
tepat pukul 9.30 malam amelia tiba di aparteman Lie.
"nyonya muda, anda sudah kembali"sapa bibi Yun
"bi, apa tuan sudah pulang?"tanya amelia
"iya, nyonya. tuan muda sudah pulang, tuan muda sekarang sedang berada diruang kerjanya"sahut Bibu Yun
"baiklah, kalau begitu"seru amelia
amelia pergi kekamarnya, dia melepaskan sepatu dan tasnya bersamaan saat Lie memasuki kamarnya dan langsung memeluknya dari belakang.
"aaacchh,,,"jerit amelia terkejut dan refleks tangan Lie membekap mulut amelia
"ssstttt,, kenapa harus berteriak sich, sayang"bisik Lie sembari menjilat ditelinga amelia yang membuat sekujur tubuh amelia bergetar
"sayang, tubuhmu merespon sangat baik, ini area sensitifmu yaa, sayang"bisik Lie mulai mencumbu leher amelia
"ummm,,, mm,,,.aahh"desah amelia
dan seketika Lie pun langsung menjatuhkan tubuhkan tubuh amelia dikasur dan terus mencumbunya.
"mm,,aach,,ah,,mm"dasah amelia hingga mereka pun bermandikan peluh dan tertidur lelap.
keesokan harinya, amelia bangun pagi namun tidak mendapati Lie disampingnya.
"ech, kemana dia pagi-pagi begini"seru amelia mencoba turun dari tempat tidur, namun tiba-tiba
"aaawwwhhh,,,aduch,,, punggungku sakit"jerit amelia
"Lie kau dasar binatang buas, aduch punggungku"umpat amelia sambil berjalan kekamar mandi dengn susah payah
Disisi lain, Lie baru saja kembali dari Jogging paginya,
__ADS_1
"tuan muda, anda sudah kembali. sarapan sudah siap"sapa bibi Yun
"apa nyonya sudah bangun?"tanya Lie
"sepertinya belum, tuan"sahjt bibi Yun
"kalau begitu panggilah dia untuk sarapan"perintah Lie
"baik, tuan muda"sahut Bibi Yun langsung berjalan menuju kamar amelia
tok, tok, tok (suara ketukan pintu) oleh bibo Yun disaat yang bersamaan amelia baru keluar dari kamar mandi
"siapa?"tanya amelia
"ini saya, nyonya. tuan muda meminta saya memanggil anda untuk sarapan"sahut bibi Yun
"oh, katakan pada tuan sebentar lagi aku menyusul"seru amelia
sepuluh menit kemudian amelia selesai berpakaian dan berdandan dan bergegas pergi keruang makan
Diruang makan Lie sudah menunggunya sambil membaca koran.
"kemarilah, ayo kita sarapan"seru Lie saat melihat amelia
amelia yang masih kesal karna ulah Lie yang sangat buas tadi malam pun hanya duduk diam sambil memakan sarapannya.
Lie yang mulai menyadari perubahan sikap amelia itu pun langsung angkat bicara.
"sayang, kamu kenapa?"tanya Lie
"kenapa? kenapa,, pake nanya lagi"umpat amelia dengan raut muka cemberut
"sayang, kamu sedang menggodaku sekarang?"canda Lie
__ADS_1
"siapa yang menggodamu, humph"sahut amelia semakin kesal dan memalingkan wajahnya dan bibir sedikit dimonyongkan
"sayang, kamu tau ngga, sikapmu sekarang ini sangat menggemaskan, aku jadi pengen memakanmu"canda Lie lagi
"dasar mesum, humph,,, aku udah selesai"umpat amelia dan berdiri dari tempat duduknya, namun tiba-tiba,,,,
"ad,,,duch,,,"jerit amelia
mendengar jeritan amelia itu Lie pun panik, dan berdiri menghampiri amelia.
"sayang kau kenapa?"seru Lie khawatir
"kenapa, kenapa, pake nanya lagi, ngga sadar apa ini ulah kamu"maki amelia
Lie merasa bersalah pada amelia, dan langsung meraih tubuh amelia dan memeluknya
"astaga,,, aku hanya memikirkan nafsuku saja, tanpa memikirkan kalau itu menyakitinya"gumam Lie
"sayang, maafkan aku.. aku terlalu bersemangat, habisnya seluruh tubuhmu bagikan ganja yang membuatku candu, sayang"seru Lie
"huh,,, dasar brengsek, kau brengsek"umpat amelia sambil memukul mukul dada Lie
"sayang kau boleh memukulku sepuasmu, kalau itu bisa membuatmu merasa baikan"seru Lie
"sayang, maafin aku yaa,, aku janji akan berusaha mengontrolnya amu mau maafin aku kan sayang"seru Lie lagi.
"iya,, aku maafin,, tapi janji yaa,,, ngga sampe 3 ronde lagi,,,"seru amelia
"iya,,, paling cuma 2,,, hehehe"sahut Lie
"huh,, dasar"umpat amelia
Lie pun mencium kening istrinya dan memeluk istrinya lembut
__ADS_1