
Yogi masih menahan rasa sakit akibat tembakan yang mengenai bahunya, yogi sudah merasa sangat lemas akibat mengeluarkan banyak darah. akbar sudah membalut luka yogi dengan baju yang iya kenakan untuk menyumbat aliran darah yang terus saja keluar dari bahu yogi.
"Danton, apakah danton masih bisa mendengar suara saya?" tanya akbar yang mulai khawatir melihat kondisi yogi yang semakin lemah.
"Danton danto yogi" akbar terus saja memanggil manggil nama yogi, namun yogi sudah tak sadarkan diri.
semi dan para prajurit lain nya sudah melumpuhkan target sasaran mereka, dan di bawah perintah semi, semi menyuruh anggota tim nya menyeret dan membawa para musuh untuk di tindak lanjuti di pos mereka.
Semi mendekat ke arah akbar dan yogi
"Bagai mana keadan nya?" tanya semi yang sangat khawatir dengan keadaan yogi.
"ijin danton sebaik nya kita segera bergegas menuju pos, dan memberikan tindakan medis lebih lanjut untuk danton yogi, danton yogi sudah banyak mengeluarkan darah danton, saya takut terjadi apa apa dengan danton yogi." ucap akbar menjelaskan keadaan yogi ke pada semi.
"Baik sekarang juga kita bergegas kembali ke pos."
*********************************************
sementara di tempat lain stella baru saja turun dari pesawat bersama dengan beberapa dokter dan suster lain nya.
"Ahrggg akhir nya sampai juga kita di tanah papua ya stell, setelah perjalanan di atas pesawat dan harus lanjut pake pesawat kecil lagi buat sampai ke kota terpencil ini huftt terasa sangat lama, sampai hampir encok pinggang aku gara gara kelamaan duduk" ucap andin sambil merenggang kan otot otot tangan nya.
"Hmmm" balas stella dengan wajah yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
"Stell kamu kenapa? aku perhatikan kamu lagi mikirin sesuatu?" tanya andin penuh selidik.
"Nggak ada apa apa kok ndin, perasaan aku lagi nggak enak aja, mungkin karena kelamaan di atas pesawat."
"Ya udah kamu tunggu di situ saja, biar barang bagasi kamu aku yang ambil." ucap andin sambil menunjuk salah satu bangku yang kosong.
Stella mengangguk dan berjalan ke arah bangku kosong yang di tunjuk oleh andin.
stelah menunggu beberapa saat, andin dan rombongan tim media sudah membawah barang mereka masing masing.
__ADS_1
Salah satu dokter senior yang ikut dalam rombongan tim medis mengambil alih untuk memimpin dan memberi arahan menggantikan stella yang sedang tak enak badan.
"Di luar bandara sudah ada perwakilan tenaga medis yang menunggu kita, mereka akan mengantar kita menuju posko tempat kita akan tinggal selama kita berada di kota ini."
setelah dokter deni menjelas kan semua nya rombongan para tim medis berjalan menuju keluar pintu bandara. betul saja apa yang tadi di katakan oleh dokter deni, sudah ada dua orang perwakilan yang menjemput mereka dan di kawal oleh beberapa anggota TNI.
"Rombongan dokter stella?" tanya salah satu wanita yang mengnakan pakaian suster wanita tersebut menjadi perwakilan untuk menjemput rombomgan tim medis dari kota X.
"Iya sus" jawab stella dengan senyum ramah.
"oh iya dokter stella dan rombongan sebelumnya saya memperkenalkan diri saya terlebih dulu, nama saya viona larasati , kalian boleh manggil saya dengan sebutan vio dan ini suster erika. kami perawat yang akan membantu tugas kalian di pustu pedalaman nanti, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik."
"iya suster vio trimakasih, saya dokter stella ananditha pratama, suster vio boleh memanggil saya stella, dan ini tim saya." ucap stella sambil memperkenalkan kembali dirinya beserta tim medis lain nya kepada viona.
"Baik dokter stella kalo begitu kita berangkat sekarang, dokter dan rombongan boleh naik ke bus yang telah kami siap kan."
terlihat satu mobil bus tentara sudah di siapkan untuk mengangkut para tim medis menuju lokasi pustu (Puskesmas pembantu).
tanpa membutuhkan waktu lama stella dan rombongan tim medis sudah sampai di depan bangunan pustu sederhana dan di samping nya ada beberapa mess untuk tempat tinggal para tim medis.
"stell " panggil andin yang berada di belakang stella.
"Iya ndin ada apa?"
"Stell aku cape banget pengen istirahat, mess untuk kita mana ya?"
"Tadi sih vio bilang di depan mess kita ada nama kita masing masing ndin."
andin dan stella terus berjalan melewati beberapa kamar yang bertuliskan masing masing nama dokter dan perawat, sampai akhirnya andin dan stell menemukan kamar mereka. andin dan stella masuk ke dalam kamar mereka kamar yang cukup luas dengan fasilitas yang lumayan lengkap, satu buah kamar mandi serta terdapat sebuah tv dan sofa panjang juga berada di dalam kamar mereka.
andin merebahkan tubuh nya di atas sofa sedangkan stella lebih memilih membersihkan tubuh nya terlebih dulu.
setelah stengah jam akhir nya stella keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai baju T-shirt dan celana jeans pendek serta handuk yang di biarkan melilit di atas kepalanya.
__ADS_1
"Mandih gi sana ndin, habis itu kita cari makan yuk, aku laper." ucapa stella pada andin yang masih saja asyik memejamkan matanya.
"Ndin, ndin, andin, kamu denger nggak sih?" ucap stella mulai kesal karena andin tak kunjung bangun dari tidur nya.
"Ya udah deh aku tinggalin aja, mungkin andin kecapean."
**********************************************
sudah hampir satu hari semi dan prajurit lain nya berjalan menuju pos mereka, selama di perjalanan pulah yogi tak sadarkan diri, yogi hanya di bantu oleh alat medis seadanya yang tim mereka bawah untuk persiapan apa bila ada yang terluka.
"Loe bertahan gi, loe harus kuat, gue yakin loe bukan prajurit lemah gi" semi terus memberi semangat kepada yogi yang terbaring lah tak sadarkan diri di atas tandu yang di bawah oleh beberapa prajurit lain nya.
"Danton yogi, danton bertahan sebentar lagi kita sampai danton" akabr juga selalu mengajak yogi berbicara, karna akbar yamin kalo danton nya itu bukan orang yang lemah.
waktu sudah menunjukan pukul 16:45 WIT, ayyub, Ray,fahmi beserta prajurit yang berada di pos sedang melaksanakan olahraga sore. mereka semua terlihat asyik bermain bolla volly. suasana di lapangan volly sangat ramai dengan teriakan wasit serta teriakan para pendukung tim volly.
tiba tiba kegiatan mereka di kaget kan dengan ruli yang berlari mencari ayyub.
"Ijin Danpos" ucap rully dengan nafas yang masih tersenggal senggal menghampiri ayyub ke tengah tengah lapangan volly.
"Ada apa dengan kamu, lalu kenapa baju kamu penuh dengan darah?" tanya ayyub yang mulai panik melihat kondisi ruli.
semua mata yang berada di lapangan volly langsung tertuju pada ruli, termasuk ray dan juga fahmi.
"Ijin danpos menyampaikan, bahwa danton semi dan prajurit lain nya sedang dalam perjalanan menuju kembali ke pos, saya di utus terlebih dulu untuk menyampaikan bahwa danton yogi sedang skarat dan kehabisan banyak darah akibat luka tembakan yang danton yogi alami."
Ayyub,ray,fahmi seketika di buat syok mendengar kabar yogi yang terkena tembakan.
"Lalu di mana semi sekarang?" tanya ayyub lebih lanjut.
belum semoat ruli menjawab pertanyaan ayyub, tiba tiba saja Hate yang berada di saku ayyub berbunyi.
"Ijin danpos menyampaikan sekarang Danton semi dan prajurit tim alfa sudah berada di depan pustu ijin laporan selesai"
__ADS_1
tanpa aba aba ayyub ray dan fahmi berlari menuju pustu yang berada tepat di sebrang jalan pos mereka.
.