
Stella masuk dan duduk di dalam ruangan nya, fikiran stella sudah menyebar ke mana mana, stella nampaknya sudah tidak fokus dengan semua pekerjaan nya.
tok tok tok
"Permisi dok, boleh saya masuk?" tanya seorang suster yang berdiri di ambang pintu ruangan stella.
stella sama sekali tak mendengar panggilan suster Ana. suster Ana sudah beberapa kali memanggil manggil nama stella namun stella masih saja berada dalam lamunan nya. suster ana melangkah masuk dan menghampiri stella.
"Dok, Dokter stella, apa dokter baik baik saja?" suster ana berusaha menyadarkan stella dari lamunan nya.
"Ah i-iya suster ana, ada apa?"
"Maaf kan saya dok, tadi saya sudah mencoba mengetuk ngetuk pintu ruangan dokter namun kelihatan nya dokter sedang tidak fokus, makanya saya memutuskan untuk masuk saja dok."
"mmmm iya maaf kan saya suster ana, saya lagi nggak enak badan, oh iya ada apa suster ana?"
"saya ingin memberikan ini kepada dokter, tadi Ibu sherlly mengirimkan sebuah email ke saya, Ibu sherrly menyuruh saya untuk memperlihatkan kepada dokter."
stella tersenyum dan mengambil Tablet yang berada di tangan suster Ana.
"Trimakasih sus, suster ana boleh keluar."
setelah stella memeriksa email yang dikirim oleh mertua nya, stella segera meraih ponsel nya.
__ADS_1
"Halo Ma." ucap stella dari balik telfon.
"Iya sayang gi mana, apa kamu sudah menerima email dari mama?
"Iya mah stella sudah mempelajari nya, stella ngerti maksud mama tapi mah, stella minta maaf, stella harus ikut dalam tim medis sukarelawan itu, bagai mana pun itu sudah kewajiban stella mah."
"Tapi apa kamu yakin sayang? mama bisa mengeluarkan nama kamu jika memang kamu berkenang tidak ikut dalam tim sukarelawan itu, mama takut kalo nanti di sana kamu kenapa kenapa sayang"
ucap mama sherrly yang sangat khawatir dengan menantu nya, yang akan ikut dalam tim medis sukarelawan di suatu daerah terpencil. mama sherrly selaku pemilik rumah sakit bisa saja mengeluarkan nama menantunya, tapi karena stella kekeh untuk ikut dalam tim medis akhir nya mama sherlly tak bisa mencegah nya.
"Ma, mama nggak perlu khawatir stella pasti akan baik baik saja, lagian kan ada andin juga ma"
"Baiklah sayang klo itu sudah jadi keputusan kamu, mama akan berikan fasilitas terbaik untuk kamu selama kamu berada di sana."
"Dah sayang" ucap mam sherlly lalu mematikan panggilan telfon nya.
*********************************************
stella masih bingung dengan dirinya, perasaan apa yang tengah iya rasakan saat ini. bukan nya dia tak mencintaiku? bgitu pun aku bukan nya aku tak mencintai nya, kita pun menikah atas dasar perjodohan, lalu perasaan apa yang aku rasakan saat ini, kalo memang dia ingin memiliki wanita lain, tak sepantasnya aku marah padanya.
stella terus saja bertanya tanya dalam batin nya sendiri.
stella mengambil telfon kantor yang berada di hadapan nya.
__ADS_1
"Suster ana, apa saya masih memiliki pasien lagi?'' tanya stella pada suster ana.
"Dokter sudah tidak memiliki pasien lagi, oh iya dok sekalian saya ingin menyampaikan kalo besok dokter pengganti untuk menggantikan dokter stella sudah datang, dan besok dokter tersebut sudah bisa menghantikan dokter"
"makasih suster ana informasinya."
"kalo begitu saya permisi keluar dokter"
stella melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, sudah pukul 16:30, stella meraih tas dan kunci mobil nya lalu keluar meninggalkan rumah sakit. jalanan cukup padat dengan kendaraan yang lalu lalang stella melajukan mobil nya menuju ke rumah mama sherly, karna iya sudah berjanji kepada mama mertua nya untuk datang ke rumah.
mama sherly yang sudah mengetahui kalo menantu ke sayangan nya akan datang sudah menyiap kan semua makanan ke sukaan stella.
"Bi apa semua masakan nya sudah selesai?" tanya mama sherly ke pada Bi narty.
"Iya nyonya semua nya sudah siap"
"Kalo begitu bibi sajikan sekarang ya di meja makan, soalnya sebentar lagi pasti stella sampai."
"Baik nyonya"
Mobil stella sudah berada di depan rumah mama sherly terlihat gerbang besar menjulang tinggi, pak ahmad penjaga rumah mama sherly dengan sigap membuka pagar stella melihat mobil stell berada di luar gerbang.
"Silahkan nyonya muda" ucap pak ahmad dan di balas senyum ramah oleh stella.
__ADS_1
"Benar benar mahluk ciptaan tuhan yang sempur na, beruntung banget Tuan yogi memiliki istri seperti nyonya stella."