bulan"sahut Lie mengulurkan tangan


"sepakat"seru amelia langsung menjabat tangan Lie.


Lie tak tega membangunkan amelia yang tertidur pulas karna ikut kerja lembur bersamanya. Lie lalu melepas blezzernya untuk menyelimuti amelia dan kemudian menggendong amelia hingga kemobil.


Diperjalanan pulang menuju apartemen, amelia terbangun dan menyadari dia telah berada didalam mobil bersama dengan Lie.


"ehm,, maaf aku ketiduran"seru amelia sambil mengusap matanya


"tidak apa, kau sudah bekerja keras seharian hingga ikut lembur bersamaku"sahut Lie tersenyum


"kau bisa tidur lagi, jika kau masih mengantuk?"seru Lie lagi


"tidak, aku sudah tidak mengantuk lagi"seru amelia menggeleng


"kau mau makan diluar atau diapartemen?"tanya Lie


"diapartemen saja, tadi aku sudah minta bibi Yun masak makan malam"sahut amelia


Setelah tiba diapartemen, mereka langsung menuju ruang makan, untuk makan malam bersama.


Diruang makan


"Lie, aku sudah selesai, aku lelah aku mau istirahat kekamarku"seru amelia beranjak dari tempat duduk


"baiklah"sahut Lie sembari ikut berdiri


Amelia kemudian berjalan menuju kamarnya tanpa menyadari Lie yang sedang berjalan mengikutinya hingga kedepan pintu kamar amelia.


"sayang, malam ini aku tidur dikamarmu, yaa" seru Lie masuk kekamar amelia


"tapi ak,,,,,"seru amelia yang dihentikan Lie dengan meletakkan jari telunjuknya dibibir amelia.


"ssstttt,,, sayang, apa kau tega membiarkan suamimu yang tampan ini tidur sendirian"seru Lie dengan wajah imut.

__ADS_1


"mmmm,,,, kenapa Lie terlihat seperti anak kecil yang sedang minta temani tidur, aduch imut sekali"gumam amelia terhipnotis keimutan Lie dan tanpa sadar mengganggukan kepala tanda setuju.


Lie kemudian melepaskan kemejanya dan masuk kedalam selimut amelia.


"sudah tidur? cepat sekali tidurnya"seru Amelia saat menoleh kearah Lie.


"dia memang sangat tampan, bulu matanya juga panjang, benar-benar membuat orang tidak bosan untuk terus menatapnya"gumam amelia membelai wajah Lie. Tetapi langsung terkejut saat Lie tiba-tiba terbangun dan langsung merangkak diatas tubuh amelia dan menciumnya.


"ummm,,,,, ummm,,, mmmm"(ciuman lagi guys,,, hehehehehe)


"Lie, apa yang kau lakukan? jadi tadi kau cuam pura-pura tidur?"seru amelia menghentikan ciuman Lie dengan wajah memerah


"sayang, sampai kapan aku harus menunggu? apa kau tidak kasian padaku"tanya Lie serius seraya mencumbu leher amelia


amelia tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Lie. Namun juga tidak memberikan reaksi penolakan lagi saat Lie mencumbu lehernya.


Lie pun tersenyum dan melanjutkan cumbuannya dibibir dan leher amelia penuh gairah.


"ummm,,, ahh,,,, ahh,,, mmm"desah amelia.


Saat Lie hendak melepas celana dalam amelia, seketika tubuh Lie merasa membeku


"sial, kenapa harus datang disaat seperti ini"gumam Lie kesal saat melihat darah menstruasi dicelana dalam amelia.


Amelia yang menyadari dia sedang menstruasi, malah menggoda Lie.


"sayang, separtinya kau harus menunggu lagi, hehehe"goda amelia sambil tertawa


"Diamlah, dan cepat pakai pembalutmu"seru Lie kesal dan bergegas pergi kekamar mandi.


"heheheh,,, wajahnya terlihat sangat kesal, dan itu sangat lucu sekali"seru amelia melihat ekspresi kesal diwajah Lie sambil terus tertawa.


Dikamar mandi.


"sial,, kenapa selalu saja ada penghalang saat aku penuh gairah"seru Lie sambil meninju dinding kamar mandi.


"adik kecil kau harus bersabar lagi kali ini"seru Lie menatap bagian bawah tubuhnya.

__ADS_1


"Amelia bersiaplah. satu minggu lagi aku akan segera menerkammu"seru Lie kesal sambil membasahi tubuhnya dengan air dingin dari showwer.


__ADS_2