my husband is psikopath

my husband is psikopath
Suami Perhatian


__ADS_3

Amelia dirawat dirumah sakit selama tiga hari, dan selama tiga hari itu juga Han Rue Lie selalu sabar dan perhatian dalam merawatnya, walaupun hanya pergelangan kaki amelia yang retak karena tertimpa pohon tumbang, tapi Rue Lie tidak membiarkan ia makan sendiri, Rue Lie bersikeras menyupi amelia makan dam menggendong amelia saat kekamar mandi.


(Lie adalah nama panggilan Han Rue Lie saat waktu kecil, jadi mulai sekarang Author hanya akan menulis Lie untuk menyebut nama Han Rue Lie)


Meskipun ia tau Lie melakukan semua ini demi kesembuhan amelia, tapi amelia masih merasa sedikit risih atas sikap Lie seperti ini padanya. Dikarenakan dia takut akan merubah perasaan terharunya itu dan menjadi perasaan suka pada Lie.


"Nyonya Han melihat kondisi fisik anda yang sudah mulai membaik, saya memutuskan anda sudah boleh pulang hari ini"seru Dokter


"dokter bagaimana dengan kakinya?"tanya Lie


"tuan Han jangan terlalu khawatir, pergelangan kaki nyonya Han hanya retak, saya yakin dalam kurun waktu kuranglebih satu bulan nyonya Han sudah bisa berjalan seperti sedia kala"seru Dokter"jadi selama prises pemulihan, saya sarankan nyonya Han harus menggunakan kursi roda, saya akan meminta perawat menyiapkan kursi roda untuk nyonya Han"lanjut dokter lagi.


"baik, dokter terima kasih"seru Lie


"ah, akhirnya aku bisa pulang, aku sudah tidak tahan berada lama-lama dirumah sakit, bau rumah sakit sangat tidak enak"gumam amelia.


"sayang, aku sudah menyiapkan baju ganri untukmu"seru Lie sambil menyodorkan baju,


"baiklah, kalau begitu kau keluar dulu, aku mau ganti baju"seru amelia


"hey, kau masih sakit, bagaimana bisa kau memakai bajumu sendiri, aku akan membantumu"sahut Lie


"tidak mau, jika kau tidak memperbolehkan aku memakainya sendiri, jadi minta perawat perempuan keaini untuk membantuku, aku tidak mau dibantu olehmu"seru amelia


"ya, baiklah. aku akan memanggilkan perawat wanita untuk membantumu"sahut Lie mengalah


Tidak menunggu waktu lama Lie sudah membawa perawat bersamanya. dan meninggalkan mereka berdua dibangsal. Sepuluh menit kemudian perawat keluar bangsal dan mempersilahkan Lie masuk. Lie kemudian menggendong amelia untuk duduk dikursi roda kemudian mendorong sendiri kursi roda amelia hingga parkiran mobil. sopir membukakan pintu mobil dan setelah amelia dan Lie masuk, ia mengemudikan mobilnya menuju apartement Lie. sesampai diapartemen Lie menggendong amelia hingga masuk kekamar amelia.


"apa kau lapar"seru Lie setelah meletakkan amelia diatas kasur.


"tidak"sahut amelia menggeleng


"istirahatlah kalau begitu, aku pergi dulu, jika kau perlu sesuatu beritahu bibi Yun, jangan melakukannya sendiri, mengerti"seru Lie memperingatkan


"iya, aku mengerti"sahut amelia sambil mengangguk.


"anak pintar"seru Lie sambil mengusap kepala amelia lembut seraya pergi meninggal kamar amelia.

__ADS_1


Diperusahaan Han Coorporation. Han Jie Yie sedang sibuk memeriksa berkas-berkas perusahaan saat sekretarisnya masuk ruangan.


"presdir, ini berkas-berkas yang harus anda tanda tangani"seru sekretaris


"mira, bagaimana masalah kandidat partner kerja sama perusahaan yang aku minta kemarin"tanya Jieyie


"saya sudah memilihkan kandidat partner bisnis yang sesuai dengan keinginan anda, semuanya ada disini"sahut mira sambil menyerahkan dokumen dimeja Jieyie. Jieyie langsung memeriksa dokumen tersebut.


"baiklah, aku sudah memutuskan untuk memilih perusahaan Bora"seru JieYie


"baiklah, pak presdir"sahut mira


"kau boleh pergi"seru Jieyie


Mira menggeleng-gelengkan kepala melihat raut wajah Jieyie yang terlihat sangat kebingungan memeriksa berkas.


"dia benar-benar tidak memenuhi standar seorang direktur, aku berharap pak presdir segera kembali"gumam Mira.


Lie sedang bersama Jun dikantornya, tiba-tiba ponselnya berdering. rupanya sekretaris Jieyie yang masih setia mendukungnya.


"pak presdir, pak Jieyie sedang menysun tundher kerja sama untuk mengembangkan perusahaan"sahut Mira


"apa dia sudah memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan mana?"tanya Lie


"beliau memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan Bora?"sahut Mira


"perusahaan Bora,,! heh,,, baiklah. terus khabari aku perkembangannya"sahut Lie.


"baik, presdir"seru mira.


"Lie, apa rencanamu pada adikmu itu?"seru Jun


"Jun, aku hanya ingin mengingatkannya bahwa dia tidak mampu bersaing denganku"sahut Lie


"Lie, kau benar-benar kejam"seru Jun tertawa.


"hehehe, terima kasih pujianmu"seru Lie juga tertawa.

__ADS_1


Lie tiba diapartement, dia langsung pergi kekamar amelia melihat keadaannya.


"kau sedang apa?"seru Lie sembari duduk.


"apa lagi yang bisa aku kerjakan selain membaca buku, nonton tv dan main game diponsel, bukankah kau tidak membiarkan ku melakukan sesuatu"sahut amelia manyun


"hehehe,,, baguslah kau menjadi kelinci kecil penurut"seru Lie sambil mengusap kepala amelia.


"kau dari mana saja?"tanya amelia


"aku baru saja bertemu gadis-gadis bersama Jiehu"seru Lie berbohong karena ingin menggoda amelia


"apa? dasar tidak punya perasaan, kau tidak membolehkan aku kemana-mana, kau sendiri malah bersenang-senang"umpat amelia marah


"apa kau cemburu, sayang?"seru Lie yang merasa senang amelia terpancing candaannya.


"ti,,, tidak,,, siapa yang cemburu? aku hanya kesal kau tidak membiarkanku melakukan apapun, hhummffh"sahut amelia ngambek


"benarkah,,?"goda Lie lagi.


tok, tok, tok,,,(suara ketukan pintu)


"tuan,ini makan siang untuk nyonya"seru bibi Yun membawa makanan


"berikan padaku"seru Lie mengambil makanan dan menyuapi amelia.


"sayang, kau makan lahap sekali, bahkan tidak menyisakan sedikitpun untukku"goda Lie


"ech,,, kau belum makan? kalau begitu aku minta bibi Yun ambilkan untukmu, yaaa?"sahut amalia


"kenapa kamu tidak membagi bagianmu"goda Lie


"tapi aku sudah menghabiskannya!"seru amelia binggung.


Lie langsung mencium bibir amelia.


"um,,, ummm,, mmmm"(adegan ciuman yaa guysss,,,).

__ADS_1


__ADS_2