My Kapten

My Kapten
Mata sendu yang indah


__ADS_3

Ray terus berada di samping Stella, Ayyub dan Andin bahkan mulai merasa ada yang aneh dengan sikap Ray yang terlalu berlebihan.


"Sayang apa kamu tidak merasa ada yang aneh dengan sikap bang Ray?" tanya Andin pada Ayyub.


"Maksud kamu Ndin?" jawab Ayyub sambil menatap wajah kekasih nya.


" Iya sayang, aku lihat bang Ray sangat khawatir dengan Stella, apa jangan jangan Bang Ray naksir beneran ama Stella Yang?"


"oh itu maksud kamu sayang, iya emang sih kalo aku perhatiin emang si Ray sejak pertama ketemu Stella di villa Yogi, sepertinya si Ray emang sudah mulai naksir sama Stella, tapi nggak apa apa juga sayang, kan Stella juga masih jomblo, sedangkan Ray juga masih jomblo, ya udahlah sayang itu urusan mereka" pungkas ayyub acuh tak acuh.


"Iya emang sih sayang mereka berdua masih sama sama jomblo, tapi bukan nya kita mau comblangin bang Yogi ya buat Stella? nah ini malah lari nya ke bang Ray" Andin merasa mulai bingung dengan keadaan yang awalnya iya berniat mendekatkan Yogi dan Stella tapi ini malah sebaliknya ada Ray yang malah lebih deluan simpati terhadap Stella.


Di saat Andin masih sibuk menerka nerka antara Ray Stella dan Yogi tiba tiba stella mulai sadar, perlahan lahan stella mulai membuka matanya dan di saat stella membuka mata iya hendak bangun. belum juga stella mengangkat tubuh nya iya sudah merasa pusing.


"Auu" teriak stella sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


Ray yang masih terus terjaga di samping stella dengan spontan memegangi bahu stella. sedangkan Andin Ayyub dan suster Erika langsung berlari mendekat ke arah stella.

__ADS_1


"Stell kamu sudah sadar? apa ada yang sakit stell?" tanya Ayyub yang di ikuti Andin juga Ayyub.


Stella hanya menganggukkan kepalanya dan menengok ke kanan dan ke kiri.


Stella yang melihat Andin Ayyub Ray dan suster Erika di samping masih merasa heran.


"Ndin bang Ayyub dan bang Ray juga suster Erika ngapain di sini? terus kok di tangan Stella dipasangin selang infus?"


"Stell tadi tu kamu pingsan tau nggak?" seru Andin kepada stella.


"Pingsan Ndin?"


Stella mulai mengingat ingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu.


"Ah i-iya sust, saya ingat sekarang. terus sust bang Yogi bang Yogi gi mana sust?" tanya Stella dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran.


"Udah Stell kamu tenang dulu tadi kata Andin Yogi baik baik saja,kita sisah nunggu yogi siuman saja stell, bener begitukan Ndin" pungkas Ray berusaha menenangkan Stella.

__ADS_1


"bener stell yang di katakan bang Ray tadi, kita sisah nunggu bang Yogi siuman saja, tadi aku udah kontrol semua perkembangan bang yogi, semuanya baik, organ vital nya pun semua baik kita sisa tunggu bang yogi siuman saja."


"Tapi stella mau lihat bang Yogi" ucap stella sambil berusaha turun dari tempat tidur pasien.


belum juga stella menurunkan kaki nya di lantai Ray sudah mencegah stella buat banyak bergerak dulu. "Dek Stella mending istirahat dulu, jangan banyak gerak dulu karena kan tubuh dek stella masih lemah."


"Bang Ray, Stella udah nggak apa apa, stella udah sehat, stella mau lihat bang Yogi bang."


"Iya stell abang tau, tapi kan stella bisa lihat yogi dari sini tanpa harus turun dari tempat tidur, abang sisa geser tirai ini saja ya supaya dek stella bisa lihat keadaan yogi" ucap Ray sambil menggeser tirai pembatas yg berada di antara ranjang pasien.


"Bang Yogi." ucap stella sambil menatap haru melihat keadaan yogi.


stella yang begitu ingin menyentuh dan lebih dekat dengan tubuh yogi berusaha membujuk Ray Andin dan Ayyub agar bisa lebih dekat dengan yogi, dengan wajah yang begitu senduh dan rengekan bagaikan seorang bayi polos yang menginginkan sesuatu stella mulai memohon pada ke tiga orang yang berada di hadapan nya.


"Bang Ayyub bang Ray Andin, please stella mohon, stella ingin lihat keadaan bang Yogi lebih dekat, stella udah kuat, stella udah sehat, please ijinin stella lebih dekat lagi dengan bang Yogi."


Ray yang menatap mata sendu Stella tiba tiba terhipnotis dengan mata sendu nan indah yang berada di hadapan nya, Ray yang seketika tersihir dengan tatapan mata stella seketika mengabulkan keinginan stella.

__ADS_1


"Ya udah boleh, tapi abang Bantuin kamu ya"


Stella mengembangkan senyum di wajah cantik nya dan mengangguk tanda setuju " Makasih bang Ray."


__ADS_2