
Malam hari saat Lie dan amelia sedang berduaan dikamar Amelia.
"sayang, bagaimana perutmu? apa masih tiba-tiba terasa nyeri"seru Lie mengusap perut Amelia
"tidak, perutku tidak pernah sakit lagi setelah meminum teh jahe darimu"sahut amelia
"syukurlah. oh ya aku ingin memberitahu padamu, besok akan berangkat ke Jepang untuk perjalanan bisnis, jadi berkemaslah dan temani aku"seru Lie
"apa? kenapa begitu mendadak?"seru amelia terkejut
"maafkan aku, aku juga baru dapat khabar tadi siang dari orangku dijepang, jadi cepatlah berkemas sekarang?"sahut Lie
"aku ada ujian dikampus minggu ini, aku tidak bisa menemanimu. berapa hari kau akan pergi?"seru amelia sedih
"paling lama sepuluh hari"sahut Lie
"sepuluh hari? kenapa begitu lama?"tanya amelia semakin sedih
"begitulah. tapi aku akan mengusahakan untuk menyelesaikan pekerjaanku disana secepatnya"seru Lie mencoba menghibur amelia.
"ehm,,, baiklah. oh iya. karena aku akan ujian, boleh tidak aku tidak masuk kantor, lagipula akukan masih terhitung karyawan magang"seru amelia dengan wajah memelas
"huh,,, baiklah kalu boleh tidak masuk kerja"sahut Lie sambil menghela napas.
"ayo sekarang kita tidur, aku sangat lelah sekarang"seru Lie tidur sambil memeluk amelia.
Dua hari kemudian
kringg,,, kringg,, kring,,, suara ponsel amelia berdering. Dengan satu tangannya amelia meraba-raba keberadaan ponselnya, dan tanpa membuka mata langsung meletakkan ponsel ditelinganya.
"APA YANG KAU LAKUKAN, KENAPA BARU MENGGANGKAT TELPON DARIKU?"seru seseorang yang sedang menghubungi amelia dengan nada marah, yang sontak membuat amelia terkejut dan refleks terbangun serta menjauhkan ponsel dari telinganya.
"aku baru bangun tidur"sahut amelia
"Apa kau tuli? aku sudah menghubungimu sebanyak sepuluh kali kau baru mau mengangkat"seru Lie marah
"iya, aku minta maaf, tadi nada ponselku dalam mode senyap"sahut Amelia beralasan karena malas berdebat dengan Lie
__ADS_1
"huh, cepatlah kau mandi dan sarapan, aku sudah menyiapkan supir untuk mengantarmu kekampus"seru Lie masih dengan nada kesal
"supir? aku bisa berangkat sendiri, aku pikir tidak perlu supir"sahut amelia
"kau tidak punya hak untuk menolak"seru Lie
(tut..tutt..)suara memutuskan panggilan telepon.
"tapi, Lie,, aku,,, huh,,,dasar seenaknya saja memutuskan panggilan teleponnya"umpat amelia kesal
Setelah selesai mandi dan sarapan amelia bersiap pergi kekampus. sesampai dilobby apartement, amelia disambut seseorang yang berpakaian jas hitam lengkap dengan dasi dan kacamata hitam.
"nyonya, perkenalkan nama saya Bob, saya adalah supir yang ditugaskan tuan Han untuk mengantarkan nyonya kemanapun nyonya pergi, mari lewat sini nyonya"seru seseorang yang merupakan supir yang ditugaskan Lie untuk amelia
"baiklah"sahut amelia mengikuti Bob
"silahkan, nyonya"seru Bob membukakan pintu mobii
"antarkan aku kekampus"seru amelia masuk kedalam mobil
"baik, nyonya"sahut Bob melajukan mobil menuju kampus amelia
amelia sedang berjalan menuju kelasnya, namun tiba-tiba ada seseorang menghentikan langkahnya.
"Entschuldigung, können Sie Deutsch sprechen?"seru seseorang berbahasa jerman (permisi apakah kamu bisa berbahasa jerman)
"Ja, ich kann Deutsch"sahut amelia (iya, saya bisa berbahasa jerman)
"ich heiße fero adriantt Ich bin ein neuer Student hier. Können Sie mir den Zimmerstandort des Dekans zeigen?"seru orang itu lagi (nama saya fero adriantt. saya mahasiswa baru disini. bisakah kamu menunjukkan pada saya letak ruangan dekan?)
"Das Dekanenzimmer befindet sich am Ende des Flurs auf der rechten Seite"sahut amelia berjalan pergi (ruangan dekan ada diujung lorong sebelah kanan)
"danke schön. oh yeah ... kannst du wissen, wie du heißt?seru Fero sedikit berteriak (terima kasih. oh, ya,, boleh saya tahu siapa namamu?)
Namun seruan Fero tidak didengar oleh amelia.
Amelia masuk kekelasnya, dan langsung fokus pada bukunya.selang beberapa saat dosen pun memasuki kelas bersama Fero Adriantt yang mengikuti dibelakangnya.
__ADS_1
"uwaahhh,, gantengnya"seru para mahasisiwi yang mengagumi Fero. Fero memiliki tubuh berkulit putih, berwajah tampan, bermata biru bertubuh tinggi serta otot lengan yang kekar bak para atlit binaragawan.
"perkenalkan dia adalah Fero Adriantt, dia berasal dari Jerman. Dan mulai hari ini dia akan belajar dikelas ini"seru Pak Kim dosen mata kuliah menejement bisnis.
"oh, dia masuk di kelas ini"gumam amelia melihat kearah Fero
"You can sit now"seru pak Kim (kau boleh duduk sekarang)
Fero mengangguk dan berjalan menuju tempat duduk yang membuat para mahasisiwi histeris berebut ingin Fero duduk dengan mereka.
Namun Fero memutuskan untuk duduk di belakang amelia.
Proses perkuliahan pun berakhir. Mira mengajak amelia untuk menemaninya keperpustakaan.
"Warten Sie, ich möchte Ihnen für Ihre Hilfe danken. Darf ich wissen, wie Sie heißen?"seru Fero pada Amelia (tunggu, saya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuanmu. boleh saya tau siapa namamu?)
"kein problem. ich heiße Amelia Chen schön dich kennenzulernen"sahut amelia (tidak masalah. nama saya Amelia Chen. senang berkenalan denganmu)
"Can you speak Chinese?"seru Mira
"bi,,,,sa (dalam bahasa cina) aber nur geringfügig, hehe"seru fer terkekeh (tetapi hanya sedikit).
"amelia, dia bilang apa?"bisik Mira pada amelia
"hehe, dia bilang dia hanya bisa sedikit berbahasa cina"sahut amelia juga berbisik.
"wohin willst du gehen?"seru Fero (kalau saya boleh tau kalian mau pergi kemana?)
"Wir werden in die Bibliothek gehen"sahut amelia (kami mau pergi keperpustakaan)
"Kann ich mit euch kommen?"seru Fero (boleh, saya ikut bersama kalian?)
"amelia, dia bilang apa lagi?"tanya Mira penasaran
"dia mau ikut kita keperpustakaan, boleh ngga?"sahut amelia
"you may come with us" sahut Mira (kamu boleh ikut dengan kami)
__ADS_1
"thank's"sahut Fero.
mereka bertiga pun pergi keperpustakaan.