
Amelia sudah tiba diaparteman.
"aku sudah tiba di apartemen sekarang, apa aku sudah boleh tutup telponnya?" seru amelia masih berhubungan dengan Lie lewat telepon
"ehm,, baiklah,,, sekarang kau istirahatlah, tut ,,tut"seru Lie langsung memutuskan panggilan telepon.
"huh,, seenaknya saja memutuskan panggilan,,,"umpat amelia kesal dan berjalan menuju kamarnya.
Dijepang
"Mo, kau keruanganku sekarang"seru Lie memanggil Gian Mo ( pria berumur 22 tahun yang merupakan asisten Lie) melalui panggilan telepon kantor.
tok, tok, tok,, suara pintu diketuk
"masuk"seru Lie
"ada apa, pak direktur?"tanya Mo
"Mo, aku ingin kau memajukan semua jadwalku dijepang agar aku bisa kembali ke Cina besok"seru Lie
"ta,,,, tapi pak jadw,,,"sahut Mo yang langsung berhenti melihat tatapan tajam Lie
"glek,, (suara menelan ludah) oh, tuhan sepertinya suasana hati pak Direktur sedang buruk sekarang"gumam Mo sedikit takut
"aku tidak ingin mendengar kata 'tapi', aku ingin menyelesaikan pertemuan hari ini juga"seru Lie sambil berputar di kursi kerjanya membelakangi Mo
"ba, baik pak direktur"sahut Mo seraya berbalik dan berjalan keluar ruangan Lie
"ya tuhan, kenapa aku selalu jadi korban lampiasan amarah pak direktur"gumam Mo meratapi nasibnya
Lie menyelesaikan pekerjaannya dijepang secepat mungkin. sampai-sampai dia melupakan waktu makan dan istirahatnya.
Keesokan harinya, saat Lie berada dibandara.
"ah, pak direktur, haruskah kita pergi kerumah sakit?"seru Mo sigap memapah Lie yang tiba-tiba kehilangan keseimbangan akibat memforsir tubuhnya untuk menyelasaikan pekerjaan secepatnya.
"tidak, tidak perlu. bantu aku duduk saja"sahut Lie menolak karena dia ingin segera kembali ke cina
Di Cina, amelia sedang berada di perpustakaan kampus.
__ADS_1
saat ponselnya berdering.
"eh, nomor telepon tidak dikenal, siapa?"gumam amelia
"hallo"seru amelia pada seseorang yang menelponnya.
"hallo, Amelia, ich bin es, Fero. kannst du mir helfen?"seru si penelpon yang ternyata adalah Fero. (hallo, amelia. ini aku Fero. bisakah kau membantuku?)
"Fero? Woher kennst du meine telefonnummer?"seru amelia (Fero? dari mana kamu tau nomor teleponku)
"Ich habe Mina nach deiner Nummer gefragt. kannst du mir jetzt helfen" sahut Fero (aku dapat nomormu dari Mina. bisakah kau membantuku sekarang?)
"Was kann ich für Sie tun?"seru amelia (apa yang bisa ku bantu?)
"Ich möchte einem Freund ein Geburtstagsgeschenk machen. aber ich kenne die stadt china nicht. Kannst du mir helfen, ein Geschenk zu kaufen? Ich weiß nicht, wen ich jetzt um Hilfe bitten soll. Ich kenne immer noch nicht viele Leute"sahut Fero (aku ingin memberikan hadiah ulang tahun pada temanku. tetepi aku belum mengenal kota Cina. jadi, bisakah kau membantuku membeli hadiah? aku tidak tahu harus minta bantuan siapa. aku tidak begitu kenal banyak orang disini)
"bagaimana ini. aku tidak tega untuk menolaknya. dia baru di Cina. lagipula aku juga sedang senggang sekarang. dan Lie juga lusa baru kembali"gumam amelia
"gut, Ich kann dir helfen"seru amelia (baiklah, aku bisa bantu)
"wirklich? Bitte senden Sie Ihre Heimatadresse, lassen Sie sich von mir abholen"sahut Fero senang (benarkah? tolong kirimkan alamat rumahmu, aku akan menjemputmu)
"Nein, ich bin gerade Campus, Sie treffen sich am Campus-Tor" seru amelia (tidak, aku sedang dikampus sekarang, kita ketemu di gerbang kampus saja)
"ehm,,"sahut amelia memutuskan panggilan telepon.
tiga puluh menit kemudian Fero telah tiba di pintu Gerbang kampus.
Ditempat lain Lie telah tiba di bandara internasional Baiyun Guangzhou Cina.
"pergi ke apartemen"seru Lie saat memasuki mobil.
"baik, tuan"sahut Bob yang pergi menjemput Lie dibandara.
satu jam kemudian Lie telah tiba di aparteman, tetapi dia tidak menemukan amelia berada di apartemen.
"tuan muda, anda sudah kembali"seru Bibi Yun
"apa nyonya belum kembali dari kampus?"tanya Lie
__ADS_1
"nyonya belum kembali tuan muda"sahut bibi Yun.
Lie kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada amelia.
Amelia yang sedang menemani Fero memilih hadiah ulang tahun mendengar notifikasi pesan ponselnya dan membacanya.
Isi Pesan Lie
Sayang, kamu ada dimana?
amelia pun membalas pesan dari Lie, namun dia berbohong.
isi pesan Amelia
aku masih dikampus.
"heh,,, dia dikampus?"gumam Lie.
"Mo, kita kekampus sekarang?"perintah Lie
"tapi, pak. kondisi pak direktur seka,,,,,"sela Mo namun terhenti karena Lie menatapnya dengan tatapan yang menyeramkan.
"tatapan menyeramkan itu lagi"gumam Mo ketakutan
"baik, silahkan pak direktur"sahut Mo mempersilahkan Lie.
tiga puluh menit kemudian Lie tiba dikampus, namun tidak menemukan amelia dimanapun. dia kemudian mencoba menelpon amelia.
"sayang, kamu masih dikampus?"tanya Lie ditelepon
"iya, aku masih dikampus, sebentar lagi aku pulang"sahut amelia masih berbohong.
mendengar perkataan amelia, Lie sangat marah.
"oh, baiklah. aku masih ada urusan, aku tutup teleponnya dulu"seru Lie mencoba bersikap biasa saja.
"Mo, cepat cari keberadaan nyonya secepatnya"seru Lie berteriak
"ah,,i,,iya. ba,, baik pak direktur"sahut Mo terkejut mendengar teriakan Lie dan langsung beranjak pergi.
__ADS_1
"ya tuhan. lagi-lagi aku menjadi objek lampiasan pak direktur"gumam Mo meratapi nasibnya.
"amelia berani sekali kau membohongiku"seru Lie marah sambil mengepalkan tangannya.