
Malam hari dikamar amelia, Lie sedang bekerja dengan laptopnya sambil menemani amelia.
"apa kau masih sibuk?"seru amelia mencoba membuk pembicaraan
"ada apa?"sahut Lie tapi matanya masih fokus pada komputernya.
"ehmmm,, aku sudah beberapa hari tidak kekampus, aku ini sudah semester akhir, jika aku tidak masuk kuliah aku pasti tidak akan dibiarkan profesorku lulus"seru amelia
"aku mengerti,,,, aku akan mengantarmu kekampus besok"sahut Lie singkat
"benarkah?"seru amelia senang
"ehmm,,!"sahut Lie mengangguk"kau istirahatlah, aku akan menyelesaikan pekerjaanku"lanjut Lie lagi.
"baik"sahut amelia tersenyum serta langsung membaringkan tubuhnya dikasur dan tidur.
Keesokan harinya Lie mengantar amelia kekampus, sesampai digerbang kampus.
"aku bisa sendiri, kau tidak perlu memapahku"seru amelia menolak Lie yang bermaksud menggandengnya.
"kau diam saja, kalau kau masih cerewet, aku akan menggendongmu hingga kedalam kampus"seru Lie mengancam.
Amelia hanya bisa diam dan membiarkan Lie memapahnya sampai kelas. sepanjang jalan banyak sekali yang memperhatikan dan memuji perhatian Lie kepada Amelia.
"wah,, lihat pria yang tampan perhatian lagi, aku jadi iri"seru salah sorang mahasiswi.
"iya, iya benar"sahut mahasiswi lainnya
"huh, bukankah itu amelia, siwanita murahan itu?"seru mahasiswi
"benar, itu dia. aku sangat kasihan pada pria itu, bisa-bisanya pria tampan dan baik sepertinya mau dirayu wanita murahan itu"sahut mahasiswi yang lain lagi.
Mendengar perkataaan orang-orang yang menatap mereka, wajah Amelia menjadi kesal, dia bermaksud ingin menghajar mereka semua, tetapi Lie menahannya.
"kau tidak perlu membuang-buang tenagamu, masalah mereka biar aku yang urus"seru Lie sambil memberi isyarat mata jahatnya pada amelia. amelia pun tersenyum dan memutuskan membiarkan Lie mengurusnya.
Ruang kelas Amelia.
"mel, kamu kenapa?"seru Mina khawatir langsung berlari mendekati amelia.
__ADS_1
"aku tidak apa-apa, aku hanya terjatuh"sahut amelia
"amelia, apa kau tidak menganggapku temanmu lagi, kau tidak memberi tahu padaku tentang ini"seru Mina kesal.
"iya, maaf, maaf"sahut amelia merasa bersalah
"ehmm,, amelia,,, dia,,,?"tanya Mina melihat Lie
"hallo, aku Han Rue Lie suami Amelia"sahut Lie menyela
"kau, tu,,,,tuan Han dari Han Coorporation yang terkenal itu?"seru Mina masih tidak percaya.
Lie hanya tersenyum menjawab pertanyaan Mina itu.
"Mina, apa kau akan terus menahanku disini dan tidak membiarkan aku duduk"seru amelia mengalihkan pembicaraan
"eh,, iya iya,, tuan Han anda bisa pergi aku akan membantu amelia duduk"seru Mina sambil memapah amelia
"baiklah, aku akan menjemputmu nanti"sahut Lie beranjak pergi.
Lie kemudian pergi keperusahaan Bozer untuk mengajak kerja sama bisnis.
"oh, direktur Han"sahut direktur Yu terkejut melihat kedatangan Lie."apa yang membuat direktur Han datang secara pribadi menemuiku?"lanjutnya lagi penasaran
"aku langsung keintinya saja, aku ingin mengajak kerja sama bisnis dengan perusahaan anda direktur Yu"seru Lie menyodorkan dukumen.
"oh, boleh kupelajari dulu berkas thundernya?"tanya direktur Yu
"silahkan!"sahut Lie
"oh, yaa direktur Han. Aku dengar perusahaan Han juga melakukan kerja sama dengan perusahan Bora, kenapa masih ingin bekerja sama dengan perusahaan kami?"tanya direktur Yu lagi.
"sekarang yang menjadi direktur adalah adikku, tapi dia tidak bisa melihat kalau perusahaan bozer lebih berpotensi dibandingkan Bora"jawab Lie
"hahahha,,, kau memang orang yang penuh perhitungan tuan Han, sikap itulah yang seharusnya yang dimiliki seorang pemimpin"seru direktur Yu memuji.
"hehee,,, anda terlalu memuji, direktur Yu!"sahut Lie.
"ehmmm, akau telah memperlajari berkas thundermu, aku bersedia bekerja sama denganmu"seru direktur Yu mengulurkan tangan
__ADS_1
"terima kasih direktur Yu"sahut Lie menyambut tangan direktur Yu dan berjabat tangan.
"oh, yaa direktur Yu, minggu depan aku akan mengadakan pesta pertunangan putriku, aku harap kau bisa datang direktur Han"seru direktur Yu lagi.
"aku tidak bisa janji, karna istriku sedang sakit, tapi akan kuusahakan datang, direktur Yu"sahut Lie dan berpamitan pergi.
Sore hari, Lie menjemput amelia dikampus dan menunggu amelia didepan kelasnya. para mahasiswi genit yang melihat Lie dikampus langsung mendekati Lie.
"hai,, tampan aku jomblo loe,, mau jalan sama aku, ngga?"seru salh seorang mahasiswi
"aduh, kamu ganteng banget sich! kamu artis, yaaa?"seru mahasiswi lain.
Disisi lain, Kenzo melihat Lie sengan perasaan tidak senang, dia kemudian menghampiri Lie untuk menantangnya bertanding.
"kau suami Amelia, kan?"seru Kenzo
"benar"sahut Lie tegas
"aku ingin menantangmu bermain basket"tantang Kenzo
"hehh, tidak ada untungnya bagiku jika bertanding denganmu?"sahut Lie
"tentu saja ada, jika kau menang aku akan berhenti mengejar amelia, tapi jika kau kalah kau harus menyerahkan amelia padaku"seru Kenzo
disisi lain, amelia dan Mina sedang berjalan keluar kelas dan mendengar perbincangan Lie dan Kenzo.
"Kenzo apa kau pikir aku sebuah barang yang bisa kalian perebutkan seenaknya"umpat amelia marah
"sayang, kau tidak perlu meladeni orang ini, lebih baik kita pergi"bujuk amelia pada Lie
"heh, kenapa kau diam saja tuan Han, apa kau takut?"seru Kenzo meremehkan
Lie menatap Kenzo tajam"baiklah, ku terima tantanganmu"sahut Lie
"apa kau yakin?! kau bisa mengalahkannya"bisik amelia cemas
Lie tidak menjawb, dia hanya tersenyum dan mengusap kepala amelia.
"melihat sikapnya itu aku tidak yakin dia bisa menang"gumam amelia cemas.
__ADS_1