My Kapten

My Kapten
29. Terharu


__ADS_3

Di kejauhan semi yang melihat Ray berjalan dengan seorang wanita langsung saja berteriak memanggil Ray.


"Dari mana saja loe Ray? yang lain udah pada siap siap nah loe malah ngilang."


"Gue habis dari toilet, pas mau balik ke sini gue ketemu sama mama sherrly dan stella lagi nyari nyari yogi."


semi seketika langsung memberi salam ke pada mama sherly dan mencium punggung tangan nya.


"Halo tante apa kabar"


''Tante baik sem, oh iya sem yogi di mana?"


"Yogi ke sana sebentar tante, ngambil barang buat di bawah ke atas kapal. oh iya tante sama siapa?" tanya semi yang sudah menatap ke arah stella.


"Oh iya kenalin ini stella is" belum sempat mama sherly melanjutkan omongan nya stella memotong omongan sang mertua.


"Kenalin bang saya stella adik spupu nya bang yogi."


mama sherly seketika mengkerutkan kening nya, iya heran mendengar ucapan adik sepupu yang keluar dari mulut stella, stella yang mengerti akan tatapan mertuanya hanya memberikan senyuman sebagai isyarat.


"Mmm jadi kamu yang namanya stella, Ternyata Ray nggak bohong kalo di rumah yogi ada bidadari cantik"


stella yang tak mengerti omongan semi hanya tersenyum, dan berusaha melepas tangan nya dari jabatan tangan semi.


semi yang terpesona dengan kecantikan stella sudah tak sadar kalo stella berusaha melepaskan jabatan tangan nya.

__ADS_1


Plakkk suara pukulan tangan berbunyi di antara tangan semmi dan stella.


Auuuu teriak semi dan stella bersamaan.


"Apa apan sih loe gi? maen pukul pukul tangan orang saja, sakit tau."


"Lagian loe ngapain salaman nya lama banget? loe nggak liat apa dia udah meringis kesakitan tangan nya loe pegang terus dari tadi hah?" tanya yogi dengan memasang wajah tak suka jika rekan rekan nya memegang tangan stella.


Ayyub dan fahmi yang baru saja datang melihat perdebatan antara semi dan yogi tiba tiba heran dengan ke dua rekan mereka.


"Kalian ada apa? kok jadi malah berdebat gini?"


"Nggak tau tuh bang si yogi maen pukul pukul tangan orang saja" cerutu semi sambil memasang wajah yang di buat buat jadi cemberut kesakitan mengadu ke pada ayyub. seperti anak anak TK yang tidak kebagian permen.


"Ahahahah" tawwa Ray dan fahmi bersamaan apa apain sih loe sem loe kayak anak TK yang ngadu ama emmak nya, jadi gelli gue liat nya.


"Mah kirain yogi mama nggak dateng"


"Loh kamu ini gi, mama kan udah dari tdi coba nelfon kamu, tapi kamu malah nggk ngangkat telfon."


"Iya mah maaf ya mah, ponsel yogi udah yogi kasi mode senyap jadinya nggak ketahuan kalo ada yang telfon."


"Iya udah nggak apa apa, kamu udah mau berangkat sayang? kamu hati hati ya jaga diri kamu, inget pesan mama, kamu harus terus kasih mama kabar ya sayang, inget jangan macem macem di sana kasihan is-" belum sempat mama sherrly melanjutkan omongan nya yogi langsung memeluk mamanya."


"Iya mama sayang semua pesan mama pasti yogi ingat dan akan yogi lakukan." yogi terus memeluk mamanya agar mama sherrly tak membahas atau menyebut stella sebagai istri yogi.

__ADS_1


stella yang berdiri menatap haru antara mama sherrly dan yogi seketika menitihkan kembali butiran bening dari sudut mata nya.


stella merasa sangat sedih, karena yogi seakan akan tak menganggap stella berada di sana, yogi sangat acuh kepada stella, sikap dingin yogi dan sifat cuek yogi membuat hati stella sangat pedih, padahal stella ingin seperti istri istri yang lain nya, yang memberi salam perpisahan terhangat untuk suami suami mereka, tapi apa daya smua hanya angan angan stella saja, karna di sisi lain yogi tak mungkin melakukan semua itu, sebab status pernikahan mereka hanya kedua orangtua mereka dan kerabat mereka saja yang tau. di bataliyon tempat yogi bertugas pun stella belum resmi menjadi istri yogi.


Ray yang terus memperhatikan stella tiba tiba bertanya ke pada stella.


"Kamu kenapa nangis stell?" memdengar ucapan yogi semua orang yang berada di samping mereka melirik ke arah stella, termasuk ayyub,fahmi dan semi.


"nggak apa apa kok bang" ucap stella sambil melengkungkan senyuman di bibirnya dan mengusap air mata yang berada di sudut mata nya."



"Loh dek stella nggak usah sedih bang semi hanya sebentar saja, kalo bang semi pulang tugas pasti bang semi langsung nemuin dek stella." ucap semi dengan wajah konyol nya.


tiba tiba fahmi tertawa.


"ahahhaa hust ngaur kamu sem, loe nggak liat tuh si Ray, loe udah di kalah cepet sama dia, si Ray udah nyolong star dluan."


stella dan mama sherrly hanya tertawa melihat tingkah kocak teman teman yogi.


"Aduh kalian ini ada ada saja, sudah gi kalian berangkat semua prajurit lain sudah pada kumpul." seruh mama sherrly yang melihat para prajurit lain nya yang ingin berangkat bertugas sudah berbaris rapi dan hendak naik ke atas kapal.


"Stella, mama sherrly kami berangkat dulu" ucap ray memberi salam dan berpamitan ke pada ibunda yogi dan stella


semua rekan rekan yogi telah berpamitan dan melangkah menuju barisan prajurit. tersisa yogi yang berjalan paling belakang, sebelum yogi benar benar melangkah menuju barisan yogi menghentikan langkah nya di hadapan stella.

__ADS_1


"Kamu nggak usah nangis, aku nggak akan lama, hapus air mata kamu, dan selalu doakan aku" ucap yogi lalu mencium pucuk kepala stella dan melanjutkan langkah nya.


stella yang tak menyangka yogi akan berkata seperti itu kepadanya hanya tersenyum haru dan menganggukan kepalanya sambil menatap langkah yogi yang makin menjauh hampir tak terlihat.


__ADS_2