
Tanpa berfikir panjang lagi stella yang mendengar bahwa golongan darah suster viona sama dengan yogi, langsung saja menyuruh suster erika mengambil sempel darah suster viona, dan stelah melalui beberapa pengecekan akhirnya suster erika menghampiri stella dan beberapa anggota TNI lain nya yang berada di depan ruang rawat yogi dengan hasil sempel darah yang sudah berada di tangan nya.
stella yang melihat kedatangan suster erika seketika terbangun dari duduk nya.
"Gimana sust hasil nya?" tanya stella dengan mata yang masih sembab tapi masih terlihat sangat cantik.
dengan senyum yang terukir di wajah nya suster erika memberikan hasil pemeriksaan darah suster viona.
" Syukurlah dok, hasil nya sama dengan yang kita semua harap kan, golongan darah suster viona cocok dengan danton yogi, jadi kita bisa melakukan oprasinya sekarang juga dok."
"Alhamdulillah" ucap stella dan semua yang berada di dekat nya.
tanpa butuh waktu lama, stella segera mempersiapkan peralatan untuk oprasi yogi, dan juga beberapa kantong darah yang di bawah suster erika.
"Gi mana, apa kalian sudah siap?" tanya stella pada andin dan juga suster erika.
andin dan suster erika menganggukan kepala tanda mereka sudah siap untuk memulai oprasi.
dengan keterbatasan alat dan menggunakan alat seadanya stella memimpin oprasi yang akan yogi jalani. stella mulai memeriksa bahu yogi yang terkena tembakan senjata, perlahan lahan stella dan andin mulai menyayat luka tembak yang berada di bahu yogi dan berusaha mengeluarkan peluru yang bersarang di dalam nya. sedangkan suster erika terus memantau detak jantung yogi.
setengah jam telah berlalu stella yang masih fokus mengeluarkan peluruh dari bahu yogi tiba tiba saja di kagetkan dengan suara mesin EKG yang mengontrol detak jantung yogi.
__ADS_1
"Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttt" suara terdengar dari layar monitor mesin EKG.
"Dok detak jantung pasien sudah tdk terdeteksi lagi, kita harus bagai mana dok?" tanya suster erika dengan wajah yang mulai memucat.
"Stella" panggil andin pada stella yang sudah mengeluarkan air mata.
"Nggak- nggak- nggak mungkin, bang, bang yogi bangun bang, bang ini stella bang, stella akan berusaha buat selamatin abang, stella janji bang stella mohon sama abang, abang harus kuat bang" dengan suara isakan tangis yang sangat kencang stella terus berusaha memanggil manggil nama yogi.
Dengan tehnik RJP (Resusiasi jantung paru) dan memanggil manggil nama yogi stella berusaha mengembalikan detak jantung yogi.
"Bang stella mohon abang bangun, abang harus kuat , hikkss hikkss hiksss " stella menangis sejadih jadih nya, di saat stella mulai putus asa, tetesan bening yang jatuh dari pelupuk mata stella jatuh membasahi dada yogi.
terlihat sebuah cahaya terang menyinari sosok tampan yang sedang terbaring menutup mata. perlahan bias binar sinar cahaya itu membuat sepasang mata yang tertutup rapat tadi akhirnya terbuka.
"Di mana aku, tempat apa ini? dan cahaya apa itu?" yogi mulai bingung di mana iya berada sekarang. tiba tiba terdengar suara yang memamnggil manggil namanya, suara yang tak asing di telinga yogi.
perlahan yogi menghapiri suara tersebut, yogi terus melangkah mendekat dan semakin dekat ke sumber suara yang memanggil manggi namanya.
"Siapa kamu? kenapa kamu menangis sambil memanggil manggi namaku?" yogi bingung iya melihat punggung sosok seorang wanita berbaju putih yang sedang menangis memanggil manggi namanya. perlahan sosok tersebut membalikan tubuh nya menghadap dan menatap ke arah yogi.
"Bang yogi"
__ADS_1
"Stella, kamu kenapa? terus apa yang sedang kamu lakukan di sini? tanya yogi yang kaget melihat stella berada di hadapan nya sambil berlinang air mata.
"Bang abang harus kuat, abang harus kembali kepada stella, abang harus ingat sama mama, mama butuh abang, papa juga butuh abang, negara ini butuh abang, abang harus kuat bang, stella mohon sama abang." tiba tiba saja sosok stella perlahan hilang dari hadapan yogi.
"Stell stella stella stella"
tiba tiba suara mesin EKG dan layar monitor yang tersambung dengan alat alat yang terhubung di tubuh yogi berbunyi dan kembali bergambar garis yang naik turun naik turun.
"Tit tit tit tit tit"
"Dokter detak jantung danton yogi kembali" ucap suster erika.
"Stell, kamu dengar kan, ini mujizat dari allah stell, detak jantung bang yogi kembali berdetak stell."
stella nampak terlihat memiliki semangat kembali.
"Lanjut kan oprasinya ndin" pintah stella.
andin dan stella akhirnya berhasil mengeluarkan peluruh yang bersarang di bahu yogi, setela peluruh berhasil mereka keluarkan andin mulai menjahit bekas luka oprasi di bahu yogi. sementara stella tak henti hentinya memanggil manggil dan menggenggam tangan yogi.
"Bang terimakasih, stella tau abang kuat, terimakasih abang sudah mau bertahan untuk stella, stella sayang sama abang." tanpa sadar ucapan yang keluar dari mulut stella membuat andin dan suster erika merasa aneh, tapi mereka enggan untuk bertanya karna di sisi lain mereka sedang malakukan oprasi.
__ADS_1