my husband is psikopath

my husband is psikopath
Merasa Bersalah pada SuamiKu


__ADS_3

amelia selesai makan siangnya dan bermaksud pergi keruang keluarga untuk menonton televisi saat Mo asisten Lie datang.


"selamat siang, Nona Chen" sapa Mo asisten Lie


"oh, asisten Gian. ada apa kau datang?"seru amelia


"saya kemari untuk mengambil berkas presdir yang tertinggal"seru Mo pada amelia


"oh, ambillah kalau begitu"seru amelia


"baik, Nona Chen"sahut Mo langsung pergi keruang kerja Lie


lima menit kemudian Mo keluar dengan membawa map yang berisi berkas-berkas Lie.


"bibi Yun,, kau dimana?"seru Mo celingak celinguk mencari dan memanggil bibi Yun.


"Nona Chen, dimana bibi Yun "tanya Mo pada amelia


"bibi Yun ada didapur, memang ada apa kau mencarinya?"sahut amelia


"oh, itu saya ingin meminta bibi Yun membuat sup herbal ayam tradisional untuk pak presdir"seru Mo dan berjalan menuju dapar


"sup herbal ayam tradisional, bukankah itu untuk meningkatkan daya tahan tubuh"gumam amelia

__ADS_1


"asisten Gian, tunggu,,,"seru amelia lagi yang membuat Mo berhenti dan menoleh kearah amelia


"ya,, Nona"sahut Mo


amelia berjalan mendekati Mo


"kenapa kau ingin bibi Yun membuatkan Lie sup herbal ayam tradisional?"seru Amelia


"bukankah dia baik-baik saja, buktinya stamina begitu baik melakukan itu denganku tadi pagi, harusnya sup itu untukku, kan?"gumam amelia


tiba-tiba bibi Yun berlari dari dapur karena mendengar panggilan dari Mo.


"tuan Gian, ada apa?"seru bibi Yun


"oh, baiklah,, akan kubuatkan sekarang juga"sahut bibi Yun bergegas menuju dapur


"asisten Gian, kau belum menjawab pertanyaanku"seru amelia


"ah, iya Nona, maafkan saya. sebenarnya saya sangat mengkhawatirkan kesehatan pak presdir semenjak beliah ada dijepang hingga sekarang, Nona"jawab Mo


"memangnya kenapa dengan Lie? ah, iya,, ayo duduk dan ceritakan padaku"tanya amelia dan mempersilahkan Mo untuk duduk.


"baiklah, Nona"sahut Mo dan duduk disofa ruang keluarga bersama amelia. dan muli bercerita.

__ADS_1


"begini, Nona. saat kami berada di Jepang, tiba-tiba pak Presdir memintaku memajukan semua jadwal beliau yang harusnya diselesaikan 7 hari menjadi harus selesai dalam kurun waktu 2 hari saja"cerita Mo


"beliau terus memporsir tubuhnya, bahkan melupakan waktu makan dan istirahat beliau"lanjut Mo


"dan yang membuat saya lebih khawatir, saat kami berada dibandara, pak Presdir sempat kehilangan keseimbangannya pertanda tubuhnya sudah sangat kelelahan, utung saja saya bisa memapah tubuh Presdir. saya sudah menyarankan pada beliau untuk memeriksakan diri kedikter, tapi Pak Presdir menolak dan bersikeras untuk kembali secepatnya ke China"lanjut Mo terus bercerita yang membuat amelia syok tidak percaya dan dan refleks tangan menutupi mulutnya


"Nona Chen, Presdir begitu mencintai anda melebihi tubuhnya sendiri, buktinya saat presdir kembali ke China Presdir langsung mencari keberadaan anda"seru Mo lagi yang membuat amelia tak kuasa menahan air matanya.


"oh, tuhan,, apa yang sudah aku lakukan, dia bersikeras menyelesaikan tugasnya agar cepat kembali untuk segera menemui ku, tanpa menghiraukan kesehatanya, tapi aku, aku malah bergi dengan laki-laki lain"gumam amelia sembari terisak


"Nona,,, Nona Chen,,, ke,,, kenapa anda menagis, tolong jangan menangis"seru Mo panik melihat amelia menangis.


Namun membuat tangis amelia semakin kuat


"Aku sengguh jahat, benar-benar jahat,,,huhuhuhu,,,hiks,,,,hiks,,"seru amelia semakin terisak-isak


"aduch,,, Nona Chen berhentilah menangis, presdir akan membunuhku jika mengetahui ini"gumam Mo ikut menangis didalam bantinnya.


"Asisten Gian, kau pergilah lebih dulu, biar aku yang membawakan supnya kekantor nanti"seru amelia sambil menyeka air matanya


"tapi, Nona,,, bagaimana dengan anda"seru Mo


"aku baik-baik saja. kau jangan khawatir"sahut amelia sudah mulai berhenti menangis

__ADS_1


"baiklah kalau begitu Nona"seru Mo dan berjalan pergi keluar aparteman


__ADS_2