my husband is psikopath

my husband is psikopath
Tumbuhnya Benih-Benih Cinta 3


__ADS_3

Lie mengajak Amelia pergi kekamarnya. karena dia tidak ingin terus bertengkar denagn ayahnya.


"kau tunggu aku disini, aku mau mandi dulu"seru Lie sambil melepas bajunya


"heyyy,, apa kau harus melepas bajumu dihadapanku?"seru amelia terkejut


"memangnya kalau mandi tidak melepas pakaian?"seru Lie sambil melepas celananya.


"ahhhh,,, kenapa kau melepas celanamu disini? kau bisa kan melepasnya saat sudah dikamar mandi?"seru amelia langsung menutup matanya.


"heyy,, harusnya kau berterima kasih padaku, aku membiarkanmu melihat dan mengagumi tubuh sexiku ini"goda Lie


"hyyaaa,,, siapa yang mau mengagumi tubuhnya, dasar otak mesum. cepat mandi sana!"umpat amelia dengan pipi memerah.


"sayang mau mandi bareng, ngga?"goda Lie lagi


"ngggaaaakkkkk"sahut amelia kesal


"humph,,,.dasar orang ini, setelah bertengkar dengan keluarganya dia masih saja bisa berpikiran mesum"gumam amelia


sepuluh menit kemudian Lie sudah selesai mandi dan berpakaian.


"ayo, kita pergi"seru Lie


amelia mengangguk dan pergi mengikuti Lie pergi dari rumah Lie.


"dia mau bawa aku kemana? ini bukan arah menuju ke apartemen"gumam Amelia sambil menatap jalan, tetapi tiba-tiba Lie menghentikan mobilnya ditepi jalan dan keluar dari mobilnya.


"kenapa berhenti?" gumam amelia dan keluar mobil mengikuti Lie yang tengah duduk dibemper depan mobil.


"dia pasti sedih banget sekarang, dimusuhin ibu dan adik tirinya serta ayahnya pun juga menyalahkannya"gumam amelia menatap Lie yang sedang melamun


"apa yang harus aku lakukan untuk bisa menghiburnya?"lanjut amelia masih bergumam


"ehhh, kenapa denganku? kenapa aku merasa kasihan padanya? kenapa aku merasa ingin menghiburnya untuk melupakan kesedihannya?"gumam amelia bingung


"eh,, kok dia senyum begitu? apa dia sudah punya rencana baru lagi?"gumam amelia


"sayang, kamu kangen orang tuamu, ngga?"seru Lie tiba-tiba memeluk amelia.


"ech, kok dia tiba-tiba tanya aku gitu, yaa?"gumam amelia.


"sayang, aku kangen ayah dan ibu mertuaku, gimana kalau kita mengunjungi mereka?"seru Lie masih memeluk amelia.


"serius kamu mau kita kerumahku?"seru amelia masih tidak percaya


"sayang,, aku kelihatan sedang bercanda, yaaa,,,,?"sahut Lie lagi


"ech,, ak,,,,,,,,um,,, ummmm mmmm,,,,"seru amelia yang terhenti karna Lie langsung menciumnya.


deg, deg, deg,,,,(suara detak jantung)

__ADS_1


"tolong, jangan menolakku, aku sangat butuh kasih sayang darimu dan orang tuamu sekarang"gumam Lie


"ech,, dia sudah begitu sedih sekarang, aku turuti dia saja lah"gumam amelia


"iya,,, ayo kita pergi mengunjungi orang tuaku"sahut amelia tersenyum pada Lie


"ayo"seru Lie senang.


mereka pun masuk mobil dan pergi kerumah orang tua amelia.


tok, tok, tok,,,, amelia mengetuk pintu rumahnya, dan tidak perlu menunggu lama tuan rumah sudah membukakan pintu.


"gadis kecilku, kau pulang nak"seru ayah amelia senang melihat kepulangan Lie dan amelia


"ayah, sampai kapan kau akan berhenti memanggilku gadis kecil, umurku sudah 22 tahun sekarang"seru amelia cemberut


"ayah, kau ini. putri kita sudah menikah sekarang kau tidak boleh lagi memanggilnya gadis kecil"sahut ibu membela amelia


"selamat malam, ayah ibu"sapa Lie sopan


"eh, menantuku juga ikut. ayo, ayo kita masuk, jangan berdiri didepan pintu saja"seru ibu amelia mengajak Lie dan amelia masuk


"nak, kalian lapar tidak? mau ibu masakkan makan malam?"seru ibu amelia


"tidak perlu repot-repot, bu. kebetulan tadi dijalan kami mampir dulu beli makanan"sahut Lie sambil mengangkat bungkusan makanan.


"oh, baiklah kalau begitu, amelia ayo bantu ibu menghidangkan dimeja makan"seru ibu pada amelia


"oh, yaa, ayah temani menantu kita, yaaa"seru ibu pada ayah amelia


"iya,,, iya,, cepat hidangkan makanannya"sahut ayah amelia


"nak, Lie. ayo temani ayah main catur go lagi"seru ayah


"baik, ayah"sahut Lie patuh


sementara didapur, amelia dan ibunya sedang menghidangkan makanan yang telah dibeli Lie dimeja makan.


"sayang, bagaimana kehidupanmu?


apa mereka menyukaimu?"tanya ibu serius


"kehidupanku baik, bu. tapi orang tua Lie tidak menyukaiku, jadi Lie memutuskan kami tidak tinggal dirumah sekarang"sahut amelia


"apa mertuamu menindasmu? lalu kalian tinggal dimana?"tanya ibu amelia lagi


"ibu, ibu bicara apa? mana ada yang berani menindas putri ibu, aku dan Lie tinggal diapartemen Lie sekarang"sahut amelia


"syukurlah, kalau begitu. oh, yaa,,, apa Lie memperlakukanmu dengan baik?"tanya ibu amelia lagi


"ibu, Lie sangat baik padaku, bahkan dia yang mengusulkan kita untuk mengunjungi kalian hari ini"sahut amelia memuji Lie

__ADS_1


"bagus kalau begitu. sekarang ibu yakin kalau dia sangat mencintaimu, oh yaaa,, apa sudah ada tanda-tanda ibu akan punya cucu?"seru ibu amelia senang


mendengar perkataaan itu, amelia langsung seketika membeku dan berusaha mengalihkan pembicaraan


"ehm, ibu, semuanya sudah siap aku akan panggil Lie dulu"sahut amelia langsung pergi menghindari pertanyaan ibunya.


"ayah, Lie makanannya sudah siap, ayo kita makan"seru amelia.


"baiklah, ayo kita makan dulu"sahut ayah amelia


"ibu, mulai curiga pada kita, kau harus pura-pura mesra didepan mereka, yaaa?"seru amelia berbisik sambil menggandeng Lie


"sayang, kalau mau aku berakting itu tidak gratis, lho"sahut Lie juga berbisik


"baiklah, aku akan membayarmu 10 ribu dolar, kau bisa potong dari gajiku"seru amelia


"sayang, 10 ribu dolar terlalu murah untuk aktingku ini"sahut Lie


"baik, baik kamu mau berapa?"tanya amelia


"100ribu dolar"jawab Lie


"apa? dasar perampok, kau meminta bayaran sebanyak sepuluh hari gajiku"gumam amelia


"ya, iya 100 ribu dolar"sahut amelia pasrah


"ayo, Lie sini duduk, ibu ambilin nasinya, yaa"seru ibu amelia sambil mengambil nasi


"baik, makasih, bu"sahut Lie tersenyum dan duduk disamping amelia


"bicaranya sangat manis, memang tidak salah bayar 100 ribu dolar"gumam amelia


"sayang, ini makan daging dan nasinya yang banyak, kalau terlalu kurus ngga enak dipeluk"seru Lie


"apa? apa yang sedang dia katakan"gumam amelia kesal.


"ayo, buka mulut"seru Lie menyuapi amelia, amelia hanya bisa tersenyum dan membuka mulutnya.


deg, deg, deg


"aduh, aktingnya terlalu natural, aku sampai kebawa perasaan"gumam amelia dengan wajah merona


"aduh, pengantin baru romantis banget, kapan nich kasih kami cucu?"tanya ibu amelia


amelia langsung menatap kearah Lie, karna tidak tahu harus menjawab apa.


"tenang saja, bu. kami berdua masih berusaha untuk memberikan cucu pada kalian secepatnya, iya, kan sayang?"sahut Lie sambil tersenyum licik pada amelia


"apa? apa maksudnya bilang begitu, Han Rue Lie kau benar-benar tukang mesum"gumam amelia kesal


"hahahha,,, iya, iya,,, tapi jangan lama- lama, yaa!"sahut ibu amelia

__ADS_1


mereka pun melanjutkan makan malam sambil berbincang-bincang.


__ADS_2