
Yogi hanya membuang nafas kasar, karena iya tau setiap perintah mamanya harus iya laksanakan.
Dua hari telah berlalu, kini tiba saat nya pernikahan yogi di laksanakan, bukan sebuah pesta pernikahan pada umumnya yang mewah dan mengadakan sebuah tradisi pedang pora yang biasa di adakan saat pernikahan pernikahan seorang perwira TNI. melainkan pernikahan yang sederhana pernikahan yang di hadiri oleh beberapa keluarga terdekat dari pihak orangtua yogi dan memprelai wanita.
Yogi yang memasuki sebuah aula mesjid yang di dampingi oleh mama sherlly dan papa Abi permana. yogi nampak memasang muka dingin dan hanya senyuman kecil yang iya beri di sudut bibirnya. yogi nampak tak menginginkan pernikahan yang akan segera iya jalani, yogi sama sekali belum mengetahui siapa sosok wanita yang akan menjadi istrinya beberapa jam ke depan.
"Huft dengus yogi dengan nafas kasar. sial kenapa aku bisa terjebak dalam situasi yang rumit seperti ini, lebih parahnya lagi semua ini sudah di rencanakan oleh orangtua ku sendiri, gumam yogi yang sangat tidak menginginkan semua pernikahan ini."
Ayo sayang duduk, ucap mama sherly yang mempersilahkan yogi duduk di sebuah kursi yang berada di atas altar yang di hiasi dengan bunga bunga bernuansa putih dan elegan.
Yogi duduk di hadapan seorang penghulu dan beberapa orang saksi di sampingnya.
Apakah saudara yogi sudah siap? tanya penghulu yang berada di hadapan yogi, yogi menganggukan kepala, iya saya siap.
__ADS_1
Sedangkan di sebuah kamar pengantin yang berada di aula mesjid yang tak jauh dari tempat yogi akan melaksanakan ijab kabul terlihat seorang wanita yang memakai kebaya pengantin simpel tapi elegan dan di dampingi oleh beberapa perias sedang merias wajah sang mempelai wanita, Hidung mancung, mata indah, pipih yang sangat mulus serta buluh mata yang indah nan lentik, menambah kecantikan mempelai wanita.
sayang apa kamu sudah siap? tanya seorang perempuan paruh baya tapi terlihat masih sangat cantik dan modis.
"iya ma stella sudah siap".ucap stella kepada mama vani dengan memasang wajah yang sangat cantik, tapi dengan mata yang sendu, seolah mata senduh yang indah yang stella miliki mengisyaratkan iya tak menginginkan pernikahan ini.
Apa semua sudah selesai mbak? tanya mama vani kepada beberapa perias ternama di hadapannya.
"iya nyonya ucap salah satu perias tersebut".
"Oh tuhan entah seperti apa laki laki yang akan menjadi suamiku, gumam stella dalam hati aku tak tau seperti apa wajahnya, jangankan wajahnya bahkan aku tak tahu siapa namanya." Aku takut kalo dia tak masuk dalam kriteria pria idaman ku, aku takut mama akan menikahkan ku dengan rekan bisnisnya yang sudah tua, khayalan dan fikiran stella sudah kemana mana, imajinasi nya sudah berkelana sangat jauh".
Stella duduk di sebuah kursi kosong mempelai wanita yang berada di samping yogi. yogi yang sama sekali tak mengharapkan pernikahan ini tak melirik ke arah stella sama sekali, ia nggan melihat wajah wanita yang ada di sampingnya, begutu juga dengan stella iya enggan melirik ke arah yogi. iya hanya fokus memandang ke arah depan.
"apa kalian sudah siap? ucap pak penghulu ke pada stella dan yogi".
__ADS_1
Yogi dan stella menganggukan kepala mereka masing masing.
baik kalo seperti itu tanpa membuang buang waktu kita akan melangsungkan acara ijab kabul ini.
pak penghulu mengulurkan tangannya dan di jabat oleh tangan yogi.
baik Ananda YOGI ABI PERMANA binti Abi permana saya nikahkan engkau dengan seorang wanita Yang walih nikahnya di serahkan ke pada saya yang bernama STELLA ANANDHITA PRATAMA binti Fauzan pratama, dengan mas kawin 20 gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai.
Saya terima nikah nya stella anandhita pratama binti fauzan pratama dengan emas 20 gram dan seperangkat alat solat di bayar tunai. " ikrar janji suci telah di lontarkan yogi dengan sempurna dengan satu tarikan nafas saja".
Bagai mana para saksi ucap pak penghulu dengan melirik beberapa saksi yang berada di dekat nya.
"SAH ucap para saksi".
acara ijab kabul selesai, kini saat nya yogi dan stella bertukar dan memasangkan cincin di jari mereka masing masing.
__ADS_1
kini saat pertama kali yogi menatap wanita yang telah menjadi istrinya, begitupun dengan stella kini pertama kalinya iya menatap laki laki yang telah menjadi suaminya beberapa menit yang lalu.