
Semua prajurit yang hendak berangkat ke ujung timur indonesia berbaris rapi di dermaga lantamal AL (Angkatan Laut) bersiap melaksanakan upacara keberengkatan. yogi dan Tim nya sudah berbaris di salah satu kumpulan para prajurit gagah tersebut.
upacara keberangkatan telah berlangsung dan di pimpin oleh komandan tertua di kesatuan yogi.
para prajurit nampak serius mendengarkan arahan dan beberapa pesan dari komandan mereka. setelah memberi beberapa arahan dan melaksanakan tradisi upacara keberangkatan komandan memberikan waktu 20 menit untuk bertemu keluarga para prajurit.
" saya akan berikan kalian waktu 20 menit untuk bertemu keluarga,orangtua istri anak dan kekasih kalian, sebelum kalian naik ke atas kapal, gunakan waktu bertemu kalian sebaik mungkin." ucap komandan dengan sangat lantang lalu meninggalkan tempatnya berdiri.
stella yang masih berada di jalan menuju lantamal bersama mama sherly nampak gelisah, mama sherly yang memperhatikan tingkah stella langsung saja bertanya kepada mensntu kesayangan nya itu.
"Sayang kamu kenapa? mama perhatikan kamu keliatsn gelisah, kamu kenapa sayang? coba bilang sama mama."
"Ng-nggak apa apa kok ma, stella hanya kefikiran bang yogi." ucap stella berbohong.
"Kamu sabar sayang sbntr lagi kita sampai"
"iya mah" ucap stella sambil memasang senyum cantik nya.
di lantamal prajurit sudah membubarkan barisan dan mencari keberadaan keluarga mereka masing masing. Ray, ayyub,semi,dan fahmi sudah menemuai keluarga mereka berbeda dengan yogi, yogi malah sibuk bergabung dengan keluarga Ray yang sedang berkumpul sambil memakan makanan yang sudah di bawah keluarga ray dari rumah.
"Gi mama nggak dateng nganterin loe?" tanya ray yang tak mendapati keberadaan orangtua yogi.
"Mama kayaknya lagi sibuk ray, jadinya nggk sempat buat ke sini."
"Terus gimana dengan stella? bukan nya dia tinggal di rumah loe gi?"
"Udah gue suruh pulang bray, emang kenapa?" tanya yogi dengan tatapan yang sangat sinis menatap ray.
"Lah santai aja kali gi, gue cuman nanya, tatapan loe santai aja kali, nggak usah sinis gitu"
yogi kembali berdebat dengan batin nya sendiri.
__ADS_1
"Apa dia nggak dateng ya, istri macam apa dia suami nya akan berangkat bertugas tapi dia malah nggak dateng" gumam yogi sambil memasukan cemilan ke dalam mulut nya.
" Tapi tunggu kok aku malah ngarepin dia dateng ya, apa penting nya dia buat aku"
yogi seakan akan terus berdebat dengan dirinya sendiri akan sosok stella, yogi tak menyadari akan sosok stella yang sudah sangat mengisi penuh ruang di hati yogi.
semua mata para wanita tertuju pada beberapa perwira muda yang sedang asyik berbincang bincang di bawah pohon ya perwira muda itu tak lain adalah yogi dan kawan kawan nya, semua wanita yang melihat mereka pasti akan terpesona apa lagi kalo sudah melihat sosok yogi, seakan akan mata mereka nggan buat berkedip.
"Bang Semi" panggil seorang wanita yang berpostur tubuh tinggi dan cantik memakai celana jeans dan atasan kemeja terbuka serta rambut yang sengaja di urai.
Ayyub, fahmi, ray dan semi berbalik ke arah wanita yang memanggil nama semi, kecuali yogi.
"Enjela" ucap semi sambil memeluk wanita yang berada di hadapan nya.
"Bang maaf aku telat dateng nya tadi aku dari kampus dulu baru nyusulin abang ke sini"
"iya nggak apa apa njel, oh iya njel kenalin ini temen temen abang, itu fahmi, yang itu bang ayyub, itu Ray dan yang satunya lagi yogi." ucap semi sambil memperkenalkan teman teman nya ke pada enjela."
yogi nggan mengulurkan tangan nya bukan bermaksud sombong tapi memang yogi tak suka dengan wanita yang centil, dan suka tebar pesona seperti yang di lakukan enjela.
10 menit telah berlalu tersisa 10 menit lagi waktu yang di beri komandan sebelum para prajurit naik ke atas kapal. terlihat di pelataran lantamal, istri istri dari para prajurit yang mengenakan seragam berwarna hijau seragam kebesaran mereka seragam khusus istri tentara yang sudah resmi menjadi ibu persit.
terlihat suasana haru bertebaran di antara istri istri prajurit tersebut, ada yang sedang hamil besar, ada yang baru saja melahirkan anak mereka, ada pula yang baru saja melaksanakan pernikahan. suasana haru pilu terlihat jelas di depan mata kepala stella. stella yang baru saja sampai bersama mama sherly di dermaga ikut sedih melihat anak anak yang masih kecil harus berpisah dengan sang ayah dalam kurung waktu yang cukup lama.
stella yang melihat salah seorang istri dari prajurit tersebut tengah hamil tua memeluk erat lengan suaminya sambil berderai air mata, sedangkan suaminya sedang asyik mengelus elus perut sang istri dan sesekali mengajak calon anak mereka berbicara.
"sayang kamu jangan nakal ya di dalam perut mama, sebentar lagi papa akan melaksanakan tugas negara, papa nggak bisa nemenin mama berjuang buat ngelahirin kamu, tapi papa janji doa papa akan selalu bersama kalian." ucap sang prajurit sambil mencium perut buncit sang istri.
tanpa aba aba tiba tiba saja buliran bening jatuh begitu saja dari sudut mata indah stella.
stella kembali berjalan masuk ke sisi dermaga untuk mencari sosok yogi.
"Gi mana sayang apa kamu menemukan yogi?" tanya mama sherly yang berada di samping stella.
__ADS_1
"nggak mah, stella sama sekali nggak ngeliat keberadaan bang yogi."
"Aduh anak itu ya kebiasaan banget nggak pernah ngangkat telfon nya."
"Mungkin bang yogi lagi sibuk mah' ngurusin barang bawaan nya." ucap stella menenangkan mamah mertuanya yang sedang kesal.
"Perhatian kepada seluruh prajurit waktu kalian sisa 5 menit lagi untuk berkumpul dengan keluarga kalian." peringatan tanda perpisahan prajurit makin membuat mama sherly gelisah mencari sosok anaknya.
stella mulai cemas, iya takut kalo iya tak bisa bertemu dengan yogi sebelum yogi berangkat.
Tiba tiba mama sherrly di kaget kan oleh sosok perwira muda yang tak kalah tampan dari yogi.
"Mamah sherly" teriak pria tersebut.
"Hay Ray, Ray apa kamu liat yogi, soalnya mamah udah cari yogi ke mana mana tapi nggak ketemu ketemu juga". tanya mama sherrly yang masih sibuk menghubungi no ponsel yogi.
"Iya mah, yogi ada di sebelah sana, mari mah biar Ray anterin mamah ketemu yogi, soalnya sebentar lagi kapal nya akan berangkat."
Ray mengantar mama sherly dan stella ke tempat di mana yogi sedang bersiap siap naik ke atas kapal.
Ray berjalan tepat di sebelah stella sambil mengobrol ringan dengan stella.
"stell kamu ikut juga ke sini?" tanya Ray basa basi.
"Iya bang kebetulan tadi stella di ajakin sama mamah nya bang yogi."
sambil terus berjalan, Ray tetus saja fokus mengajak stella berbicara tanpa mereka sadari semua mata prajurit prajurit yang mereka lalui menatap kagum melihat kecantikan stella. para prajurit muda tersebut terus menatap langkah stella dan Ray bahkan mereka sampai berdecak kagum.
"Gila cantik banget tu cewe, apa dia kekasih danton Ray ya?" tanya salah seorang prajurit berpangkat pratu kepada teman nya.
"Bener banget loe ndi, tu cewe cantik banget, bisa jadi sih tu cewe pacar nya danton, atau bisa saja calon istrinya"
para prajurit yang melihat stella tak henti bertanya tanya satu sama lain.
__ADS_1