My Kapten

My Kapten
14.Hujan di waktu subuh


__ADS_3

Yogi yang terus mengacak acak rambut nya tiba tiba mendengar suara stella yang sedang mengigau memanggil manggil seseorang.


mom stella kangen, mom stella kangen, stella terus saja mengulang ulang ucapan nya.


yogi berdiri dan menghampiri stella.


dia masih tertidur, mungkin dia sedang merindukan ibu nya, gumam yogi dalam hati sambil terus menatap dalam ke wajah stella.


tiba tiba hujan turun di waktu subuh, hujan yang sangat deras serta suara petir dan kilat beradu di luar sana menemani derasnha hujan yang turun dari langit, di tambah listrik tiba tiba padam.


sial kenapa pake acara listrik padam coba, guma yogi yang tetap masih berada di sisi tempat tidur menemani stella.


suara petir yang sangat besar menyambar dan mengagetkan stella, stella terbangun dari tidur nya, stella sangat takut dengan suara petir yang bergemuru.


stella bangun sambil menangis kencang dan memanggil manggil nama ibu nya.


hiks hiks hiks momy stella takut, stella terus saja menangis dana menangis. momy stella takut suara petir, stella takut gelap mom.


yogi spontan menarik tubuh stella ke dalam pelukannya.


stell loe tenang ada gue di sini.


stella mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan yogi, eh loe siapa kenapa loe meluk gue, yogi menyalakan senter ponselnya.


stell loe liat gue, ini gue yogi loe tenang ya jangan nangis seperti ini. ucap yogi yang terus menenangkan stella.


stella sadar akan keberadaan yogi melepaskan tubuhnya dan kembali duduk di hadapan yogi.


suata petir kembali menyambar.


aaaahhh stella kembali berteriak histeris, dan tanpa aba aba langsung memeluk tubuh kekar yogi dan meneggelamkan wajahnya di dada bidang yogi.


gue takut mas yogi ucap stella dengan suara paraunya.


loe tenang stell, gue di sini loe nggak sendirian, loe akan aman bersama gue di sini, yogi terus berusaha menenangkan stella.

__ADS_1


stella melepaskan pelukannya dari tubuh yogi, maafkan stella mas, stella nggak sengaja meluk mas yogi, stella takut mas, ucap stella dan terus menangis,.


iya nggak apa apa stell, gue ngerti kok. ya udah sekarang loe tidur lagi, gue bakal nungguin loe di sini, gue akan tidur di sofa dan ponsel gue bakal gue simpan di atas nakas biar loe nggak ngerasa gelap. okey stell.


stella mengangguk, dan kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan matanya. akan tetapi stella terus memegang erat tangan yogi.


"nah loh gi mana caranya coba gue tidur di sofa kalo dia masih megangin terus tangan gue, gumam yogi dalam hati."


yogi yang mulai merasakan kantuk di matanya, langsung saja tertidur di sisi tempat tidur tepat di samping stella, dengan keadaan tangan mereka masih saling menggenggam.


*******************************************


silau cahaya matahari mulai memasuki sela sela kamar yogi. akan tetapi stella dan yogi masih saja asyik tertidur dan bermain d alam mimpi mereka masing masing


sedangkan di bawah ayyub dan andin sudah berada di meja makan.


nah loh yank kak yogi dan stella kok belum kelihatan ya? tanya andin kepada kekasihnya


nggak tau juga tu yank, mending sekarang kita sarapan dulu habis sarapan baru kita meminta bibi membawakan sarapan untuk mereka.


andin dan ayyub menyantap sarapan mereka, tiba tiba ray muncul dan menarik kursi yang berada di samping ayyub.


pagi bang ray, ucap andin ramah.


kamu kok sendirian ray? ke mana yogi tanya ayyub?


nggam tau tu bang, mungkin masih tidur kali dia, ucap ray sambil memasukan roti ke dalam mulutnya.


ayyub mengerutkan dahi nya, bukannya kalian semalam tidur di kamar yogi jagain stella kan.


boro boro bang aku tidur di kamar yogi, aku tidur di kamar tamu.


terus yogi di mana, dan yang jagain stella semalam siapa? kalo kalian ber dua tidur di kamar tamu?


nah siapa bilang bang aku ma yogi tidur di kamar tamu?

__ADS_1


ayyub mulai tak mengerti apa maksud perkataan juniornya tersebut.


dasar bocah semprul bicara tu yang jelas, mau kamu aku suruh guling ucap ayyub yang mulai kesal dengan ray. dari tadi kamu memutar mutar pembicaraan saja. tadi kamu bilang tidur di kamar tamu sekarang kamu bilang kalo kamu di kamar tamu tidurnya sendirian terus yogi di mana?


siap bang jangan di guling juga bang, masih pagi juga abang sudah mau ngasih hukuman aja.


bang aku tidur di kamar tamu, sedangkan yogi tidur di kamarnya nemenin stella.


uhuk uhuk andin terbatuk mendengar yogi hanya ber dua dengan stella di kamarnya.


ayyub memberikan air putih kepada andin, nah loh sayang ini minum dulu! hati hati dong yank makannya


iya loe din makan tu pelan pelan aja, nggak usah buru buru, nah jadinya kan keselek.


Di dalam kamar stella membuka matanya iya merasakan tangannya sedang menggenggam sesuatu.


stella mengucek ucek mata dan mengumpulkan nafas nya.


stella berbalik ke arah wajah yogi.stella kaget kenapa bisa ada yogi di sampingnya sedang tertidur dan menggenggam tangan stella.


stella hendak ingin melepaskan genggaman tangannya dari tangan yogi tapi stella juga takut nanti gerakan yang iya buat dapat membangunkan yogi. stella kembali memngingat kejadian tadi malam.


bodohnya gue, kenapa gue bisa meluk dia coba ucap stella sambil memukul mukul keningnya.


stella terus menatap wajah yogi yang sedang tertidur pulas.


walaupun dia nyebelin dan memiliki sifat yang dingin kayak es balok, tapi kalo di lihat lihat dia sangat tampan. ucap stella sambil membelai belai rambut yogi.


yogi sebenarnya sudah bangun saat iya merasa ada seseorang yang mengelus elus rambutnya, di saat yogi ingin membuka mata, iya nggan melakukannya. karena yogi tiba tiba mendengar suara stella yang memuji ketampanannya. dan merasa sangat nyaman saat stella mengelus elus pucuk rambut nya.


seseorang tiba tiba memegang knop pintu, stella yang mendengar ada yang datang langsung kembali membaringkan tubuhnya ke posisi semula seperti pada saat iya bangun tadi.


ternyata ayyub andin dan ray serta bi ina yang datang membawa sarapan untuk yigi dan stella.


ray ayyub dan andin kaget melihat yogi yang masih tertidur di sisi ranjang dan stella juga masih tertudur di atas kasur sambil menggengam tangan yogi.

__ADS_1


nah loh apa apan ni mereka ber dua ucap ray sambil membulatkan matanya.


andin dan ayyub hanya diam saling memandang satu sama lain dan mengangkat ke dua bahu mereka.


__ADS_2