My Kapten

My Kapten
27. Ke marahan stella


__ADS_3

Suara alarem dari handphone yogi berbunyi, waktu sudah menunjukan pukul 4:30 pagi yogi memang sengaja menyetel alarem di handphone nya agar iya tidak bangun kesiangan, akan tetapi yogi yang masih terbuai di alam mimpi sama sekali tak menghiraukan bunyi alaremnya.


stella yang mendengar suara berisik berisik seketika bangun dari tidurnya. stella mengusap matanya dan melihat melihat di sekeliling tempatnya berada.


" Loh aku d mana ya?" mata stella mulai berkeliling iya masih belum sadar kalo berada di dalam kamar yogi.


"bukan nya tadi aku tidurnya di sofa ya, sekarang kok malah ada di dalam kamar? terus ini kamar siapa?" ucap stella dengan masih sangat kebingungan.


suara alarem dari dalam ponsel yogi berdering kembali, stella yang mendengarnya hendak mengambil ponsel yang berada di atas nakas, belum sempat stella meraih ponsel yogi, stella di kagetkan dengan tangan tangan yogi yang seketika melingkar di atas perut nya.


Aaaahhhh teriak stella dengan suara yang sangat nyaring.


yogi yang terbangun memdengar suara teriakan stella spontan membungkam mulut stella dengan salah satu tangan nya.

__ADS_1


" Apa apan sih kamu stell?" tanya yogi yang begitu kesal mendengar teriakan stella.


"Bang yogi, ngapain abang di sini?" dengan tampang polos nya stella masih belum sadar kalo iya berada di dalam kamar yogi.


" Loh ini kan kamar aku, terus apa salahnya aku di sini? harus nya aku yang tanya ngapain kamu teriak teriak kaya habis ketemu setan?"


" i-itu bang tadi tangan abang meluk pinggang stella, stella kaget makanya stella teriak bang."


yogi mengambil ponsel nya yang berbunyi kembali, ternyata bukan suara alarem tapi sebuah panggilan telfon dari ray. yogi mengangkat sambungan telfon dari ray sambil berjalan keluar dari dalam kamar.


stella masih terdiam di atas tempat tidur, iya merasa sangat sedih mendengar ucapan yogi yang seakan menusuk ke dalam hatinya, stella masih bingung dengan semua sikap dan perilaku yogi. stella membuang nafas kasar dan tanpa di beri aba aba tiba tiba saja keristal bening sudah jatuh membasahi wajah cantik stella.


Yogi kembali masuk ke dalam kamar dengan menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada, rambut yogi yang di cepak ala tentara korea menambah ketampanan rupah yogi, yogi meraih handuk kecil yang tergantung di salah satu sudut kamar dan mengusap usapkan ke atas kepalanya.

__ADS_1


yogi melirik ke arah stella yang masih saja terdiam mematung sambil memeluk boneka di atas tempat tidur dengan mata yang sangat sembab.



"Apa kamu mau berdiam diri saja seharian di atas tempat tidur?" ucap yogi dingin.


stella yang mendengar ucapan yogi tiba tiba saja terisak dengan tangis yang sangat kencang, stella menatap tajam ke arah yogi dan seketika berteriak dalam isak tangis nya.


" Apa salah stella bang, kenapa abang jahat banget sama stella, kalo abang nggak cinta sama stella sudah kita cerai aja bang, ini semua juga bukan keinginan stella, kalo boleh pilih stella juga nggak mau nikah sama abang, stella nggak mau hidup seumur hidup stella dengan laki laki seperti abang, laki laki yang sangat dingin dan tak memiliki perasaan sama sekali" stella berjalan keluar dari dalam kamar yogi dengan tangisan yang menjadi jadi.


yogi yang mendengar ucapan stella seketika membuat yogi terdiam. yogi hanya menatap heran ke arah stella.


"Ada apa dengan dia? dan apa yang dia bahas tad, apa segampang itu orang bercerai? yogi sama sekali tak mengerti dengan perasaan stella sekarang, yogi hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan melanjutkan memakai seragam PDL kebesaran nya.

__ADS_1


__ADS_2