
Yogi dan stella sudah berada di lobby bandara.
"Sayang kalo gitu mama berangkat dulu ya, kamu hati hati inget pesan mama kamu sekarang sudsh menjadi seorang istri, jadi kamu harus nurut apa kata suami kamu, okey honey" ucap mama vani dan mencium kening putrinya."
"Gi mama titip stella yah, dia anak nya emang keras kepala, bawel, cerewet, tapi dia baik kok"
" yogi tersenyum , iya mah mamah hati hati ya ucap yogi sambil mencium punggung tangan mertua nya"
"okey mamah masuk ya, kalian pulang nya hati hati."
mama vani sudah berlalu dan tak nampak lagi dari pandangan stella dan yogi.
"Kamu mau tetap di sini saja? tanya yogi dengan nada suara nya yang khas dan raut wajah yang tetap saja dingin."
"Ya nggak lah, aku mau pulang dedemit, stella berlalu dan menuju parkiran mobil"
"Di dalam mobil hanya ada ke heningan saja, tanpa ada suara dari stella maupun yogi"
yogi melajukan mobil nya menuju asrama tempat nya bertugas.
Stella yang melihat jalan bukan seperti jalan menuju pulang ke rumah nya.
"nah loh kita mau ke mana? tanya stella yang masih terlihat kebingungan"
" Ya pulang lah, emang mau ke mana lagi."
" Tapi ini bukan jalan menuju rumah aku"
" Terus maksud kamu, aku harus nganter kamu pulang ke rumah kamu gitu? trus gi mana dengan mamah aku? kalo dia tau kamu pulang ke rumah kamu tanpa ada aku, ucap yogi yang terus menatap ke arah jalan tanpa menoleh menatap wajah stella.''
"stella terdiam, bener juga ya sekarang kan aku udah jadi istri nya dia, gumam stella dalam hati."
"tapi gi mana dengan barang barang aku"?
"Kamu tenang aja, besok Bi ina bakalan bawahin beberapa pakean kamu ke rumah dines aku."
__ADS_1
Beberapa jam yang lalu
"sebelum nya yogi telah menyuruh Ray buat memindahkan barang barang nya yang berada di dalam mess ke sebuah rumah dines khusus perwira yang sudah memiliki keluarga.
"Ray yang sama skali tak curiga hanya melakukan perintah dari letting sekaligus sahabat nya tersebut."
Mobil yogi memasuki gerbang bataliyon dan menuju ke sebuah rumah dines, rumah yang nampak sederhana tapi sangat asri dan nyaman di pandang mata.
Ray sudah berada di depan teras rumah dines yogi. yogi keluar dari dalam mobil dan meninggalkan stella yang masih tertidur dalam mobil.
"Gi ngapain loe tumben mau nempatin rumah dines? kemaren aja loe di tawarin tinggal di rumah dines loe nya nggak mau." ucap ray yang berada di sebelah yogi."
"Pengen aja, ucap yogi dengan santai."
Ray dan yogi sedang asyik menikmati sepuntung rokok yang masih tersisa di tangan mereka masing masing, sambil menikmati secangkir kopi di ruang tengah rumah dines yogi.
tiba tiba saja stella terbangun dan keluar dari dalam mobil.
dan berjalan mengarah ke pintu rumah dines yogi.
Ray yang melihat stella berdiri tepat di hadapan nya tiba tiba menyembur kan kopi yang berada di dalam mulut nya ke arah yogi.
" Byurrrr semburan kopi dari mulut ray tepat mengenai wajah tampan yogi."
"Sialan loe Ray"
"Sorry sorry sorry gi, ucap ray sambil mengambil tisu di atas meja dan mengusap usap ke wajah yogi, tapi dengan posisi wajah yang masih menatap ke arah stella."
"Gi gi gi, apa gue cinta mati ya ama si stella, ucap ray masih belum sadar"
Yogi yang mendengar ucapan ray tiba tiba mengkerut kan kening nya.
" Emang nya kenapa?"
"Gi bayangan wajah stella selalu aja muncul di hadapan gue, bukti nya sekarang gue ngeliat stella berada di hadapan gue, cerocos ray sekonyong-konyong sambil mengucek ucek mata nya."
__ADS_1
"Stella tersenyum dan menatap ke arah ray.
Hay Bang ray sapa stella"
Ray makin heran iya mendengar stella menyapa nya, astaga apa aku sudah terobsesi segitu nya dengan stella, sampai sampai aku mendengar nya menyapa ku? tanya ray yang belum saja sadar akan keberadaan stella. Yogi mencubit keras tangan letting nya tersebut.
"Aauuu sakit, sialan loe gi ngapain loe nyubit tangan gue? tanya ray dengan terus mengelus elus lengan nya"
"nah tuh loe sadar kalo sakit, berarti yang di depan loe tu nyata, itu beneran si stella ucap yogi menyadarkan ray."
Ray nampak kebingungan dengan keberadaan stella.
"Hah, ngapain stella di sini gi?"
"Duh nanti the ray gue ceritain sama loe, sekarang gue capek banget pengen istirahat." intinya tadi dia ke sini bareng ama gue"
Yogi berdiri dan menuju ke sebuah kamar yang berada di sebelah kamar nya.
"Ini kamar kamu, dan itu kamar aku tunjuk yogi ke salah satu kamar yang berada di samping stella."
stella mengangguk dan masuk ke dalam kamar yang sudah di tunjukan oleh yogi.
ray yang berada di belakang yogi langsung saja bertanya dengan wajah yang sangat serius.
"Gi stella nginep di sini? kok bisa loe bareng sama dia, kok bisa loe bawah dia kemari? apa kata komandan gi, kalo dia tau? mau dapat masalah lagi loe, ucap ray panjang lebar."
"Aduh ray , loe kalo mau nanya satu satu, gue capek banget, gue mau istirahat, kalo masalah komandan loe tenang aja gue udah ngomong, kalo adik spupu gue dari luar negri mau numpang malam ini d tempat gue."
"Ray mengangguk anggukan kepala nya tanda mengerti"
ta-tapi tunggu gi, kok bisa stella loh bawa ke sini?"
"Panjang banget Ray cerita nya tapi inti nya ternyata si stella itu anak sodara nyokap gue, jadi dia sama gue spupuan dan nyokap tadi nitip stella ama gue soal nya dia ada praktek di RST (Rumah sakit tentara) dekat sini ucap yogi berbohong agar ray tidak curiga"
"Tanpa curiga ray pun mengagguk anggukan kepalanya tanda mengerti" syukur deh gi kalo gitu, berarti gue bisa deket dong dengan stella, goda ray pada yogi. karena ray tau kalo sebenar nya yogi mulai simpati pada stella."
__ADS_1