
kurang lebih 2 jam telah berlalu, tindakan oprasi darurat yang stella lakukan untuk yogi akhirnya sudah selesai, stella andin dan suster erika sisa menunggu yogi siuman.
andin dan suster erika keluar dari ruangan tempat di mana mereka mengoperasi yogi.
"Gi mana keadaan nya dok?" tanya salah satu lelaki bertubuh tinggi tegap berdada bidang yang sedang ikut menunggu di depan ruang operasi.
"Alhamdulillah opra" belum sempat andin melanjutkan ucapan nya iya sudah di kejutkan dengan sosok tampan yang beberapa bulan ini iya rindukan.
"Sayang" ucap andin yang tak menyangkah bisa bertemu dengan ayyub, seketika saja andin langsung mendaratkan pelukan nya di tubuh ayyub.
ayyub yang sama kaget nya melihat andin tak bisa berkata kata dan langsung membalas pelukan hangat yang selama ini iya rindukan.
"Sayang kamu di sini juga?" ucap ayyub sambil melepas pelukan nya dan menatap lekat wajah kekasih nya.
andin menganggukan kepalanya dan mengulung senyum di bibir nya.
"Iya sayang, aku ikut dalam rombongan tim medis sukarelawan, aku juga bareng sama stella."
"Ah iya sayang stella, aku tadi udah ketemu sama stella, aku nggak nyangka sayang kita bisa ketemu di sini, emang ya kalo jodoh nggak kemana" ucap ayyub sambil mencium pucuk kepala andin.
"Apa sayang? kamu udah ketemu stella, loh kok stella nggak ngomong sih sama aku?"
"mungkin stella lupa sayang, soal nya tadi kan kita semua lagi fokus sama yogi, oh iya sayang gi mana keadaan yogi?"
"Astagfirullah sayang, aku sampai lupa, oh iya bang yogi oprasi nya lancar, dan bang yogi juga alhamdulillah baik baik saja, kita sisa nunggu bang yogi sadar saja sayang."
"syukurlah kalo gitu sayang." sekali lagi ayyub mencium pucuk kepala andin.
"Ehem ehemm" tiba tiba suara deheman dari semi membuat ayyub melepaskan ciuman dari pucuk kepala andin.
"Aduh bang ayyub ini, sampai lupa kalo ada kami di sini." ucap semi sekonyong konyong.
__ADS_1
"Hustt alah iri aja kamu sem" cerutus fahmi yang berada di sebelah semi.
"Ih gila jomblo ngenes ikutan ngomong juga, ahahahhahahaha" ucap semi yang tak mau kalah dengan ejekan fahmi.
"Hustt kalian sesama jomblo nggak usah saling buli" cerutu Ray sambil mentoyor ke dua kepala sahabat nya itu.
semua prajurit yang berada di sekeliling ayyub,fahmi,semi dan ray hanya tertawa melihat tingkah konyol para komandan nya.
"Oh iya saya sampai lupa, kalo begitu kalian boleh kembali ke pos untuk beristirahat dan bersihkan tubuh kalian, terimakasih atas kerja keras kalian." perintah ayyub membubarkan para pasukan nya yang sejak tadi ikut menunggu oprasi yogi sampai selesai.
"Ijin siap Danpos, kalo begitu kami ijin pamit kembali ke pos." ucap para pasukan nya serentak sebelum mereka kembali ke pos.
***********************************************
setelah oprasi selesai, stella tak kunjung meninggalkan ruang rawat yogi, stella terus saja mengontrol perkembangan yogi.
"Bang, apa bang denger suara stella? bang stella ada di sini bang, stella di samping abang, apa abang tau stella sangat syok ketika tau kalo ternyata abang yang sedang berjuang nyawah dan berlumuran darah di hadapan stella, bang walaupun stella tau, kalo abang tak setuju dengan pernikahan kita, walau abang tak memiliki rasa buat stella, tapi jujur bang stella sangat khawatir melihat kondisi abang seperti ini, stella takut bang terjadi apa apa dengan abang." stella terus saja bercerita di samping yogi, stella bercerita sambil menangis dan terus menggenggam tangan yogi, dan sesekali mengusap wajah tampan yogi.
"iya masuk"
"Permisi dokter stella, saya ingin memberikan suntikan injeksi paska oprasi pada danton yogi." ucap suster erika.
"oh iya sust silahkan."
stella berdiri dari duduk nya dan hendak melangkah menuju kamar mandi, tapi belum sempat stella melangkah badan nya sudah jatuh tersungkur ke lantai.
suster erika yang melihat stella sudah jatuh ke lantai dengan sigap segera menolong stella, suster erika mengangkat kepala stella dan membuat pahanya sebagai sandaran kepala stella, suster erika berusah menyadarkan stella tapi stella tak kunjung sadar,
"Aduh ini gimana?, saya nggak mungkin bisa mengangkat tubuh dokter stella sendirian. seketika suster erika teringat dengan andin. suster erika meraih ponsel yang berada di saku baju dines nya dan segera menghubungi andin.
di sebuah gasebo kecil yang terletak tak jauh dari mess dokter dan juga pos para tentara terlihat sepasang muda mudi yang sedang asyik berbincang bincang, seakan akan mereka telah melepas rindu yang beberapa bulan tak bertemu.
__ADS_1
adin dan ayyub terlihat sangat bahagia mereka sesekali tertawa bersama dan sesekali mereka nampak bercerita serius. di sela keseriusan andin dan ayyub berbincang bincang tiba tiba saja ponsel andin bergetar.
"Derrt dert derrtt". andin yang merasakan getaran di saku celanya langsung meraih ponsel nya.
"Siapa sayang?" tanya ayyub.
"suster erika" ada apa ya suster erika telfon aku? nggak biasa nya suster erika nelfon, paling biasanya dia langsung samperin aku.
"Ya udah di angkat aja, siapa tau penting" ucap ayyub.
"Iya halo sust ada apa?" tanya andin dari balik ponsel nya.
"Maaf dokter andin saya mengganggu, dok tolongin saya, dokter stella pingsan dok, saya udah berusaha tolongin tapi saya nggak bisa ngangkat tubuh dokter stella sendirian dok, apa dokter bisa ke sini?"
" Apa sust, stella pingsan? terus sekarang kalian di mana?" tanya andin dengan wajah panik.
"Saya masih berada di ruang rawat danton yogi dok."
"Ok aku ke sana sekarang."
" Ada apa sayang?" tanya ayyub yang tak mengerti melihat wajah andin tiba tiba berubah menjadi panik.
"Sayang ayo sekarang kita keruang rawat bang yogi, kata suster erika stella pingsan."
"Apa?" ucap seseorang yang tak sengaja mendengar ucapan andin.
"Bang Ray, sejak kapan bang ray ada di situ hah? bang ray macam jalangkung saja." belum selesai andin melanjutkan ocehan nya, Ray sudab berlari menuju ke kamar rawat yogi.
"maaf ndin pertanyaan kamu aku jawab nanti saja, stella lebih penting sekarang."
"Astaga sayang aku lupa dengan stella, ayo sayang kita liat stella."
__ADS_1