my husband is psikopath

my husband is psikopath
hari pernikahan


__ADS_3

Ayah Amelia dan Rue Lie sedang duduk diruang keluarga sambil bermain catur go.


"ayah, aku ingin mengatakan kalau upacara pernikahanku dan Amelia Chen akan digelar tiga hari lagi"seru Rue Lie


"tiga hari lagi? bukankah itu terlalu terburu-buru?"sahut ayah amelia terkejut


"ayah, bukankah cepat atau lambat itu tidak ada bedanya, aku dan amelia akan tetap menikah bukan, itu hanya urusan waktu saja kan? lagipula aku sudah memerintahkan sekretarisku untuk mengurus persiapan pernikahan, ayah tidak perlu khawatirkan masalah itu"lanjut Rue Lie


"lalu bagaimana dengan orang tuamu, apakah mereka merestui putriku?"tanya ayah amelia


"dengan atau tanpa restu dari mereka aku akan tetap menikahi Amelia"jawab Rue Lie


"baiklah, aku mendukung keputusanmu nak."seru ayah Amelia


Malam hari, Amelia baru keluar dari kamar mandi, betapa terkejutnya ia saat melihat Han Rue Lie duduk diatas kasurnya.


"heyy,,, apa yang kau lakukan disini, dan bagaimana kau masuk?"seru amelia


"ada yang ingin aku bicarakan denganmu"jawab Rue Lie serius


"apa? cepat katakan dan segera keluar dari kamarku, kalau ayah sampai tau kau disini kau akan tau akibatnya"seru Amelia sambil duduk dikursi riasnya.


"aku ingin kau berakting kalau kau adalah istriku yang merupakan seorang wanita simpanan, kau harus bersikap dominator, arogan, tidak tau malu dan tidak bermoral didepan ayah, ibu dan saudara tiriku, dan jika aktingmu bagus kau akan kuberi tambahan bonus"ucap Rue Lie serius.


"Rue lie, bolehkan aku bertanya alasan kau ingin aku berakting seperti itu sihadapan keluargamu?"tanya amelia


"aku ingin membalaskan dendam ibuku pada wanita yang telah merenggut kebahagiannya dan membuatnya meninggal"jawab Rue Lie yang nampak menahan marah saat menceritakan alasannya.


"ya tuhan, ternyata dibalik sikap keras kepalanya ini dia juga menyimpan kesedihan yang amat mendalam dihatinya, sangat jelas terlihat dari matanya dia sangat menyayangi ibunya, lagipula melihat usaha kerasnya meminta restu dari orang tuaku tadi, tidak ada salahnya bagiku untuk berakting sebagai nyonya Han"gumam amelia merasa iba


"baiklah tuan Han, aku akan berusaha yang terbaik"seru Amelia.


"baik, aku pergi"seru Rue lie seraya keluar


"wah,,, jurus melompati temboknya hebat juga"gumam amelia mengagumi kemampuan Rue Lie.


keesokan harinya Han Rue Lie pamit kepada orang tua Amelia karena dia harus kembali bekerja.


"ayah, ibu aku pamit pulang dulu, karna ada berkas-berkas yang harus aku urus dikantor"pamit Rue Lie

__ADS_1


"baiklah,, hati-hati diperjalanan" ucap ayah amelia"amelia antarkan calon suamimu sampai gerbang"perintah ayah pada Amelia


"iya, ayah"sahut amelia terpaksa


mereka berdua pun berjalan menuju gerbang rumah amelia, setelah memastikan hanya ada mereka berdua Rue Lie mulai menggoda amelia.


"nyonya Han, wajahmu terlihat sedih,,,, apa kau tidak menginginkan aku pergi?"canda Rue Lie


"siapa bilang aku sedih, jelas-jelas aku bahagia kau pergi, setidaknya dalam dua hari hidupku akan tenang tanpa gangguan darimu"sahut amelia kesal


"benarkah? apa kau yakin tidak akan merindukanku, sayang"goda Rue Lie mendekat kearah Amelia, Amelia yang melihat tingkah Rue Lie hanya mundur dan terus mundur hingga tubuhnya menabrak tembok.


"nyonya Han, apa kau tidak ingin memberikan ciuman selamat tinggal pada suamimu, hhmm?"bisik Rue Lie


"dasar otak mesum, siapa yang mau menciummu, cepat pergi sana!"sahut amelia sembari mendorong tubuh Rue Lie dan berlari masuk kedalam rumahnya.


Rumah keluarga Han


Han Rue Lie tiba dirumahnya setelah pulang dari kantor, tapi dia disambut dengan pertanyaan dan omelan dari ayahnya.


"Han Rue Lie, apa kau sudah gila, bagaiman bisa kau menikahi wanita simpanan itu?"tanya ayahnya marah sambil melempar koran kehadapan Rue Lie.


"dasar anak durhaka, beraninya kau bicara begitu pada ibumu"seru Ayah Rue lie


"dia bukan ibuku, ibuku bukan bermarga Lin tapi Su"seru Rue Lie" oh ya,, 2 hari acara pernikahanku, aku sudah memberitahumu dan juga wanita yang kau pilihkan itu"sahut Rue Lie


"aku tidak akan pernah membiarkan kau menikahi wanita murahan itu"seru ayah Rue Lie semakin marah.


"cukup, tidak ada yang bisa mengendalikan urusan pernikahanku, jika kau ingin mengendalikan, kenapa tidak dengan putra keduamu?!" sahut Rue Lie sembari berlalu menuju kamarnya


"dasar anak kurang ajar, berhenti, aku belum selesai bicara padamu,,, berhenti aku bilang, heh, heh, heh"tegur ayah Rue lie marah sambil memegang dadanya.


"sayang, kamu tidak apa-apa, aku sudah bilang kau harus tidak boleh marah, itu akan mempengaruhi kesehatanmu"seru ibu tiri Rue Lie khawatir.


Hari pernikahan pun tiba, Amelia sudah selesai di rias dan mengenakan gaun pernikahan putih bergaya internasional dengan taburan swarovsky yang menambah kesan mewah saat memakainya.


Ayah menjemput Amelia untuk membawanya berjalan menuju altar pernikahan, Disana sudah ada Han Rue Lie yang telah menunggunya dengan stelan jas putih yang membuatnya terlihat tampan dan gagah bak pangeran dari negeri dongeng.


upacara pernikahan berjalan lancar tanpa ada kendala apapun.

__ADS_1


"nyonya Han, malam ini aku ingin dimanjakan olehmu"bisik Rue Lie menggoda Amelia


"jangan mimpi kau, dasar otak mesum"sahut Amelia marah


Han Rue Lie selalu merasakan kepuasan saat ia berhasil menggoda amelia.


Malam hari, Amelia terkejut saat memasuki kamarnya dan melihat Han Rue Lie baru keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan sehelai handuk menutupi tubuhnya.


"aaahhh,,,,"teriak amelia yang langsung dihentikan oleh Rue Lie dengan membekap mulut Amelia yang tidak sengaja membuat mereka terjatuh dikasur.


"ssstttt,,, nyonya Han, apakah kau harus sehisteris itu mengagumi tubuh kekarku?" bisik Rue Lie


"si,, siapa yang mengagumimu menyingkir dariku"sahut amelia mencoba mendorong Rue lie yang jatuh menimpa dirinya.


Diluar kamar ayah Amelia yang mendengar teriakan putrinya, langsung bergegas pergi kekamar putrinya itu.


"amelia,. ada apa nak? apa yang terjadi"seru ayah Amelia didepan pintu kamar panik.


"tidak ada apa-apa ayah, tadi ada laba-laba, tapi sekarang sudah aku hilangkan"sahut Rue lie.


"syukurlah kalau begitu"sahut ayah Amelia merasa lega.


Ayah Amelia yang berdiri didepan pintu langsung beranjak pergi sembari bergumam"sejak kapan Amelia takut dengan laba-laba!!!! ach, sudahlah".


"nyonya Han, bukankan malam ini malam pengantin kita, tidakkah kau mau memanjakanku, sayang?!"seru Rue Lie semakin menggoda


"dasar otak mesum, meskipun kita sudah menikah bukankah kau sudah setuju dengan syaratku, kau tidak boleh mengingkarinya"seru Amelia


"dan lagi, kau tidur dilantai"lanjut amelia


"tidur dilantai, aku tidak mau"sahut Rue Lie


"ya sudah, jika kau tidak mau,,, kau bisa tidur diruang tamu"seru Amelia lagi


"nyonya Han, apa kau tidak memikirkan apa kata orang tuamu kalau mereka melihatku tidur diruang tamu saat malam pertama kita?" sahut Rue Lie merayu


"hhmm, benar juga"gumam Amelia "baiklah kita akan berbagi tempat tidur, tapi kau tidak boleh melewati garis pembatas ini, kau mengerti"seru amelia


"ya, ya terserah kau nyonya Han"sahut Rue Lie.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pun tidur dengan posisi saling membelakangi satu sama lain.


__ADS_2