
Amelia baru keluar dari kamar mandi dan melihat Lie baru saja masuk kekamarnya.
"dia menggoda sekali"gumam Lie sambil menelan ludah
Amelia yang masih memakai handuk untuk menutupi tubuhnya sedang mengeringkan rambutnya dan tidak menyadari Lie yang berdiri dibelakangnya memandang dengan tatapan penuh gairah.
Lie yang sudah tidak tahan menahan gairah yang semakin membara disekujur tubuhnya mulai mendekat dan memeluk erat amelia dari belakang.
"aaahhhhh"jerit amelia kaget namun jeritannya dihentikan Lie dengan langsung menciumnya
"um,,,mmmm,uummm"(adegan ciuman dan cupang guyyss)
"aahh,, ahh,,,um,,mmm"desah amelia saat Lie mencium lehernya.
Mendengar desahan Amelia yang begitu msnggoda, Lie langsung menjatuhnya tubuh amelia diatas tempat tidur bersamaan dengan dirinya yang terjatuh diatas tubuh amelia.
Lie terus mencumbu tubuh amelia bagian atas. Amelia pun mulai hanyut dengan sentuhan Lie ditubuhnya, namun tiba-tiba amelia tersadar bahwa dirinya belum siap menyerahkan mahkota paling berharga miliknya.
"Lie, aku, aku belum siap"lirih amelia
"kenapa sayang?"seru Lie lembut
"aku merasa ini terlalu cepat bagiku, bisakah kita melakukannya saat aku sudah siap"seru amelia dengan wajah memelas
"huffh,,, baiklah aku tidak akan memaksamu jika kamu belum siap"sahut Lie menghela napas lalu mencium kening Amelia lembut.
"terima kasih, kau sudah mau mengerti"seru amelia
"tapi malam ini kau tidak boleh menolakku untuk memelukmu, oke"seru Lie lagi
Amelia tersenyum dan mengangguk pada Lie.
Setelah tiga hari menginap dirumah orang tua amelia, Amelia dan Lie memutuskan untuk kembali keapartemen.
"Lie, aku akan memasak makan malam kau mandilah dulu"seru amelia
"baiklah"sahut Lie berjalan menuju kamar namun selang beberapa langkah ponselnya berdering. Lie menatap layar ponsel dan menyunggingkan senyuman licik saat mengangkat telepon. rupanya orang yang menelepon Lie adalah ayahnya sendiri
"ada urusan apa kau menelponku?"seru Lie sinis
"kau dimana? bisakah kita bertemu sekarang"sahut ayah Lie
"aku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan, aku tutup teleponnya"seru Lie menggertak
"tunggu, jangan tutup teleponnya, aku benar-benar harus bertemu denganmu"seru ayah Lie
__ADS_1
"baiklah, kita bertemu di Arhos's coffee sejam lagi"sahut Lie seraya menutup telepon.
Lie teringat kembali saat dia ditampar ayahnya didepan amelia, adik dan ibu tirinya.
"masih berbekas dalam ingatanku tamparan yang kau berikan padaku,
dan sekarang kau ingin mengajakku bertemu, kita lihat bagaiman kau memohon padaku untuk kembali, hehhh?!"gumam Lie angkuh
Flasback
Lie bertemu dengan Direktur Yu disebuah kafe.
"Tuan Han kita sudah berhasil memenangkan thunder desain perhiasaan perusahaan Jewelrry mengalahkan perusahaan Bora"seru direktur Yu
"benarkah? saya sangat senang sekali mendengarnya direktur Yu"sahut Lue senang
"jadi kapan kita akan memulai mengerjakannya, tuan Han"seru direktur Yu
"tidak perlu buru-buru direktur Yu, peluncuran perhiasannya akan diadakan akhir tahun ini, kita masih punya banyak waktu"seru Lie tenang
"baiklah, kalau begitu tuan Han"sahut direktur Yu
"Lie kau mau pergi kemana"seru amelia memanggil Lie saat melihatnya berjalan keluar apartemen, namun Lie tidak mendengar suara amelia.
"eh, dia mau pergi kemana?"gumam amelia penasaran.
"ada hal apa yang ingin kau bicarakan"seru Lie dingin
"tolong kembalilah keperusahaan"seru ayah Lie
"heh,,, untuk apa aku kembali, bukankah sudah ada anak kesayanganmu yang memimpin Grub Han?"sahut Lie sombong
"Jie Yie telah membuat perusahaan mengalami kerugian sebesar 13 milyar dolar yang nilai saham Grub Han mulai tidak stabil sekarang"seru ayah Lie panjang lebar
"aku tidak mau mengambil alih perusahaan karna kekacawan yang dibuat anak kesayanganmu"sahut Lie berlagak tidak peduli
"apa kau mau membiarkan grub Han bangkrut?"seru ayah Lie kesal
"huffh, apa yang kau inginkan agar kau mau kembali?"seru ayah Lie putus asa
"apa kau sedang memohon padaku?"saru Lie sombong
"iya, aku memohon padamu, apa yang kau inginkan?"sahut ayah Lie pasrah
"aku ingin kau menandatangani perjanjian tertulis atas surat kuasa penuh Grub Han yang berpindah tangan untukku, dan apapun yang terjadi jika itu menyangkut keberhasilan Grub Han kau tidak boleh ikut campur, dan aku ingin Jie yie mengundurkan diri dari posisi direktur"seru Lie
__ADS_1
Setelah berpikir cukup lama ayah Lie pun mulai berbicara.
"baiklah aku setuju"sahut ayah Lie tidak punya pilihan lain.
"oke, setelah kau membuat dan menandatangani surat pengalihan kuasa itu dan mengirimkannya padaku, aku baru akan pergi keperusahaan"seru Lie beranjak pergi.
Lie kembali keapartemen dan disambut oleh amelia.
"kau tadi pergi kemana?"tanya amelia
"kalau aku bilang aku keluar menemui para gadis, apa kau cemburu, nyonya Han?"seru Lie memancing emosi amelia
"aku tidak cemburu. humph"sahut amelia kesal
"benarkah? tapi kau terlihat kesal"seru Lie terus menggoda amelia
"kalau kau terus membuatku kesal, kau tidak boleh tidur dikamarku malam ini, bukankah kau sudah puas dengan para gadis diluar sana"sahut amelia
"sayang, walaupun aku sudah bersama para gadis, aku masih sanggup memuaskanmu malam ini"bisik Lie semakin menggoda
"siapa yang mau dipuaskan olehmu, humph"sahut amelia
Lie tersenyum melihat tingkah kesal amelia dia mendekat dan memeluk amelia dari belakang
"tadi aku pergi menemui ayahku"seru Lie lembut
"eh, dia bertemu ayahnya, Han Rue Lie kau menggodaku lagi"gumam amelia kesal
"apa yang dikatakan ayahmu, apa kalian bertengkar lagi?"tanya amelia seraya membalikkan badan menghadap Lie.
"tidak, kami tidak bertengkar, bahkan dia meminta maaf padaku"jawab Lie
"benarkah? itu hal yang bagus, tidak baik bertengkar terlalu lama dengan orang tuamu sendiri"sahut amelia senang.
"tapi, kita punya masalah sekarang"seru Lie berlagak sedih
"apa?"tanya amelia panik
"tubuhmu menempel sangat dekat denganku, itu bisa membangunkan adik kecilku, lho sayng"bisik Lie menggoda
"haih,,, itu apa yang tiba-tiba membesar"gumam amelia kaget
Amelia baru menyadari ada sesuatu yang membesar ditubuh bagian bawah Lie dan seketika mendorong Lie menjauh darinya.
"dasar otak mesum, aku lapar lebih baik kita makan sekarang"sahut amelia pergi menjauh dari Lie
__ADS_1
"baiklah. aku harus menahan lagi kali ini"gumam Lie pasrah dan berjalan mengikuti amelia menuju meja makan