
Di Apartement Rue Lie masih memikirkan perkataan amelia. Dia bingung dengan dirinya sendiri, kenapa dia begitu marah melihat foto amelia diranjang bersama laki-laki. tiba-tiba dia terkejut mendengar berita yang disampaikan ditelevisi.
"pemirsa, kami menghimbau kepada kalian semua untuk berhati-hati saat berada diluar rumah, karna diperkirakan akan ada badai malam ini"(suara televisi)
"apa, badai,,"seru Rue Lie berdiri"tidak, amelia sedang diluar sekarang"seru Rue Lie lagi dan langsung mengambil kunci mobil dan bergegas pergi mencari amelia.
"mira, tolong kerahkan beberapa orang untuk pergi mencari keberadaan amelia, jika mengetahui keberadaanya segera hubungi aku"seru Rue Lie menelpon sekretarisnya.
"amelia, tunggu aku"gumam Rue Lie sambil berlari.
Amelia terus berjalan tanpa arah tujuan, hingga ia merasakan kakinya sakit tidak mampu berjalan lagi. Dia memutuskan untuk duduk dikursi yag terletak ditepi jalan.
Ah, kaki sakit, aku tidak tau seberapa jauh aku berjalan."seru amelia sambil memijat kakinya.
Tiba, tiba angin mulai bertiup kencang dan hujan mulai turun.
"Ah, hujan,,, aku harus mencari tempat berteduh"seru amelia mulai berjalan kembali.
Hujan semakin deras, kilat menyambar petir menggelegar dan angin bertiup semakin kencang, hingga menumbangkan pohon tepat kearah amelia.
"Celaka, pohon ini mau tumbang. Aku harus segera pergi dari sini"seru amelia namun ia terlambat pohon itu sudah terlebih dahulu jatuh menimpa kakinya.
Tubuh Amelia basah kuyup, sekujur tubuhnya lemas hingga ia tak sadarkan diri.
DI sisi lain, Han Rue Lie terus menyusuri jalanan mencari Amelia.
"X, bagaimana, apa kau sudah menemukannya"seru Rue lie ditelpon
"Masih belum, Tuan. tapi seseorang pernah melihat serorang wanita tengah berjalan sendirian disekitar jalan Y.
"baiklah, aku mengerti, aku akan mencari kesana, kau terus cari ditempat yang lain"perintah Rue Lie.
"baik, tuan"sahut X.
Han Rue Lie langsung mengemudikan mobilksn menyusuri jalan Y. Hingga menemukan seseorang terbaring ditepi jalan. Rue Lie menghentikan mobilnya dan keluar memeriksa orang ditepi jalan itu. Rue Lie mendekat dan terkejut melihat orang yang pingsan itu adalah amelia. dia melempar payung ditangannya serta melepaskan blezzernya untuk menyelimputi tubuh amelia yang semakin dingin dan menggendongnya kedalam mobil dan.membawanya kerumah sakit.
Pagi hari amelia terbangun dan mendapati dirinya berada dirumah sakit. Dan dia terkejut meliha Han Rue Lie terbaring disampingnya sambil memeluknya.
"heyyy,,, apa yang kau lakukan"seru amelia sambil mendorong Rue lie hingga jatuh kelantai.
"heyy, sayang, begitukah caramu berterima kasih pada orang yang telah merawatmu semalaman"seru Rue Lie bangkit dari lantai.
"apa maksudmu?bukankah kau hanya mencuri kesempatan dariku, hummffhh"seru Amelia
"nona Chen, tuan Han memang merawatmu tadi malam, tasi malam nona selalu menendang selimut, karna takut tubuh anda kedinginan, beliau berinisiatip tidur bersamamu agar kau tetap hangat"sahut perawat menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
"jadi kau,,,,,,, te,,,terima kasih"seru amelia merasa bersalah.
"kau pikir ucapan terima kasih itu sudah cukup? kalau bukan aku yang menemukanmu dan membawamu kerumah sakit, kau pasti sudah mati "seru Rue Lie memberikan isyarat agar perawat meninggalkan mereka berdua. perawat menganguk dan segera pergi.
"apa yang kau inginkan dariku?"ucap amelia dengan wajah imutnya
"aku ingin kamu,,,,,,"seru Rue Lie
"tapi, tapi aku lagi sakit"sahut amelia mencoba menolak
"tenang saja aku tidak akan bertindak seenaknya pada orang sakit"seru Rue Lie langsung mencium bibir amelia.
"um,,, um,,,mmm,,, ahh,,, ahhh,,,"(adegan ciuman dan cupang guys bayangin sendiri yaa,, hehehehe)
Diluar Jiehu dan Jun bermaksud untuk menjenguk Amelia, tetapi saat mereka membuka pintu bangsal, mereka malah memergoki Rue Lie sedang bercumbu denagn amelia
"uupppssss,,,, mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk berkunjung, kami akan kembali lagi nanti"seru Jiehu
"kalau kau sudah tau kenapa kalian masih disini?"seru Rue Lie kesal
"maaf kakak, kakak ipar"seru Jiehu sambil menutup pintu bangsal kembali.
"ayo kita lanjutkan lagi, sayang"bisik Rue lie mencoba mencium kembali.
"jangan, aku, aku lapar"seru Amelia dengan wajah memelas.
"aku mau makan ramen"seru amelia.
"ramen,, ?! tidak boleh, kau sedang sakit aku akan meminta bibi Yun membuatkan bubur untukmu"seru Rue Lie sambil berjalan keluar
Amelia hanya bisa terdiam sambil menatap kearah Rue Lie.
Diluar bangsal Rue lie menghampiri Jiehu dan Jun sedang duduk dikursi pengunjung.
"aku akan ganti baju dulu, jika kalian mau menjenguknya, masuklah"seru Rue Lie
"tidak perlu buru-buru, kami akn menunggumu ganti baju baru masuk menjenguk"seru Jun
"hmmm,,, baiklah,,,"sahut Rue Lie berlalu meninggalkan Jun dan Jiehu.
sepuluh menit kemudian Rue Lie kembali dan mengajak Jun dan Jiehu masuk kebangsal Amelia.
"eh,, kau sudah kembali"seru amelia mencoba bangkit dari posisi berbaring menjadi duduk.
"apa yang kau lakukan, kau berbaring saja"sahut Rue Lie cemas langsung membantu amelia.
__ADS_1
"tidak, aku bisa duduk"seru amelia lagi
"baiklah,, sayang aku ingin memperkenalkan sahabatku padamu"seru Rue Lie
"dia adalah Su Jiehu"ucap Rue lie menunjuk kearah Jiehu"dan dia Xhio Jun"seru Rue Lie lagi sambil menunjuk kearah Jun
"hallo, kaka ipar. bagaimana keadaanmu? ini aku bawakan buah untukmu"seru Jiehu.
"hallo, aku Amelia Chen. terima kasih sudah repot-repot datang menjengukku. aku sudah lebih sehat sekarang"sahut amelia tersenyum.
"syukurlah, jika kau sudah sehat adik ipar"seru Jun membalas senyum
"tok, tok, tok"(suara ketukan pintu)
"nyonya, saya membawakan bubur untuk ada"seru bibi Yun sambil membawa semangkuk bubur
"berikan padaku"sahur Rue Lie mengambil mangkuk bubur.
"eh, apa dia bermaksud menyupiku?"gumam amelia yang melihat Rue Lie menyendok bubur dan meniupnya.
"buka mulutmu"perintah Rue Lie bersiap menyuapi amelia
"eh,, aku,,,aku bisa makan sendiri"sahut amelia merasa sungkan
"aku bilang buka mulut,, ya buka mulut"perintah Rue Lie lagi.
"hhhmmm, sudahlah menurut saja"gumam amelia.
"baiklah, kakak kedua, kakak ipar,,, kami masih ada urusan, kami pergi dulu, dahhhh"seru Jiehu sambil mengajak Jun pergi
"baiklah"sahut Jun"Lie, kami pergi dulu"lanjut Jun berpamitan.
"hmmm,,,aku akan menelponmu nanti"seru Rue Lie.
"buka mulutmu"seru Rue Lie
"aaaaaaa"(amelia membuka mulutnya)
Han Rue Lie menyuapi Amelia bubur dengan sabar dan penuh perhatian, perlakuan Rue lie ini membuat amelia terharu karenanya.
"ini suapan terakhir"seru Rue Lie masih menyuapi amelia.
"aaaa"(amelia membuka mulutnya)
"bagus, sekarang kau minum obatnya dan istirahatlah"seru Rue lie sambil mengambilkan obat.
__ADS_1
"aku ada urusan aku pergi dulu"seru Rue Lie lagi sambil mencium kening Amelia seraya berlalu keluar bangsal.