My Kapten

My Kapten
32.WAMENA


__ADS_3

terdengar suara mobil stella dari dalam garasi, mama sherly muncul di ambang pintu yang menghubungkan antara garasi dan ruang tengah.


melihat stella yang baru saja turun dari atas mobil mama sherry langsung menghampiri dan memeluk tubuh menantu kesayangan nya.


"Eh sayang mama kangen banget sama kamu"


"Mah stella juga kangen banget sama mama, maafin stella yang jarang banget datang buat nengokin mama"


"iya nggak apa apa sayang, mama ngerti kok, ayo sayang kita masuk, mamah sudah masakin semua makanan kesukaan kamu"


"Duh mah stella jadi ngerepotin mama" ucap stell sambil merangkul manja di lengan mama mertu nya.


stella dan mama sherrly sudah duduk di hadapan meja makan yang berisi banyak makanan kesukaan stella. stella mengisi nasi dan beberapa lauk ke atas piring nya. suara hening seketika ketika stella dan mama sherrly sudah memulai menyantap makanan mereka, stella memasukkan sedikit demi sedikit nasi dan lauk yang berada di atas piring nya ke dalam mulut.


stelah makanan mereka habis mama sherrly mengajak memantu kesayangan nya itu untuk ke ruang keluarga, sudah terdapat beberapa cemilan dan buah yang tertatah rapi di atas meja.


setelah stella melihat situasi nya bagus stela merasa ini waktu cocok untuk membahas tentang keberangkatannya ke kota x kepada mama sherlly.

__ADS_1


stella memuali pembicaraannya dengan mama sherly.


"Mah Lusa aku sudah harus berangkat ke daerah terpencil d ujung timur indonesia, stella mau mama harus jaga kesehatan ya stella nggak mau kalo mama kecapean apa lagi sampai sakit."


"Iya sayang, terus kamu sudah tau sayang berapa lama kamu dan tim medis lain nya berada di sana?"


"Kalo itu sih mah belum ada kepastian nya juga ma"


"Mmm iya sayang, tapi gi mana sama yogi? apa yogi sudah mengetahui tentang ini?"


****************


Di tempat lain Yogi beserta Tim nya sedang melaksanakan patroli berkeliling di sebuah perkampungan yang sangat terpencil di daerah Wamena.


PENGUMUMAN


Gays saya akan memakai salah satu nama daerah yang ada di provinsi papua, sebelum saya melanjutkan ceritanya saya ingin memperkenalkan atau memberi sedikit informasi tentang Kota wamena.

__ADS_1


"sedikit penjelasan mengensi kota wamena"


"menggambarkan kondisi masyarakat Wamena, sebuah kota kecil menarik yang terdapat di lembah Baliem, Papua. Kondisi masyarakat yang sebenarnya sangat berbeda dengan masyarakat perkotaan pada umumnya membuat mereka menjadi terkesan “mata duitan”, padahal sebenarnya tidak. Sektor pertanian dan pariwisata sebenarnya sudah menjadi pemasukan utama mereka, hanya saja belum terlalu bersinergi dengan program yang dibuat pemerintah. Mereka hanya membutuhkan perhatian lebih, mengingat kondisi alam yang cukup membuat mereka harus bertahan hidup cukup keras.


Kota Wamena terlatak di wilayah pegunungan tengah, Papua. Kota kecil ini berada di tengah sebuah lembah yang sangat subur dan cukup terkenal di Papua, yaitu Lembah Baliem. Wamena sebenarnya adalah kota distrik, bagian dari Kabupaten Jayawijaya. Namun, beberapa tahun belakangan, kota ini menjadi Kabupaten dan membawahi sekitar 7 distrik yang tersebar di seluruh wilayah Lembah Baliem dan kabarnya masih akan diperbanyak lagi. Kondisi geografis Wamena sebenarnya cukup menantang karena berada di sebuah lembah besar yang dikelilingi perbukitan dan berada 1600 meter di atas permukaan laut. Udara disini cukup sejuk, namun bila siang hari panas terik pun tetap tidak dapat dihindari.


Kondisi alam seperti inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi warga Wamena dan sekitarnya. Hal ini dirasakan terutama dalam hal barang-barang kebutuhan sehari-hari yang cukup langka dan sulit ditemui. Bila ada pun, pasti harganya sangat mahal. Kondisi alam Wamena membuat distribusi barang-barang ini harus menggunakan jalur transportasi udara. Tidak heran bila harga-harga di Wamena pun terkenal mahal bila dibandingkan dengan kota lain di Papua.


Namun, kemahalan Wamena bukanlah penghalang bagi para wisatawan untuk menikmati keindahan Lembah Baliem. Wamena yang berarti Babi Jinak dalam bahasa lokal ini pun memiliki pesona yang luar biasa bagi para wisatawan dalam maupun luar Indonesia. Wamena dikenal unggul baik dalam kategori obyek wisata, tradisi, kesenian, maupun kuliner. Keunggulan ini sangatlah berbeda dan berharga, terutama bila dibandingkan wilayah Papua lainnya.


Hal utama yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke Wamena adalah menjadi saksi sebuah suku besar yang ada di Papua. Kehidupan suku Dani adalah sesuatu yang menarik untuk dipelajari dan disaksikan saat berkunjung ke Wamena. Mereka memiliki tarian dan tradisi perang yang sangat unik dan tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidup. Selain itu, Mumi Kepala Suku pun dapat menjadi pilhan menarik untuk disaksikan.


Tidak hanya kehidupan suku-suku dan tradisi yang unik, alam di sekitar Wamena pun memiliki keindahan tersendiri yang patut diacungi jempol. Indahnya sungai Baliem, bukit-bukit di sekitar lembah, keanehan pasir putih dan sumber air garam, goa terpanjang di dunia, bahkan berbagai flora-fauna yang tidak ada di tempat lain akan menjadi beberapa menu khusus saat kita menikmati alam Lembah Baliem.


Kemudian, bila kita bicara mengenai kuliner, Wamena memiliki sebuah menu khas yang hanya dimiliki tempat ini. Udang Selingkuh yang begitu terkenal di kalangan para pelancong harus menjadi target untuk dicicipi bila kita berkunjung ke Wamena. Sejenis udang air tawar raksasa dengan capit sebesar kepiting mungkin hanya dapat kita nikmati di Wamena. Akan terasa lebih unik bila kita juga menelusuri perburuannya bersama penduduk lokal di sungai Baliem.


Wamena masih menyimpan banyak lagi pesonanya. Kondisi harga-harga yang begitu mahal sebenarnya tidak akan sebanding bila kita ingat berbagai keunggulan alam dan tradisi yang dimiliki Wamena. Permasalahannya sebenarnya bukan di mahalnya harga, namun bagaimana kita membuat perubahan cara berpikir pada masyarakat lokal agar tidak lagi berorientasi pada uang, namun kualitas hidup sumber daya manusianya. Semuanya demi menjaga Wamena agar tetap menjadi primadona di bumi Mutiara Hitam Papua.

__ADS_1


__ADS_2