my husband is psikopath

my husband is psikopath
Janji Setia


__ADS_3

Siang hari amelia dan ibunya pulang dari menjenguk anak dari menantu bibi Mo. saat amelia masuk kekamarnya dia melihat Lie sedang membaca buku.


"sayang, kamu udah pulang. gimana tadi liat anak bayinya?"seru Lie


"aduch, lucu banget tau. pipinya cubby gemes pengen nyium terus" sahut amelia bercerita sambil duduk disisi ditempat tidur.


"heh, udah mulai kepancing"gumam Lie sambil tersenyum dan ikut amelia duduk disisi tempat tidur lainnya.


"kalau kamu udah suka banget ama anak kecil kita bikin sendiri aja, yuk?"seru Lie menggoda sambil mendekat.


"dasar cabul, otak mesum, humph"caci amelia mencoba menghindar, tapi Lie sudah menjatuhkan amelia terlebih dahulu diatas kasur.


"kamu mau ngapain?"seru amelia


"sama istri sendiri emang kamu pikir aku mau ngapain, kalo ngga bikin anak"seru Lie terus menggoda amelia


"dasar ngga tau malu, otak mesum, menjijikan"caci amelia


"biar mesum gini juga kamu suka, kan?"sahut Lie mendekat mau mencium amelia


amelia yang sangat kesal langsung menghindar dan menggigit lengan Lie.


"argh,,,, sayang kamu udah pinter yaa mau ngebunuh suami sendiri?"seru Lie melepaskan tangannya dari gigitan amelia


"syukurin, siapa suruh kamu mau memperkosa aku"sahut amelia


"sayang, bercinta dengan istri sendiri itu bukan termasuk perkosaan, lho!"seru Lie


"lagian kalo kamu teriak pun orang lain ngga bakal bantuin kamu, malah bikin kamu malu sendiri, bener ngga?"seru Lie lagi.


"iya, sich, kami memang sudah menikah, tapi kan pernikahan yang cuma buat bayar hutang"gumam amelia.


"tapi kan kamu udah janji, ngga bakal sentuh aku kalau aku ngga mau"seru amelia


"aku kan ngga maksa kamu, aku cuma ngajak aja!"seru Lie tanpa rasa bersalah

__ADS_1


"huh, sekali mesum tetap mesum"seru amelia pergi meninggalkan Lie dikamar.


"hehe, kenapa saat melihatnya berontak padaku, semakin membuatku ingin menggodanya"gumam Lie


"sepertinya amelia adalah seseorang yang dikirim langit untuk memberi warna dihidupku yang suram ini"gumam Lie terharu.


amelia berjalan menuju halaman belakang rumahnya dan melihat ibunya sedang memetik sayuran.


"bu. ada yang bisaku bantu?"seru amelia


"ah, sini bantu ibu petik daun selada"sahut ibu.


"bu, apa ibu mencintai ayah? bukankah ibu dan ayah dulu menikah karna dijodohkan kakek"tanya amelia


"kalau sekarang bisa dibilang iya ibu mencintai ayahmu, kenapa tanya gitu?"jawab ibu


"ngga kok, bu. tadi cuma abis nonton film yang ceritanya mirip kaya ibu, aku penasaran aja apa endingnya itu bener ada dikehidupan nyata, dua orang yamg menikah tanpa cinta pun bisa berubah menjadi cinta"sahut amelia berbohong


"tentu aja bisa"seru ibu


"kok bisa?" seru amelia bingung


"begitukah? apa aku sudah jatuh cinta pada Lie? meskipun dia sering menggodaku dengan sikap mesumnya itu, tapi sebenarnya dia tidak pernah menyakitiku. dia selalu menjagaku dengan baik"gumam amelia


"bu, kapan ibu menyadari ibu mulai mencintau ayah?"seru amelia


"saat ayahmu menyelamatkan ibu dulu, ayahmu sengaja membiarkan dirinya terhantam reruntuhan demi melindungi ibu"sahut ibu.


"apa? kapan kejadian itu terjadi, kenapa aku tidak tau?"seru amelia panik


"tentu saja kamu tidak tau, karna waktu itu ibu belum mengandung kamu, hehee"sahut ibu tertawa


"ehh,,, aku belum lahir"seru amelia sedikit kecewa.


"amelia, ibu sangat bahagia kau menikah dengan orang yang kau cintai, semoga pernikahan kalian selalu diberikan kebahagiaan"seru ibu

__ADS_1


"semoga harapanmu didengar oleh langit, bu"sahut Lie yang tiba-tiba muncul


"Lie, ayo kamarilah, nak?"seru ibu.


"baik, bu"sahut Lie berjalan mendekat.


"ada rencana licik apa lagi kali ini, humph"gumam amelia


"amelia dan nak Lie bisakah kalian berjanji satu hal pada ibu?"pinta ibu Lie dan amelia


"janji apa, bu?"tanya Lie


"mulai sekarang apapun yang terjadi diantara kalian berdua kalian harus melewatinya rintangan bersama-sama, tak peduli seberapa sulitnya jangan pernah berpikir untuk bercerai"pinta ibu amelia


"apa? kenapa ibu meminta kami berjanji seperti itu? bagaimana mungkin aku bisa berjanji seperti itu? aku menikahi Lie hanya untuk bayar hutang, sedangkan Lie hanya untuk membalas dendam"gumam amelia bingung


"aku berjanji ibu. aku akan selalu menjaga Amelia Chen, tidak peduli apapun yang terjadi pada kami dimasa depan, kami berdua tidak akan pernah berpisah"seru Lie mantap


amelia langsung memandang kearah Lie, dia masih tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar.


"Lie, apa kau sedang berakting sekarang? tapi kenapa aku merasakan ketulusan dari setiap kata yang kau ucapkan"gumam amelia menatap Lie bimbang


"bagus sekali, kau harus selalu ingat akan janji yang kau ucapkan, nak"seru ibu senang sambil menepuk pundak Lie


"kalian ngombrol saja disini, aku mau istirahat dulu"seru ibu lagi, seraya pergi meninggalkan Lie dan Amelia


"kenapa? kenapa berakting seperti itu pada ibu?"seru amelia kesal


"aku tidak berakting"sahut Lie


"apa maksudmu?"seru amelia bingung


"amelia, aku memang belum yakin sepenuhnya dengan perasaanku, tapi satu hal yang aku yakini aku tidak mau berpisah denganmu. bisakah kita memulai ini dari awal"seru Lie sambil memegang tangan amelia


"Lie apa kau serius?"tanya amelia dengan mata berkaca-kaca

__ADS_1


"iya, jadi maukah kau memulai dari awal lagi bersamaku?"sahut Lie tersenyum


"iya, aku mau"seru amelia langsung memeluk Lie merekapun berpelukan dan memutuskan ingin memulai hubungan mereka dari awal yaitu hubungan yang didasari dari cinta bukan sebuah kontrak.


__ADS_2