
Keesokan harinya amelia bangun dari tidur. Dan saat dia membuka matanya dia melihat Lie sedang tidur disebelahnya.
"eh,,, dia semalaman menemaniku? aku tidak tau harus bagaimana berterima kasih padanya, terlebih lagi saat dia mau bersusah payah membelikan pembalut untukku. yaa,, meskipun yang dia beli itu popok bayi, tapi aku sangat menghargai usahanya itu. bisa terbayang olehku bagaimana malunya dia saat berbelanja disupermarket,, hehehe,,!"gumam amelia sambil tersenyum menatap Lie yang masih tertidur.
"wajahnya sangat tampan, dia memiliki alis yang tebal, bulumata lentik, hidung yang macung, serta bibirnya yang tipis seperti gula-gula kapas. oh, tidak,,, apa yang sedang aku pikirkan?"gumam amelia lagi sambil menepuk-nepuk wajahnya.
Tak lama setelah itu Lie terbangun dan membuka matanya.
"kau sudah bangun?"seru Lie
"ehmm,, terima kasih sudah merawatku tadi malam"sahut amelia.
"apa kau hanya akan mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah kulakukan padamu?"seru Lie.
"apa ucapan terima kasih saja tidak cukup?"tanya amelia dengan wajah imut
"tentu aaja kau harus membayarnya, semua yang kulakukan tidak gratis"seru Lie sombong
"sudah kuduga, kau memang orang yang licik Han Rue Lie"gumam amelia kesal
"tenang saja, kau tidak perlu membayarnya sekarang, aku akn menagihnya saat kau sembuh"seru Lie bangkit dari tempat tidur namun tiba-tiba dia terhenti.
"ughh,,,"rintih Lie kesakitan
amelia yang melihat Lie langsung berjalan menghampirinya.
"kau kenapa?"tanya amelia
Namun amelia terkejut saat menatap pergelangan kaki Lie yang bengkak.
"oh, tidak,,,kakimu bengkak,,?"seru amelia"ayo, duduk dulu, aku akan ambilkan kotak obat"seru amelia lagi sambil membantu Lie duduk disisi tempat tidur.
"hei, kau mau kemana? kakimu masih belum pulih, aku bisa mengobati ini sendiri"seru Lie tapi tidak dipedulikan amelia dan tetap pergi keluar kamar untuk mengambil kotak obat.
"selamat pagi, nyonya. apa yang terjadi nyonya? kenapa anda terlihat panik?"tanya bibi Yun yang tidak sengaja melihat amelia.
"oh, bibi Yun apa kau tau dimana kotak obat?"tanya amelia
"kotak obat ada dilemari ruang tengah, nyonya"sahut bibi Yun
"oh, baiklah. oh, iya bibi bisa tolong siapkan handuk kecil dan air hangat lalu bawakan segera kekamarku"seru amelia sambil berjalan menuju ruang tengah.
"baik, nyonya"sahut bibi Yun sambil pergi mengambil yang diminta amelia.
Setelah menemukan kotak obat, amelia langsung kembali kekamarnya.
"nyonya ini handuk dan air hangatnya"seru bibi Yun sambil menyerahkan handuk dan air hangat.
"terima kasih, bibi"sahut amelia.
__ADS_1
Amelia mengobati kaki Lie dengan hati-hati, serta mengompresnya dengan air hangat.
"kapan kakinya terluka? tunggu,, jangan-jangan,,, dia terluka saat terjatuh dipertandingan kemarin?"gumam amelia mengingat kembali kejadian saat Lie terjatuh dipertandingan basket.
"kenapa kau tidak mengatakannya padaku kalau kakimu sakit, saat aku menghampirimu dilapangan kemarin?"tanya amelia.
"tidak apa-apa. sayang. terluka karena cinta begini ada hadiahnya, ngga?"seru Lie menggoda amelia
"huh, dasar otak mesum, sudah bagus aku masih perhatian sama kamu, kau ini sudah tua masih saja mau tanding basket, jadi terluka gini, kan!"umpat amelia kesal.
"sayang, aku bisa lho buktikan sama kamu betapa sehat dan bugarnya fisikku"seru Lie terus menggoda amelia dan membuat pipi amelia merona.
"iya, iya kamu masih sangat muda, tuan Han apa kau puas!"seru amelia
"ayo kita sarapan, aku sudah lapar sekarang"seru Lie.
Beberapa hari kemudian.
Amelia sedang bersiap pergi kekampus dan berpapasan dengan bibi Yun.
"selamat pagi, nyonya"sapa bini Yun
"selamat pagi, bibi"sahut amelia
"nyonya, tuan sedang menunggu anda untuk sarapan"seru bibi Yun
Dimeja makan Lie sedang menunggu amelia sambil membaca koran.
"duduk dan cepat habiskan sarapanmu, aku akan antar kau kekampus"seru Lie
"aku bisa pergi kekampus sendiri, kau tidak perlu mengantarku lagi, lagipula kakiku sudah sembuh sekarang"sahut amelia sambil memakan sarapannya.
"walaupun kakimu sudah sembuh, aku tetap akan mengantarmu, lagipula sekarang aku pengangguran, aku punya banyak waktu mengantarmu, nyonya Han"seru Lie.
"humph, sudahlah,,, aku tidak akan menang berdebat dengan orang ini"gumam amelia
Sore Hari Lie menjemput amelia dikampusnya.
"sayang, kakimu sudah sembuh, kau harus kembali bekerja sekarang"seru Lie
"eh, maksudmu,,,,,,,"sahut amelia
"yaaa,,, kembali berakting menjadi wanita jahat"seru Lie"aku sudah lama membiarkan mereka tenang beberapa minggu ini, sekarang saatnya kita buat pertunjukan, ini ganti bajumu"lanjut Lie sambil memberikan baju pada amelia.
"iya, tunggu disini aku ganti baju dulu?"tanya amelia
Sepuluh menit kemudian Amelia sudah kembali dengan mengenakan bajuihe pemberian Lie.
Dikediaman keluarga Han.
__ADS_1
"Lie, kamu akhirnya pulang. apa kau lapar? biar ibu suruh pelayan menyiapkan makanan untuk kalian, yaaa!"seru ibu tiri Lie berpura-pura peduli.
"ibu mertuaku sayang, kau perhatian sekali, tolong suruh pelayan memasak semur daging yaa, bu!"sahut amelia mulai berakting
"baiklah, ibu akan meminta pelayan memasak itu untukmu"sahut ibu tiri Lie masih berpura dan pergi kedapur
"heh,,, apa kakakku sudah tidak mampu memberi makan makanan enak padamu?"seru Jieyie
"masih mau jadi istri kakakku, gimana kalau jadi istriku saja, aku CEO grub Han sekarang, aku bisa memberikan apapun yang kau mau"lanjut JieYie lagi.
"benarkah? tapi aku tidak suka laki-laki yang tidak bisa bertindak sendiri"sahut amelia"dan lagi apa kau yakin bisa memuaskanku semalaman seperti yang dilakukan kakakmu, benarkan sayang?"sahut amelia lagi sambil menggandeng tangan Lie.
"hehe,,, kelinci kecilku semakin handal berakting"gumam Lue sambil tersenyum pada amelia
"Lie, kau terlihat kurus, apa istrimu tidak merawatmu dengan baik"seru ibu tiri Lie
"sudahlah berhenti bersandiwara didepanku, aku sudah muak dengan akting murahanmu itu"sahut Lie kasar.
"hei, beraninya kau menghina ibuku seperti ini, meskipun selama ini ibuku hanya diam bukan berarti kau bisa terus menghinanya"sahut Jieyie marah sambil mengcengkram kerah baju Lie.
"Yie, sudah nak jangan bertengkar dengan kakakmu, ayahmu akan marah jika mendengar kalian bertengkar"seru ibu tiri sambil menangis
"tidak kusangka mereka berani melawan Lie, apa karna sekarang mereka sudah mempunyai kekuasaan?"gumam amelia
"apa yang harus aku lakukan sekarang? bukankah Han Rie Lie biasanya bisa dengan mudah melawan mereka, apa karna sekarang karna dia sudah tidak mempunyai kuasa lagi?"gumam amelia kebingungan.
"nak, sudah lepaskan jangan kurang ajar sama kakakmu"bujuk ibu tiri pada Jieyie
Disaat yang bersamaan ayah Lie keluar dari ruang kerjanya karna mendengar pertengkaran Lie san JieYie.
"nak, cepat minta ampun pada ayahmu"perintah ibu tiri pada Jieyie. Jaeyie pun berlutut meminta ampun pada ayah Lie
"ayah, aku minta maaf"seru JieYie.
Ayah Lie tidak memperdulikan permohonan maaf Jieyie, dia terus berjalan kearah Lie.
"dasar anak durhaka, beraninya kau menghina ibunya yng sudah mengurusmu selama bertahun-tahun"umpat ayah Lie marah
"sudah tau anak durhaka, tapi masih saja mau mengakui"sahut Lie sinis
"kurang ajar,,,,,,"seru ayah Lie semakin marah dan menampar lie.
"plaaakkkkkk"(suara tamparan)
"aku akan mengingat ini"sahut Lie sambil memegang pipinya yang merah karna tamparan ayahnya.
"ayo, sayang, kita pergi dari sini"seru Lie sambil menarik tangan amelia.
"mau kemana kau,,, berhenti, dasar anak kurang ajar"seru ayah Lie semakin marah, tetapi tidak dipedulikan Lie sama sekali.
__ADS_1